Sedang Membaca
Sajian Khusus: Beginilah Hadratussyaikh Mencintai Al-Qur’an
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Sajian Khusus: Beginilah Hadratussyaikh Mencintai Al-Qur’an

Sajian Khusus: Beginilah Hadratussyaikh Mencintai Al-Qur'an

Ketika kita mengetik kata kunci “Hadratussyaikh” di mesin pencarian, kita akan diarahkan dengan nama KH. Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdlatul Ulama). Ya, tidak sembarang orang bisa mendapatkan gelar atau maqam Hadratussyaikh. Mbah Hasyim mendapatkan gelar ini sejak belajar di Makkah, selain karena kealimannya yang diakui ulama-ulama internasional juga karena punya pengaruh yang besar. Hadratussyaikh artinya Maha Guru. Di atasnya Syeikh/Syaikh.

Sajian khusus kali ini, kita akan menyelami tulisan Mohamad Anang Firdaus. Beliau adalah dosen di Ma’had Aly KH. Hasyim Asy’ari, Tebuireng-Jombang. Tidak diragukan lagi jika Mas Anang membabar pemikiran Mbah Hasyim. Beliau adalah pakarnya. Anang aktif di lembaga pusat kajian pemikiran Mbah Hasyim.

Di dalam edisi kali ini, Mas Anang mengajak kita untuk melihat keteladanan Mbah Hasyim dan kecintaannya kepada al-Qur’an. Cara pandang Mbah Hasyim dalam mencintai al-Qur’an sangat simpel sekali. Semua orang bisa memahami pemikiran ini. Kenapa Hadratussyakh mencintai al-Qur’an? Karena itu merupakan salah satu tanda kecintaan seorang muslim kepada Nabi Muhammad Saw.

Dalam kitabnya yang berjudul al-Nur al-Mubin, Hadratussyaikh menyampaikan beberapa alasan mengapa seorang muslim perlu untuk mencintai al-Qur’an.

ومن علامات محبته عليه الصلاة والسلام أن يحب القرآن الذي أتى به وهدى به واهتدى وتخلق به حتى قالت عائشة رضي الله عنها: كان خلقه القرآن

Baca juga:  Ulama Banjar (150): KH. Husin Naparin, Lc, MA

“Di antara tanda cinta kepada Nabi SAW adalah mencintai al-Qur’an yang dibawa olehnya, yang dipakai oleh Nabi SAW dalam memberi petunjuk dan mengambil petunjuk darinya, serta berakhlak dengan al-Qur’an. Sayyidah A’isyah Ra berkata: “Akhlak Nabi itu adalah al-Qur’an”.

Dalam pandangan ini, Mbah Hasyim ingin menyampaikan bahwa Nabi Muhammad tidak hanya mengajarkan al-Qur’an sebagai sebuah teori, namun juga diteladankan beliau sebagai sebuah akhlak. Akhlak di sini tentu dapat kita pahami bersama sebagai sebuah sunnah, sebuah tindakan luhur yang ditradisikan oleh Nabi Muhammad Saw secara nyata.

Terima kasih kami sampaikan kepada Mas Anang yang sudah bersedia berbagi ilmu di Sajian Khusus kali ini. Tidak lupa kepada pembaca setia Alif.id, terima kasih atas segala dukungannya selama ini. Doakan kami untuk bisa selalu menyajikan bacaan-bacaan yang bergizi, untuk merawat tradisi dan nilai yang ada di negeri ini.

Akhirul kalam, selamat membaca!

Redaksi.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top