Sedang Membaca
Kitab An-Niat Karya Habib Muhammad bin Alawi Alaydrus: Cara Berniat di Setiap Aktivitas

Wisudawan Angkatan Pertama Ma’had Aly Ponpes Al-Iman Bulus Purworejo Jawa Tengah, Takhassus Tafsir wa Ulumuhu dan Redaktur Bilqolam Al-Iman Bulus.

Kitab An-Niat Karya Habib Muhammad bin Alawi Alaydrus: Cara Berniat di Setiap Aktivitas

Kitab An-Niat

Pembahasan niat adalah salah satu pembahasan urgen dalam agama Islam. Hal ini terbukti dengan banyaknya ulama-ulama terdahulu yang mengawali pembahasan kitab karangannya dengan pembahasan bab niat.

Mengenai pentingnya niat, Ibnu Mubarak ra. pernah berkata, “Terkadang amal kecil menjadi besar pahalanya karena niat yang baik, dan terkadang amal besar menjadi kecil pahalanya karena niat yang kurang layak.”

Hal tersebut kiranya yang menjadikan Habib Muhammad bin Alawi Alaydrus atau yang lebih dikenal dengan nama Habib Sa’ad menulis kitab dengan judul, “An-Niat”.

Sekilas tentang Kitab An-Niat

Dalam pendahuluan kitab ini, Habib Sa’ad mengatakan bahwasannya salah satu keistimewaan dan kemuliaan yang Allah swt. berikan kepada kitab karangannya ini adalah diterjemahkannya kitab ini ke dalam lima bahasa yang berbeda dan tentunya mendapat sambutan yang luar biasa, baik di dalam negeri penulis maupun di luar negerinya.

Kitab ini diawali dengan sebuah pembahasan mengenai niat-niat yang baik. Dalam pembahasan ini, beliau mengutip beberapa hadits Nabi saw. yang menjelaskan betapa pentingnya niat. Salah satu kutipan hadits tersebut berbunyi:

نية المؤمن خير من عمله

Artinya: “Niatnya seorang mukmin lebih baik dari amalnya.”

Menurut beliau, alasan dari Nabi saw. dalam hadits tersebut mengatakan bahwa niat seorang mukmin lebih baik dari amalnya adalah karena niat adalah amal (perbuatan) hati, sedangkan hati itu lebih mulia daripada anggota-anggota badan lainnya, oleh karena itu, niat (perbuatan hati) menjadi lebih baik dari perbuatan anggota badan.

Baca juga:  Kontroversi Kamus Sejarah Indonesia: Kado "Pahit" Haul ke-76 Pendiri NU Hasyim Asy'ari

Selain itu, beliau juga berargumen bahwa seseorang sudah mendapatkan pahala suatu amal perbuatan walaupun tanpa diwujudkan oleh anggota-anggota badan tersebut. Sebaliknya, perbuatan anggota-anggota badan (selain hati) tanpa adanya niat, tidak akan berdampak apa-apa, tidak memberi manfaat, dan kosong belaka.

Selanjutnya, beliau berpesan agar kita memperbaiki niat dan selalu berusaha untuk berniat baik. Hindarilah melakukan amal baik kecuali dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. dan mengharap ridha-Nya.

Hendaknya, lanjut beliau, dalam melakukan segala ketaatan dan perbuatan mubah diniatkan dengan niat-niat yang baik, sebab setiap niat baik akan diberikan pahala sempurna oleh Allah swt. sebagai anugerah dari-Nya.

Pembahasan berlanjut pada kutipan pendapat para ulama tentang niat. Dalam pembahasan ini, beliau mengutip beberapa perkataan ulama mengenai niat. Salah satu kutipan tersebut adalah:

عن يحي ابن كثير قال: تعلموا النية فإنها أبلغ من العمل

Artinya: Dari Yahya bin Katsir berkata, “Pelajarilah niat, sebab ia lebih mengena daripada perbuatan.”

