Sedang Membaca
Beberapa Perbedaan antara Idul Adha dan Idul Fitri, Apa Saja?

Alumni Pondok Pesantren Al I'tishom. Sedang Menempuh Pendidikan Di Ponpes Al Anwar Sarang Rembang.

Beberapa Perbedaan antara Idul Adha dan Idul Fitri, Apa Saja?

1875a0e7 3867 4cb0 9e5d 00d71f07617a 43

Tidak banyak perbedaan secara mendasar antara Idul Fitri dan Idul Adha. Makanya judul artikel kali ini saya menggunakan diksi “beberapa” karena yang akan dituturkan adalah beberapa perbedaan yang bersifat afdholiyah (keutamaan). Dan juga mengindikasikan ada kemungkinan perbedaan lainnya yang tidak saya tuturkan dalam artikel ini.

Perbedaan pertama, sholat Idul Fitri sunah diakhirkan. Sedangkan sholat Idul Adha sunah dilaksanakan lebih pagi (awal). Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah saw, riwayat dari Ibrahim bin Ahmad dari Al Khuraitsi. Bahwasanya Rasulullah memerintahkan kepada ‘Amr bin Hazm untuk menyegarakan sholat Idul Adha dan mengakhirkan sholat Idul Fitri.

Yang menjadi hal menarik bukan dzatiah perbedaan-nya namun mengenai kenapa harus berbeda. Ada logika dari para ulama yang membuka filosofi dari perbedaan ini.

Pertama, zakat fitrah sangat disunahkan diberikan sebelum sholat sunnah Idul Fitri dilaksanakan, oleh karena itu dengan mengakhirkan (tidak menyegerakan) sholat Idul Fitri, maka akan menambah keleluasaan.

Sedangkan, dalam Idul Adha hal itu tidak terjadi. Justru dengan menyegerakan sholat sunnah Idul Adha, itu akan lebih efisien. Karena akan lebih cepat pelaksanaan qurban dan pastinya akan mempercepat orang orang menerima daging qurban.

Perbedaan kedua, di hari raya Idul Fitri, disunahkan makan sebelum melaksanakan sholat ‘Id, sedangkan di hari raya Idul Adha justru sebaliknya.

Baca juga:  Lagu, Logo, dan Muktamar Muhammadiyah

Hal ini berdasarkan sebuah hadist yang diriwayatkan Buraidah radiyallahu anhu  beliau berkata,

كان النبي صلى الله عليه وسلم لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم، ويوم النحر لا يطعم حتى يرجع فيأكل من نسيكته.

Nabi tidak pernah keluar di hari raya Idul Fitri sampai ia makan (terlebih dahulu), dan di hari raya Idul Adha beliau tidak makan sampai kembali, kemudian beliau makan dari daging qurbanya.

Kemudian makanan yang disunnahkan untuk dimakan sebelum sholat Idul Fitri adalah kurma dengan jumlah ganjil, sebagaimana yg dilakukan Rasulullah berdasarkan hadist yang diriwayatkan dari sahabat Annas radiyallahu anhu.

Lalu apa filosofi di balik perbedaan itu, pengarang kitab Al Hawy wal Bayan menuturkan bahwa hikmah nya adalah untuk memuliakan mereka para faqir miskin, dengan membarengi mereka dalam makan.

Perbedaan ini timbul dari perbedaan lain, yaitu, bahwa dalam hari raya Idul Fitri, shodaqoh (zakat fitrah) sangat disunnahkan sebelum sholat sunnah, sehingga sunnah makan supaya bisa membarengi Masākin (orang-orang miskin) makan di pagi hari itu.

Sedangkan di hari raya Idul Adha, karena pelaksanaan penyembelihan hewan qurban nya sendiri dilakukan setelah sholat sunnah. Maka jelas shodaqoh (pembagian daging qurban) pun dibagikan setelah sholat Idul Adha. Dan mengapa di hari raya Idul Adha tidak disunahkan makan sebelum menunaikan sholat, adalah karena sama dengan alasan pertama, supaya kita bisa muwafaqoh dan musyarokah dengan para fakir miskin makan di hari itu, yaitu setelah sholat ‘Id tepatnya setelah mereka mendapatkan daging sembelihan qurban.

Dalam perbedaan kedua ini ada filosofi lain.

Baca juga:  Membedah "Manuskrip Sunan Kudus" di Leiden

Yaitu, karena hari hari sebelum Idul Fitri seorang muslim tidak boleh makan pada siang hari, maka ketika Idul Fitri disunnahkan makan untuk mewujudkan perbedaan dengan hari hari sebelumnya.

Sedangkan dalam hari raya Idul Adha hal ini tidak berlaku. Walaupun ada sebagian orang yang melaksanakan puasa hari kedelapan dan kesembilan. Dan status nya sunnah, maka jelas berbeda dengan puasa Ramadan yang hukumnya wajib. Wallahu a’lam bi showab.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top