Sedang Membaca
Sabilus Salikin (95): Ajaran dan Adab Murid Pengikut Tarekat Khalwatiyah

Sabilus Salikin (95): Ajaran dan Adab Murid Pengikut Tarekat Khalwatiyah

Redaksi

Berikut ini wasiat yang disampaikan oleh syaikh Quthbuddîn Musthafâ bin Kamâluddin al-Bakwi al-Khalwati bagi murid pengikut tarekat Khalwatiyah, yang terkumpul dalam kitab al-Wasiyatul Jaliyah lis-Salikin Thariqil Khalwatiyah :

  1. Tidak boleh menyimpang dari syari’at Nabi Muhammad SAW. Karena sesungguhnya orang yang menyimpang dari syar’iat Nabi Muhammad maka dia termasuk orang yang tersesat dari jalan (tarekat) yang diridhoi Allah SWT.
  2. Harus mempunyai bekal (taqwa)
  3. Harus meninggalkan sesuatu hal yang dicintai dengan tujuan hanya mencari keridaan Allah SWT.
  4. Harus mencari teman yang bisa mendukung kemajuan tarekatnya
  5. Harus menjalani tarekat ini dengan sungguh-sungguh, mengendalikan hawa nafsu dan selalu merendahkan diri di hadapan Allah
  6. Harus selalu bersyukur, sabar, dan rida terhadap qadha’
  7. Harus selalu mengembalikan segala urusannya kepada Allah, apabila seorang murid bisa menghiasi hatinya dengan tujuh sifat di atas maka akan muncul cahaya hikmah di dalam hatinya (kebajikan) yang merupakan awal dari sebuah karamah yang diturunkan Allah SWT. kepada murid
  8. Wajib menjalani aurad yang sudah diajarkan
  9. Harus berprilaku dengan akhlak yang mulia dan menjauhi sifat-sifat tercela
  10. Menepati syarat-syarat tarekat yaitu: a) Diam, b) Lapar, c) Terjaga (menyedikitkan tidur), d) Uzlah (menyendiri), e) Suci lahir dan batin, f) Melanggengkan zikir, g) Menafikan/membuang getaan hati yang muncul yang bisa mengganggu kekhusyu’an dan hadirnya hati, h) Selalu menyambung hati dengan guru (Rabitah), (Adhwâ’ ‘ala al-Tarekat al-Rahmaniyah al-Khalwatiyah, hal:298-306).

Adab Berzikir Tarekat Khalwatiyah

Adab berzikir dalam Tarekat Khalwatiyah ada 20, dengan rincian 5 dilakukan sebelum berzikir, 12 pada waktu berzikir, dan 3 setelah berzikir:

  • Adab Sebelum Berzikir:
    a. Bertaubat
    b. Mandi untuk berzikir
    c. Tenang dan diam
    d. Menyandarkan hati pada kehendak guru sambil mengucapkan:دُسْتُوْرُ يَا شَيْخِيْ دُُسْتُوْرُ يَا اَهْلَ السِّلْسِلَةِ دُسْتُوْرُ يَا رَسُوْلَ اللهِ
    e. Membayangkan gurunya ketika menyandarkan hati pada kehendak guru yang pada hakikatnya bersandar kepada nabi Muhammad . yang menjadi perantara antara dia dengan Allah SWT.
  • Adab Pada Waktu Berzikir
    a. duduk ditempat yang suci
    b. meletakkan kedua telapak tangan diatas dua lutut
    c. memberi wangi-wangian pada tempat zikir
    d. memakai pakaian yang bagus dan halal
    e. diusahakan di tempat yang gelap
    f. memejamkan kedua mata
    g. menggambarkan wajah gurunya diantara kedua matanya
    h. bersungguh-sungguh di dalam berzikir baik dibaca pelan (sirri) maupun keras (jahr)
    i. ikhlâs di dalam berzikir
    j. memilih kalimat zikir لا اله الا الله karena kalimat tersebut memberi pengaruh yang tidak ditemukan pada kalimat yang lain
    k. menghadirkan makna zikir di dalam hati
    l. meniadakan segala sesuatu yang maujud pada waktu zikir
  • Adab Setelah Zikir
    a. tenang dan diam serta khusyu’ dan hadir
    b. mengendalikan nafsunya secara terus menerus
    c. menjauhi minum air setelah berzikir, (Adhwâ’ ‘ala al-Tarekat al-Rahmaniyah al-Khalwatiyah, halaman: 306-314).
    Aurâd ‘Ammah
    1. Menetapi hukum-hukum syariah lahir batin, melatih nafsu dengan melanggengkan sholat dan puasa sunnah, membaca Alquran, dan membaca zikir nabawiyah, selain itu juga melakukan amal ibadah, dan akhlak yang sesuai dengan kitab syariah
    2. Menetapi zikir di bawah ini setiap hari, pagi dan sore:
    3. Membaca Surat Muhammad ayat 19 yaitu:فَاعْلَمْ اَنَّهُ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ، 1 ×Kemudian membaca   “  لَا اَلَهَ اِلَّا الله “ paling sedikit 300 X setiap pagi dan sore hari, dimulai pada waktu ashar hari jum’at sampai dengan pada waktu ashar hari kamis.
    Kemudian dilanjutkan pada waktu ashar hari kamis sampai dengan waktu ashar hari jum’at dengan membaca Surat al Ahzab ayat 7:
    اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا، 1 ×

    kemudian membaca salawat sesuai dengan riwayat yang ma’tsuroh (datang dari nabi)

