Sedang Membaca
Potret Perjuangan Ulama dalam Mencari Ilmu
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Potret Perjuangan Ulama dalam Mencari Ilmu

1 A Alippp

Alhamdulillah, tulisan khas Alif.ID berupa Sajian Khusus kembali hadir. Terasa cepat ya, tiba-tiba memasuki sesi kedelapan atau delapan minggu, yang artinya sudah melewati bulan kedua. Ini mungkin hikmahnya work from home, fokus di rumah, tidak jalan ke mana-mana. Kekhawatiran akan kekurangan tulisan di musim wabah ini tidak terbukti. Sekali lagi ini adalah nikmat, kesenangan kami dapat mempersembahkan tulisan-tulisan khusus untuk Anda. Sekali lagi Alhamdulillah.

Pada edisi ini kita akan membaca kisah-kisah mengharukan sekaligus miris tentang perjuangan dan kesungguhan para ulama dalam menggali, mencari, mengumpulkan, menulis dan menyebarkan ilmu. Selama ini kita enak saja mengutip “rowahu Bukhori”, “rowahu Imam Ahmad”, atau dengan senang dan kagum membaca karya-karya Imam al-Ghazali, tapi Mungkin tak banyak mengerti bagaimana Imam Ahmad lupa salat karena pikirannya pernah kacau dan labil. Kok bisa?

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Bisa. Imam Ahmad yang terkenal dengan kitab Musnad-nya dan juga salah satu dari empat pendiri mazhab, pernah lapar, tiga hari tidak makan dan tidak minum.

Anda pernah membaca al-Ghazali pernah dirampok hingga menangis dan memohon-mohon kepada perampok agar barang-barangnya dikembalikan? Jika belum, dalam Sajian Khusus ini, Anda akan membacanya.

Esai-esai Muhammad Adam Rahman yang berjumlah enam ini dan dua esai M. Tholhah Alfayad –keduanya mahasiswa Al-Azhar Kairo– mengajak kita menyelami anak-anak manusia sebelum disebut ulama, sebelum disebuat imam, sebelum disebut ilmuwan. Betapa susahnya mereka, betapa tak memikirkan kesenangan pribadinya mereka. Esai-esai ini bukan saja cocok buat Anda yang sedang menuntut ilmu (kenapa “menuntut” ya?), tapi juga buat para orangtua yang anaknya sedang berjuang di kota-kota yang jauh atau bahkan di negeri asing. Buat kita yang tidak berstatus sebagai pelajar atau santri, juga bukan orangtua yang memiliki anak yang sedang belajar, sajian ini tetap penting. Mohon perkenannya untuk share ke keluarga, teman, dan publik luas.

Baca juga:  Inilah Materi Pembicaraan Gus Yahya di Israel

Akhirulkalam, semoga sajian ini berfaedah untuk kita semua. Terima kasih buat para penulis yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikirannya. Kami berdoa semoga Anda selalu dalam limpahan rahmat dan bimbingan Allah ta’ala. Doa yang sama juga untuk kalian para pembaca Alif.ID. Dan tak lupa, semoga wabah ini cepat berakhir.

 

Salam takzim

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
1
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top