Selanjutnya, tibalah pada pembahasan inti dari kitab ini, yakni macam-macam niat, baik untuk perbuatan yang bersifat duniawi ataupun ukhrawi. Berikut adalah macam-macam niat yang dipaparkan oleh beliau:

  1. Niat berangkat menuju masjid
  2. Niat berdiam diri di dalam masjid
  3. Niat mengunjungi teman
  4. Niat bershalawat kepada Nabi Muhammad saw
  5. Niat membaca dan mempelajari al-Qur’an di dalam masjid
  6. Niat qiyamul lail
  7. Niat berdakwah kepada Allah swt.
  8. Niat menikah
  9. Niat belajar dan mengajar
  10. Niat mengasingkan diri (khalwah)
  11. Niat menahan lapar karena Allah swt.
  12. Niat membaca, mengumpulkan kitab, dan menyalin ilmu
  13. Niat menyimak ilmu, mengajar, berkunjung ke tempat orang shaleh, serta menghadiri halaqah ilmu & dzikir
  14. Niat menggunakan harta benda, ladang, dan kemaslahatan umum yang diwakafkan untuk orang Muslim
  15. Niat mengunjungi guru
  16. Niat menghadiri majelis kebaikan
  17. Niat menghadiri majelis maulid
  18. Niat ziarah kubur
  19. Niat mengendarai kendaraan
  20. Niat membersihkan masjid
  21. Niat menghafalkan al-Qur’an
  22. Niat memberikan hadiah
  23. Niat mandi
  24. Niat berusaha dan bekerja
  25. Niat tidur
  26. Niat menghadiri shalat Jum’at dan shalat berjama’ah
  27. Niat ziarah ke makam Rasulullah saw.
  28. Niat berolahraga
  29. Niat mendatangi walimah
  30. Niat memasuki khalwat (mengasingkan diri)
  31. Niat berdiam diri di rumah
  32. Niat bersalaman
  33. Niat mengunjungi sanak saudara
  34. Niat memasuki perpustakaan
  35. Niat bersedekah
  36. Niat membeli buku
  37. Niat menggunakan tasbih
  38. Niat menggunakan surban
  39. Niat menggunakan jam dan membelinya
  40. Niat jalan-jalan dan bertamasya
  41. Niat adzan
  42. Niat meminum sirup ataupun jus
  43. Niat bersiwak
  44. Niat mengeraskan bacaan jika mampu terhindar dari sifat riya’
  45. Niat shalat di shaf akhir
  46. Niat pergi ke kolam renang
  47. Niat menghadiri pelajaran
  48. Niat menasihati saudara
  49. Niat mencatat persoalan dalam disiplin ilmu
  50. Niat berwudhu
  51. Niat memakai pakaian baru
  52. Niat memasuki pasar
  53. Niat memasuki kamar mandi
  54. Niat makan
  55. Niat minum teh dan kopi
  56. Niat berdagang
  57. Niat memenuhi kebutuhan manusia dan membantunya
  58. Niat membeli hewan
  59. Niat membeli mobil dan sejenisnya
  60. Nait menjenguk orang sakit
  61. Niat menghadiri acara haul dan berziarah
  62. Niat memasuki rumah sakit dan menjenguk orang sakit
  63. Niat keluar rumah
  64. Niat bepergian
  65. Niat ziarah ke makam Nabi Hud as.
  66. Niat membaca surah Yasin
Baca juga:  Sekilas Mengenal Hafis Azhari: Penulis Novel Perasaan Orang Banten

Kitab ini ditutup dengan sebuah anjuran agar kita tidak melewatkan niat baik sedikitpun di setiap perbuatan, kapan pun dan di mana pun. Sesuatu yang hukumnya mubah pun, lanjut beliau, jika niat melakukannya baik, maka akan mendapatkan kebaikan dan pahala pula, sebab niatnya seorang mukmin lebih baik dari amal perbuatannya.

Dengan membaca kitab ini, harapannya para pembaca dapat mempraktikkan niat-niat yang ada di dalamnya saat melakukan berbagai macam aktivitas, baik yang bersifat duniawi ataupun ukhrawi.

 

Identitas Kitab

Nama Kitab: An-Niat

Penulis: Habib Muhammad bin Alawi Alaydrus (Habib Sa’ad)

Penerbit: Maktabah At-Turmusy lit Turots

Kota Terbit: Depok

Jumlah Halaman: 126

ISBN: 978-602-51630-1-2

 

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top