Sedang Membaca
25 Tahun Ki Ageng Ganjur: Jalan Dakwah Kebudayaan
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

25 Tahun Ki Ageng Ganjur: Jalan Dakwah Kebudayaan

Img 20210816 Wa0000

Ki Ageng Ganjur adalah kelompok musik yang menempuh jalan dakwah dengan pendekatan budaya. Melalui musik, Ki Ageng Ganjur melakukan dakwah menyebar nilai-nilai kemanusiaan, merawat keberagaman, menjaga persaudaraan, dan merajut perbedaan sebagai perwujudan ajaran Islam.

Kelompok musik ini didirikan oleh beberapa aktivis mahasiswa Yogya tahun 90-an yang diinisiasi oleh Ngatawi AL-Zastrouw atas pentunjuk KH. Abudrrahman Wahid (Gus Dur).

Selama meniti perjalanan dakwah di jalur kuktural, Ki Ageng Ganjur sudah menjelajah di berbagai tempat di Indonesia, mulai Jawa, NTB, Silawesi, Kalimantaan sampai di ujung barat Sumatra, Aceh. Selain berkolaborasi dengan beberapa seniman lokal, Ki Ageng Ganjur juga melakukan kolaborasi dengan beberapa musisi legendaris dan artis ibu kota, di antaranya Iwan Flas, SLANK, Fadi Padi, Mell Shandy, Trie Utami, Mely Guslow, Cici Faramida. Dewi Yull, Evie Tamala, Andi/riff, Ioang Lazuardi, Hamdan ATT, Yus Yunus dan beberapa artis muda seperti Iksan Skuter, Anji Manji, Rose Merry, Budi Cilok, Sarah Saputri dan lain-lain. Bahkan Ki Ageng Ganjur pernah kolaborasi dengan musisi dari luar negeri seperti Tonny Blackman (AS) dan Marry Mc Brige (AS).

Gerakan dakwah kultural KI Ageng Ganjur tidak hanya dilakukan di dalam negeri tetapi juga sampai ke luar negeri. Beberapa negara yang pernah dikunjungi Ki Ageng Ganjur untuk berdakwah melalui musik di antaranya Qatar, Uni Emirat Arab, Hongkong, Belanda, Belgia, Jerman, dan AlJazair. Bahkan ada beberapa negara pernah didatangi Ganjur lebih dari satu kali.

Baca juga:  Haul Presiden Gus Dur di Pecinan: Namanya Telah Kami Pahat di Sanubari

Tanggal 16 Agustus, Ki Ageng Ganjur tepat berusia 25 tahun. Untuk merayakan ulang tahun yang ke 25, mereka akan menyelenggarakan suatu event bertajuk Perayaan 25 Tahun Perjalanan Dakwah Kultural Ki Ageng Ganjur. Event ini akan digelar pada Senin, 16 Agustus 2021 jam 19.30.

Selain sebagai bentuk rasa syukur event ini juga dimaksudkan untuk memberikan apresiasi kepada kolega, sahabat dan berbagai pihak yang telah menemani Ganjur dalam meniti dakwah di jalur kultural.

“Sudah lama kami tidak bertemu dengan teman-teman artis dan kolega yang pernah kolaborasi, karena pandemi. Melalui event ini kami ingin temu kangen sekaligus menyambung silaturahim meskipun hanya lewat onine,” Kata Zastrouw sebagai pimpinan Ki Ageng Ganjur.

Selanjutnya Zastrouw juga menjelaskan bahwa event kali ini diharapkan dapat memicu semangat berkreasi para musisi di era pandemi. “Syukur bisa menjadi inspirasi untuk membuat format konser online yang lebih kreatf dan menarik,” lanjut Zastrouw.

Selain konser, ada beberapa kegiatan yang akan digelar dalam event ini, yaitu dialog budaya dengan narasumber Dr. Al-Makin (Rektor UIN Yogyakaarta) dan Gus Muwafiq (Muballigh Millenial); peluncuran buku Jejak Dakwah Kultural; 25 Tahun Perjalanan Ki Ageng Ganjur; sambung rasa, dengan bintang tamu Iwan Fals, Bimbim Slank, Fadly Padi, Mell Shandy dan Evie Tamala. Menurut Arifatul Choiri Fauzi, producer event, dalam event ini juga akan ada segemen dialog dengan beberapa mitra yang ada di luar negeri. “Kami akan ngobrol dengan teman-teman yang ada di luar negeri untuk menggali tanggapan dan berbagai pengalaman saat Ganjur di Luar negeri,” kata Arifah.

Baca juga:  Ragu Menghitung Rakaat Shalat, Begini Tips Ahli Sufi

Beberapa jaringan dari luar negeri yang akan ikut bergabung diantaranya dari Belanda, Australia, Belgia, Jerman, Hongkong dan Aljazair.

Pagelaran ini akan didesign dengan komposisi musik yang mencerminkan perjalanan Ki Ageng Ganjur dengan beberapa artis. Misalnya Tribute to Iwan Fals yang akan membawakan lagu Iwan Fals. Tribute to Slank, maka akan dibawakan lagu Slank dengan komposisi Ki Ageng Ganjur. Demikian Seterusnya. “Kali ini kami garap musik yang unik dan menarik. Kami mengeksplorasi unsur-unsur etnik, religi dan kontemporer untuk mengekspresikan karakter Ganjur sebagai musik religius-akulturatif” Demikian kata Mamiek dan Deden sebagai penata musik dalam pagelaran ini.

Menurut Syamsul, Ketua Panitia, hampir 80 persen persiapan tehnis sudah selesai. Seluruh pengisi acara sudah confirm dan siap bergabung, equipment dan dan crew juga sudah siap. “Doakan semoga acara berjalan lancar dan sukses,” demikian kata Samsul.

Selanjutnya Syamsul menjelaskan event ini akan dilaksanakan secara hybrid yaitu perpaduan antara daring (online) dan luring (offline). Event luring akan dilaksanakan di Rumah Joglo, Jl. Kaliurang Yogya dan hanya dihadiri oleh para pengisi acara dan crew yang ada di Yogya dengan standar protokol kesehatan. Pengisi acara yang ada di luar Yogya akan bergabung melalui zoom. Event ini dapat disaksikan melalui kanal Youtube Ki Ageng Ganjur Official, Instagram: @kiagengganjurofficial dan Facebook: Ki Ageng Ganjur.

Baca juga:  Suara dari Belanda: Politik Balik Modal akan Makin Kuat
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top