Sedang Membaca
Kakbah Tidak (akan) Pernah Sepi dari Peziarah
Penulis Kolom

Peminat literatur Islam klasik dan studi pesantren

Kakbah Tidak (akan) Pernah Sepi dari Peziarah

Adli Wahid Caqxapsh490 Unsplash

Dalam sejarahnya, Kakbah memang beberapa kali ditutup untuk kegiatan-kegiatan ibadah umat Islam. Misalnya ibadah haji pernah ditiadakan pada saat terjadinya peperangan di masa Khulafa Rasyidin seperti Perang Shiffin. Bahkan konon tidak hanya terjadi sekali penutupan Kakbah ini. Berulang kali Kakbah pernah mengalami “lock down” yang membuat umat Islam tidak bisa beribadah di sana.

Padahal, di hari-hari biasa, Kakbah selalu dipadati oleh umat Islam. Belakangan ini, masa pandemi Covid-19 yang sedang melanda berbagai negara di belahan dunia, tak terkecuali Arab Saudi di mana Makkah berada di sana, berdampak pada penutupan kegiatan ibadah di sekitar Kakbah. Bahkan bisa jadi -meskipun tentu tetap berharap semoga tidak sampai terjadi- ibadah haji tahun ini diliburkan. Tujuannya adalah memutus mata rantai penyebaran virus yang konon berasal dari Wuhan, China ini.

Secara kasat mata, alias pandangan mata orang-orang awam seperti kita (saya) ini, tentu jelas bahwa Kakbah memang benar-benar kosong. Tidak ada aktivitas di dekat baitullah ini.

Namun, dalam perspektif tasawuf, para sufi yang sudah mencapai maqam makrifat memandang lain tentang hal itu. Misalnya, Imam Al-Yafi’i dalam karyanya berjudul “Raudh ar-Rayyahin” menceritakan sebuah informasi yang didapat dari orang-orang pilihan. Ia menuturkan:

Sebagian orang (baca: kekasih Allah) menceritakan bahwa di sekitar Kakbah para malaikat, nabi-nabi, dan waliyullah selalu berada di sana. Malam Jumat yang terlihat paling ramai. Lalu Malam Senin dan kemudian disusul Malam Kamis. Kami menyaksikan para nabi berada di sekitar Kakbah. Mereka menempati tempat yang telah dikhususkan baginya. Para pengikut dari setiap nabi, keluarga, kerabat dan sahabatnya juga ikut berkumpul bersamanya. Nabi Muhammad SAW bersama para wali yang tak terhitung jumlahnya -kecuali oleh Allah SWT sendiri- berada di lokasi tertentu. Begitu juga nabi-nabi yang lainnya. Nabi Ibrahim dan keturunannya duduk di dekat pintu Kakbah sejajar dengan Maqam Ibrahim. Nabi Musa AS bersama jamaahnya yang di antaranya juga nabi-nabi lainnya berada di antara dua Rukun Yamani. Sementara Nabi Isa dan pengikutnya berada di sisi Hajar Aswad. Sedangkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW sendiri bersama keluarga, sahabat, dan para wali berada tepat di Rukun Yamani.

Baca juga:  Kopi dalam Sejarah Islam: Siapa yang Meracik Kopi untuk Pertama Kali? 

Kisah yang dituturkan oleh Al-Yafi’i ini menyiratkan kepada kita semua bahwa tidak perlu berlebihan dalam beribadah dengan menantang kebijakan-kebijakan yang diatur oleh pemerintah. Tidak usah khawatir Kakbah benar-benar kosong melompong dari kegiatan ibadah karena sejatinya Kakbah tetap ramai oleh para kekasih-kekasih-Nya.

 

 

 

 

 

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top