Sedang Membaca
Gus Dur: Orang NU Banyak yang Gendeng
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Gus Dur: Orang NU Banyak yang Gendeng

Redaksi
  • Tanda-tanda kejiawaan kita sehat, katanya, adalah mampu menertawakan diri sendiri, termasuk menertawakan oraganisasi sendiri. Inilah warisan Gus Dur yang tidak bisa diremehkan.

Dalam perjalanan ke Iran, Gus Dur ditanya oleh Kang Jalaluddin Rahmat tentang anak pertamanya, Alissa Qotrunnada, yang kuliah di Fakultas Psikologi (UGM).

“Anak kiai kok masuk Psikologi?” tanya Kang Jalal, agak serius.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“Soalnya, orang-orang NU banyak yang gendheng,” jawab Gus Dur. Gendheng itu bahasa Jawa. Artinya gila.

Mendengar jawaban Gus Dur yang sekenanya itu, Kang Jalal tak mau kalah. “Ah, tampaknya anak Anda dikirim untuk berkhidmat kepada bapaknya. Bukan mengobati orang NU, tapi mengobati bapaknya.”

(SumberGer-geran Bersama Gus Dur, penyunting Hamid Basyaib dan Fajar W. Hermawan, Alvabet, 2010)

Baca juga:  Azan di Malta
Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top