Sedang Membaca
Sajian Khusus: Tafsir Al-Bayan Fi Ma’rifati Ma’ani Al-Qur’an Karya KH. Shodiq Hamzah Usman
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Sajian Khusus: Tafsir Al-Bayan Fi Ma’rifati Ma’ani Al-Qur’an Karya KH. Shodiq Hamzah Usman

Whatsapp Image 2022 12 06 At 23.09.58

Pada Sajian Khusus kali ini, kita kedatangan tamu spesial tentang karya Kiai Shodiq Hamzah, Tafsir Al-Bayan Fi Ma’rifati Ma’ani Al-Qur’an. Perlu diketahui, KH. Shodiq Hamzah pada pekan kemarin mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari kampus UIN Walisongo Semarang atas karyanya tersebut. Sekilas tentang beliau sudah kami muat pada Sajian Khusus minggu kemarin edisi 140.

Dalam pengantar kali ini, kami akan manayangkan catatan dari Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. K.H Imam Taufiq, M.Ag., atas buku antologi tentang karya Tafsir Al-Bayan, yang diberi judul: “Tafsir Pegon Kontemporer, Menafsir Kalam Ilahi, Mendaras Bilisani Qaumihi”.

Berikut ulasannya..

***

Buku antologi Tafsir Al-Bayan: Melestarikan Tradisi, Membumikan Kalam Ilahi hadir sebagai penanda atas urgensi Tafsir Al-Bayan karya K.H. Shodiq Hamzah dalam membangun peradaban Islam yang moderat. Buku ini merepresentasikan apresiasi para kontributor atas karya fundamental K.H. Shodiq Hamzah, yakni Tafsir Al-Bayan. Kearifan lokal yang melekat dalam pribadi dan karya K.H. Shodiq Hamzah dalam berdakwah jelas tergarisbawahi dalam sajian narasi di buku ini.

Penggunaan bahasa lokal (Bahasa Jawa) beserta kontekstualisasi makna yang merujuk pada ruang lingkup masyarakat saat ini, menjadi salah satu distingsi yang dibahas secara utuh. Selain itu, narasi moderat yang tersirat dalam Tafsir Al-Bayan turut tereksplorasi melalui beberapa bagian dalam buku ini. Oleh karena itu, buku ini menjadi bacaan pendamping yang tak kalah pentingnya ketika mengaji dan mengkaji Tafsir Al-Bayan.

Praktis, buku ini menjadi alternatif referensi yang mengulas Tafsir Al-Bayan secara komprehensif, dimulai dari epistemologi tafsir, corak hermeneutika, hingga berbagai narasi moderat yang bersumber dari pemikiran K.H. Shodiq Hamzah. Lebih dari itu, buku ini juga dapat dimaknai sebagai media untuk mengenal K.H. Shodiq Hamzah sebagai sosok ulama yang berkomitmen dalam membumikan kalam Illahi melalui tradisi yang melekat di masyarakat.

K.H. Shodiq Hamzah merupakan sosok kyai pesantren yang tidak hanya memiliki perhatian pada generasi masa lalu, tetapi secara khusus perhatian beliau tertuju pada generasi milenial hari ini. Dalam pandangan beliau, generasi milenial dan khalayak awam hari ini perlu diberi jalan dan digerakkan agar mencintai, mempelajari dan mendalami Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Terlebih di antara mereka banyak yang belum pernah mengenyam pendidikan tinggi maupun belajar di pondok-pondok pesantren.

Baca juga:  Sajian Khusus: Mengenal Bayang, “Serambi Mekah” Pantai Barat Sumatera

Generasi inilah yang menurut beliau perlu diberikan perhatian secara serius karena mereka adalah harapan dan penerus masa depan. Target yang diinginkan K.H. Shodiq Hamzah sangat tepat, karena ‘Pasaraya Tafsir Indonesia’ hingga hari ini masih menyisakan lubang yang harus disulam dengan usaha serius dalam membumikan firman-firman Allah khususnya bagi kalangan milenial ini.

Dalam konteks inilah kehadiran Tafsir al-Bayan yang ditulis oleh K.H. Shodiq Hamzah dapat ditonjolkan urgensinya karena beberapa alasan. Pertama, Tafsir al-Bayan ditulis dengan aksara latin sehingga ia mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa latar belakang pendidikannya, bahkan mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan pesantren sekalipun dapat mengakses kitab ini.

Kedua, Tafsir al-Bayan ini sangat simpel dan tidak bertele-tele namun sarat akan muatan informasi dan pengetahuan yang disarikan dari kitab-kitab tafsir terdahulu. Hal ini sangat tepat bagi generasi-generasi milenial di mana mereka seringkali dipenuhi dengan berbagai hal yang sifatnya praktis matang dan praktis.

Ketiga, distingsi tafsir ini terletak pada penggunaan makna ‘pegon’ Jawa sebagai upaya dalam melanjutkan khazanah keilmuan Islam yang berkembang di pulau Jawa.

Di balik efisiensi dan sederhananya Tafsir al-Bayan, terdapat beberapa keunikan yang jarang dijumpai dalam tafsir-tafsir Indonesia yang lain. Keunikan ini tampak dalam konsistensi K.H. Shodiq Hamzah mengawali tafsirnya dengan penjelasan mengenai identitas surat yang akan ditafsirkan secara detail bahkan sampai pada jumlah kata dan jumlah huruf yang terdapat dalam surat tersebut.

