Sedang Membaca
Kehidupan Keluarga Jadi Fondasi Pendidikan Agama
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Kehidupan Keluarga Jadi Fondasi Pendidikan Agama

Redaksi

Keluarga adalah lingkup terpenting dalam mengkomunikasikan keyakinan dan kerukunan. Indonesia merupakan negara penganut prinsip agama Ibrahim yang memiliki tradisi relijiusitas yang cukup kuat.

Alan Hayes AM, profesor dari University Of New Castle Australia memuji ide-ide kebaikan yang ditanamkan para orang tua di Indonesia kepada anak-anaknya.

“Kekuatan utama orang Indonesia terbangun dari fondasi keluarga dan komunitas yang cukup agamis” kata Hayes. Ini bukan hal yang spesifik, namun di masyarakat Indonesia yang heterogen, masyarakat telah memiliki resistensi dalam tingkat tertentu dari gangguan paham intoleransi dan anti pluralisme.

Toleransi beragama di indonesia bisa dibilang belum sepenuhnya baik. Masih ada saja kasus-kasus yang menodainya, seperti pengrusakan rumah warga yang mengeluhkan pengeras suara adzan di Tanjungbalai, Sumatra Utara pada Juli 2016 lalu.

Hayes merupakan profesor yang mengepalai Family Action Center di The University Of Newcastle Australia. Ia juga mengelola Hayes Family Foundation, sebuah lembaga yang membantu konsultasi bagi keluarga yang membutuhkan bantuan.

Keluarga memiliki peranan penting dalam membentuk karakter seorang anak. Sebagai suatu sistem sosial terkecil, keluarga menanamkan nilai-nilai moral dalam kepribadian yang menjadi dasar mentalitas seseorang.

Baca Juga

Keluarga memiliki fungsi kompleks yang tidak hanya mengenai produksi dan konsumsi, tetapi juga mental dan spiritual. Di negara Indonesia yang masyarakatnya agamis dan pranata sosialnya cukup kuat, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter seorang anak.

Baca juga:  Gus Dur Kecil, Membaca dan Bermain

Berbagai tema mengenai Islam dan era digital dibahas di forum AICIS. AICIS adalah forum kajian keislaman yang telah berjalan sejak 19 tahun lalu. Pada gelaran AICIS ke 19 ini, sekitar 1700 sarjana islamic studies berkumpul di indonesia selama empat hari, pada 1-4 Oktober 2019. Pertemuan ini membahas 450 paper dari 1300 yang diseleksi.

Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top