Sedang Membaca
Mengenal Kitab Pesantren (48): Dalail al Khairat, Kitab Sholawat Imam Jazuli

Santri Pondok Pesantren Al-Bidayah asuhan Kiai Nur Aziz Muslim, sedang menempuh gelar sarjana di IAIN Tulungagung.

Mengenal Kitab Pesantren (48): Dalail al Khairat, Kitab Sholawat Imam Jazuli

Dalailul Khairat

Tradisi yang erat di pesantren yaitu mengamalkan wirid-wirid khusus secara istiqamah. Dari pengamalan wirid tersebut, akan membuahkan ciri khas bahkan identitas bagi pondok pesantren yang mengamalkannya. Namun tujuan sebenarnya adalah untuk pegangan para santri, agar mereka senantiasa yakin dan dekat kepada Allah di dalam proses menjalani kehidupan.

Wirid khusus di sini maksudnya, sebuah wiridan yang diperoleh dari proses ijazah dengan ketersambungan dan kejelasan sanad. Salah satu wirid yang sering diamalkan dan diijazahkan kepada para santri adalah Dalail al Khairat. Sebuah kitab yang berisi doa-doa dan munajat atau pujian-pujian berupa shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.

Membicarakan tentang sholawat, memori kita akan otomatis mengingat salah satu firman Allah Swt dalam Al Ahzab ayat 56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Demikian ini merupakan kesunnahan yang dianjurkan secara langsung oleh Allah. Betapa sakral dan keramatnya membaca shalawat, di mana Allah juga melakukan. Dengan begitu tanpa keraguan sedikit pun, kita sebagai hamba akan sepenuhnya yakin, segala apapun yang diperintahkan Allah Swt pasti menyimpan hikmah dan faedah di dalamnya.

Termasuk shalawat-shalawat yang termaktub dalam kitab Dalail al Khairat, kitab yang dikarang oleh Sayyid Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman Al Jazuli, beliau lahir di Jazulah suatu daerah di selatan Maroko. Jika diruntut garis nasab Imam Jazuli masih sambung darah dengan sahabat Ali bin Abi Thalib.

Baca juga:  Sabilus Salikin (94): Cara Mursyid Mentalqin Masuk Tarekat Khalwatiyah

Kitab dalail khairat ditulis imam Jazuli menggunakan bahasa yang sarat dengan nilai sastra tinggi. Jika diperhatikan dengan seksama, pemilihan diksi-diksinya melalui perenungan yang dalam dan tidak sembarangan, dan satu-satunya alasan ialah tentu untuk memuliakan dan memuji Nabi Muhammad.

Beberapa litetarur yang penulis temukan tentang Imam Jazuli mengatakan, jika beliau merupakan salah satu ulama keramat yang terkenal di wilayahnya, bukti kekeramatan beliau yakni saat jenazahnya hendak dipindahkan ke kota Marrakesh (setelah 77 tahun wafat) jasad beliau tetap utuh, sebagaimana pertama kali ia dimakamkan.

Di samping itu, karomah beliau dan kitab karangannya Dalail Al Khairat juga berkaitan. Penulis berkesempatan pernah mendengarkan secara langsung setelah Yai memberikan ijazah kepada kami para santrinya, kemudian ngendikan kurang lebih: “Bagi siapa pun yang mengamalkan dalail secara istikamah selama empat tahun tidak terputus, ia akan merasakan manisnya keutamaan kitab dalail.” Maksud dari manis ialah seseorang yang mengamalkan wirid dalail, ia akan selalu diberikan keberkahan oleh Allah Swt dalam hidupnya.

Kitab Dalail al Khairat ini terdiri dari delapan hizib yaumiyah (hizib harian), tentu bacaan setiap hizib hariannya berbeda-beda; hizib hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, ahad, dan hizib hari senin yang kedua (tanda akhir dari wirid Dalail) yang dilanjutkan dengan doa. Sebelum beranjak untuk memulai membaca hizib-hizibnya, terlebih dahulu kita harus membaca asma’ al husna dan asma’ nabi.

Dan sebagai penutup dalam tulisan ini, penulis ingin memberikan informasi kepada pembaca, bahwa salah satu pondok pesantren yang istikamah mengkaji dan memberikan ijazah kitab Dalail Al Khairat dalam rangka ngaji pasan bulan ramadhan yakni Pondok Pesantren Al Bidayah Tulungagung yang diasuh oleh Kiai Nur Aziz Muslim.

Baca juga:  Mengenal Kitab Pesantren (15): Kitab Hadis Arbain Karya Syekh Hasyim Asy'ary

Dengan mengetahui ulasan serta informasi di atas, tentu kita sebagai hamba Allah SWT yang tak jauh dari keinginan-keinginan terutama mendapat keberkahan dalam hidup, semoga kita tetap berusaha menjaga agar bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw, sebagai perantara melalui kitab wirid Dalail Al Khairat, dengan niat sepenuhnya untuk mendapat ridho Allah dan syafaat Rasulullah Saw. Wallahu A’lam Bisshowaab.

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top