Sedang Membaca
Kisah Unik Mbah Bisri Mustofa Ketika Mengisi Pengajian

Pendidikan Terakhir Pesantren.

Kisah Unik Mbah Bisri Mustofa Ketika Mengisi Pengajian

Bisri Mustofa

Pada suatu malam hari dalam keadaan gerimis di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang, Mbah Bisri mengajar kitab Jalalain, Mbah Bisri selalu bercerita tentang apa yang beliau alami.

Suatu hari, beliau (Simbah Bisri Mustofa), pernah mendapatkan undangan mauidhoh hasanah dalam satu waktu, ada di dua tempat, yaitu di daerah Magelang dan daerah Pekalongan. “Saya memutuskan untuk mengisi pengajian di daerah Magelang cung (sebutan kiai kepada santri nya) dan tidak mengisi pengajian di Pekalongan”.

“Tapi cung, setelah saya mengisi pengajian di Magelang, selang dua hari saya kedatangan tamu dari Pekalongan untuk mengantarkan bisyaroh (gaji) kepada saya”.

“Kiai, ini bisyaroh nya. Terimakasih sudah mengisi pengajian di daerah kami”.

“Sebentar-sebentar saya mau tanya”.

“Silahkan kiai”.

“Tadi saya datang di Pekalongan jam berapa?”

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“Jam 9 malam kurang lebihnya kiai”.

“Terus saya disuruh duduk dulu, atau langsung naik panggung?”

“Langsung naik panggung kiai”.

“Isi mauidhoh hasanah ku tadi tentang apa?”

“Maulid Nabi kiai”.

“Ohh.. terus waktu berlangsungnya pengajian, saya minum tidak?”

“Tidak kiai”.

“Terus setelah pengajian, aku disuruh makan dulu tidak?”

“Iya kiai, tapi kiai tidak mau makan, kiai langsung pulang.”

“Ohh gitu. Tahu tidak, kemarin itu saya tidak hadir di Pekalongan, tapi saya hadir di Magelang. Karena pada hari itu saya punya jadwal ngisi pengajian ada di dua tempat, satu tempat nya sampean dan satu di Magelang. Dan saya hadir di Magelang. Dan yang di Pekalongan itu bukan saya.”

Baca juga:  Dua Alasan Mengapa Kita Harus Meneladani Gus Dur

“Tapi kiai, kemarin itu kiai datang ke Pekalongan kok.”

“Itu bukan saya, tapi itu malaikat. Malaikat itu tidak makan dan juga tidak minum, makanya itu sebelumnya tadi saya sempat tanya-tanya sama sampean kan? Tidak mungkin kalau yang hadir di Pekalongan itu setan, masak setan bisa baca Al-Qur’an? Pasti itu malaikat yang disuruh sama Allah untuk mengisi pengajian di daerah Pekalongan.”

“Iya kiai, tapi bagaimana dengan bisyaroh nya ini kiai?”

“Ya sudah, dibawa pulang aja, orang saya tidak merasa ngisi pengajian di daerah Pekalongan kok.”

“Tiba-tiba Simbah Bisri Mustofa kembali meneruskan ngaji Jalalain-nya, saya yang sejak menyimak cerita Mbah Bisri, sampai sekarang masih menuai teka-teki. Siapa gerangan yang mengisi pengajian di Pekalongan itu?”

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top