Selain itu, secara metodologi, tafsir ini dapat dikategorikan sebagai tafsir ijmali karena makna lafadh Al-Qur’an ditampilkan secara garis besar dengan menampilkan munasabat antar ayat melalui sub-sub tema yang disajikan sebelum menafsirkan ayat. Karena ditulis dengan praktis, Tafsir al-Bayan tidak memiliki kecenderungan dominan pada satu corak atau pendekatan tertentu. Sehingga corak kombinasi tersebut harus diletakkan fungsionalitasnya dan dalam artian yang sangat sederhana.

Baca juga:  Sajian Khusus: Kekerasan Seksual

Sejauh pembacaan penulis, tafsir ini coraknya adalah kombinasi antara historis (tarikhi), linguistik (lughawi) dan sosial-kemasyarakatan (adabi-ijtima‘i). Yang menarik juga, tafsir ini dilengkapi dengan konteks yang melatarbelakangi turunnya ayat (sabab al-nuzul), kisah-kisah yang relevan (qissat), keterangan tambahan (tanbih), keterangan penting (muhimmat) dan keterangan lain sejenisnya.

Buku ini berisi hasil kajian para akademisi terhadap Tafsir Al-Bayan karya K.H. Shodiq Hamzah dan beberapa karya lainnya. Buku ini menyajikan temuan menarik dan penting dalam khazanah tafsir nusantara. Pertama, menjelaskan posisi Tafsir Al-Bayan sebagai tafsir Jawa bernuansa global, yang mengusung model penyajian ijmali semi tematik, dengan kekhasan adaptasi tradisi Jawa dan kekinian (Pegon Latin) dengan tujuan mendekatkan dan memudahkan masyarakat awam kepada pemahaman Al-Qur’an.

Kedua, penyajian makna Al-Qur’an melalui pengelompokan ayat dalam suatu tema, makna yang disuguhkan secara ringkas, dengan bahasa yang mudah dipahami dan memuat informasi langka (seperti fadhilah surat, jumlah kata dan huruf) menjadi distingsi bagi Tafsir Al-Bayan di antara kitab-kitab tafsir karya ulama nusantara lainnya.

Ketiga, ciri khas makna kebahasaan, kosakata, nuansa madzhab fiqih al-Syafi’i dan kalam Asy’ari menjadi salah satu ciri pemikirn tafsir K.H. Shodiq Hamzah. Keempat, eksistensi Tafsir Al-Bayan menunjukkan bahwa sumber (مصادر التفسير) bukan berarti rujukan, melainkan sebuah adopsi, anotasi, apropriasi informasi lain ke dalam teks lain. Oleh karena itu, hadirnya Tafsir Al-Bayan secara epistemologi adalah bentuk kritik terhadap materialisasi studi epistemologi tafsir.

Di luar itu, buku ini juga memberikan informasi lain tentang kepakaran K.H. Shodiq Hamzah yang dibuktikan dengan banyaknya karya tulis dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk kepakaran K.H. Shodiq Hamzah yang menulis kitab berisi doa-doa (rajah) khusus untuk menangkal Covid-19.

Buku ini layak mendapat apresiasi tertinggi, bukan hanya karena ditulis oleh seorang mufassir yang berpikiran progresif dan modern, namun juga karena daya pikatnya yang luar biasa bagi para pembaca. Nama besar Tafsir Al-Bayan sebagai kitab tafsir yang unik, distingtif dan banyak menjadi rujukan tentunya memikat bagi siapapun yang ingin mempelajarinya. Tak mengherankan pula jika kemudian layaknya daya magnet, buku ini direspon oleh banyak kontributor handal yang menjadi pakar dalam keilmuannya masing-masing.

Baca juga:  Sajian Khusus: Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan

Prof. Aksin Wijaya, Guru Besar dalam bidang Ilmu Al-Quran dan Tafsir; Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi., L.c., M.A (Gus Awis), seorang penulis dan kyai muda yang produktif; Ahmad Rafiq, S.Ag., M.Ag., MA., Ph.D., yang dikenal sebagai trend-setter kajian Living Qur’an, ketiga nama besar ini hanyalah sebagian dari daftar kontributor yang menuang gagasannya dalam buku ini. Masih banyak lagi nama-nama peneliti, akademisi, dan penulis hebat yang mempersembahkan aspirasinya sebagai bentuk penghargaan tertinggi terhadap Kitab Al-Bayan karya K.H. Shodiq Hamzah.

Saya yakin, tulisan-tulisan dalam buku ini dapat memberikan perspektif yang signifikan bagi para penikmat dan pemerhati kitab Al-Bayan. Terlebih lagi, kajian dalam buku ini akan dapat memperkuat eksistensi kitab Al-Bayan dan harapannya dapat terus mendorong perkembangan dan melestarikan karya-karya terbaik K.H. Shodiq Hamzah. Akhir kata, besar harapan saya buku ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, menjadi referensi terpercaya bagi bidang ilmu Al-Qur’an dan tafsir, serta menjadi pendorong untuk terus mempelajari ilmu agama.

Prajurit yang gigih berjuang menjaga martabat bangsanya

Sang Jenderal memimpin pasukan tak hanya demi tanda jasa

Tak kalah canggih dengan Kyai Soleh Darat mufassir pendahulunya

Kyai Shodiq Hamzah menuliskan kitab Al Bayan yang luar biasa

Mengenalkan adab sejak muda agar hingga tua tetap terbawa

Menghindarkan diri dari amalan yang membuat Allah murka

Pegon Arab dalam Kitab Faidlur Rahman jelas sangat istimewa

Pegon latin dalam Al Bayan beri nuansa baru bagi para pembaca

 

 

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top