    “اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَسَلِّمُ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا”

    Baca Juga

    dibaca sesuai hitungan zikir لَا اِلَهَ اِلَّا الله

  • Sebelum berdiri dari majlis sholat ashar pada hari jum’at salik terlebih dahulu membaca salawat ummy.

)اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِ الْأُمِّيِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ(، 80 ×

  • Membaca zikir-zikir lain yang tidak tetap (seyogyanya dilaksanakan) dan yang paling utama adalah :
    • Zikir musabbi’at (مُسَبِّعَاتْ) dibaca pagi dan sore yaitu:
      1. ayat kursi sampai kalimat “الخَالِدُوْن” (3 kali)
      2. akhir Surat al-Baqarah (3 kali) :
        لِلهِ مَا فِي السَّمَاواتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَإِن تُبْدُواْ مَا فِي أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُم بِهِ اللهُ فَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٨٤﴾ آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ ﴿٢٨٥﴾ لاَ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ ﴿٢٨٦﴾membaca Surat ali Imrân ayat 26 dan 27 (3 kali) :
        قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿٢٦﴾ تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الَمَيَّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴿٢٧﴾
      3. Surat al-Fatihah (3 kali)
      4. Surat al Ikhlas (3 kali)
      5. Surat al Falaq (3 kali)
      6. Surat an Nas (3 kali)
      7. kemudian diakhiri membaca shalawat kamilah dibaca 3 kali yaitu :
      8. للَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ صَلاَةَ اَهْلِ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ عَلَيْهِ وَأَجِرْ يَا رَبِّ لُطْفَكَ الْخَفِيِّ فِي أُمُورِي
        • kemudian membaca
          سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسلَامٌ عَلَى اْلمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَcatatan: sebaiknya wirid ini dibaca setelah shalat subuh dan shalat ashar
        • membaca kitab shalawat Dalailu al-KhaiRAt karangan imam jazuli pendiri tharikah Jazuliyah as Syadzili
        • sebaiknya bagi yang bisa membaca wirid Alquran secara rutin paling sedikit dua hizib disertai do’a-do’a dan zikir nabawiyah, seperti yang terangkum dalam kitab sunnah seperti kitab al-Adzkâr an Nawawi karangan imam Nawawi, atau juga membaca hizib lain seperti hizib bahr karangan Syaikh Abu Hasan al- Syadzili, lebih khusus lagi membaca hizib bakri karangan Syaikh Musthofa al-Bakri
        • membaca wirid yang telah dipilihkan oleh mursyid, dan diantara pilihan tersebut adalah Qasidah Bahjatus Syaiqin (بَهْجَةٌ الشَّائِقِيْن) karangan syaikh Musthofa bin Azuz, Qasidah Asma’ul Husna karangan syaikh Muhammad bin Abi al-Qasim al-Hamili, Hizib Falah karangan Syaikh Abdul Hafidz al-Hanaqi, atau salah satu dari hizib-hizib karangan Syaikh Musthofa al-Bakri, atau juga membaca wirid terkenal bagi pengikut tharekat Azuziyah Rohmaniyah yang dibaca setelah subuh, yaitu:
        • membacaيَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ لَا إلهَ إِلَّا اَنْتَ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ  40 kali
        • Membaca سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ 100 kali
        • Membaca sholawat kamilah 3 kali
        • Membacaاللهم  رَبِّ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَاِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ وَمُحَمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمَ أَجْرَنِي مِنَ النَّارِ، 3 ×
          Setelah subuh setelah Ashar membaca لا إله إلا الله 300 kali, seratus kali yang pertama dibaca panjang, seratus yang kedua dibaca sedang, dan seratus yang ketiga dibaca pendek.
        • khusus hari kamis setelah ashar tidak membaca لا إله إلا الله diganti dengan salawat nabi:
          اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.  300 X
          >setelah jumat, membaca sholawat nabi :اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ النَّبِيِ الْأُمِّيِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ 80 x,kemudian membaca wirid yang biasa dibaca setelah sholat, setelah itu membaca لاإله إلا الله sesuai dengan kebiasaannya
          setelah itu membaca sholawat nabi 10 kali :

          اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ النَّبِيِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ

Baca juga:  Nasruddin Hoja: Ulama Bisa Berbohong
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top