Sedang Membaca
Bagaimana Umat Islam di India Menjalankan Ritual Kurban?

Dosen di IAIN Pekalongan, Jawa Tengah. Alumnus Ponpes Fathul Huda, Karanggawang, Demak. Menyelesaikan S2 di Osmania University, India

Bagaimana Umat Islam di India Menjalankan Ritual Kurban?

Whatsapp Image 2020 07 25 At 7.40.19 Pm

“Jangan sampai hari ini kita menenteng daging sapi, esok hari gantian daging kita yang ditenteng (oleh warga).”

Di atas adalah kutipan dari seorang kawan senior saat kami tengah menjalani studi di India. Sekilas, ungkapan tentang cara memperlakukan daging hewan kurban tersebut terdengar berlebihan. Namun di India, meski secara harfiah belum terbukti, ungkapan itu kiranya cukup menggambarkan betapa repotnya menangani penyembelihan hewan kurban, terutama sapi. Ritual penyembelihan ini setidaknya tidak semudah seperti di Indonesia.

September 2014, saya dan beberapa kawan yang tergabung dalam PPI Hyderabad (Persatuan Pelajar Indonesia di Hyderabad, India) berkesempatan mengatur pelaksanaan kurban bagi warga Indonesia di Hyderabad yang ingin ikut berkurban. Secara keseluruhan, ada sekitar 50 hingga 60 warga Indonesia, terdiri dari pelajar dan pekerja. Saat itu, kami berhasil membeli lima ekor sapi (jantan) untuk dikurbankan pada hari raya Idul Adha.

Mula-mula kami mendatangi masjid yang telah ditunjuk oleh otoritas setempat untuk memfasilitasi pelaksanaan penyembelihan kurban. Tidak semua masjid memperoleh izin memfasilitasi ritual umat muslim ini. Di area masjid itu, kami memilih sapi, membelinya, serta memasrahkan semua urusan terkait kurban kepada pengurus masjid.

Tidak seperti di Indonesia, di India penyembelihan sapi untuk keperluan kurban hanya boleh dilakukan melalui pengurus masjid atau slaughter house yang memiliki lisensi saja. Kita juga tidak bisa leluasa melihat orang-orang berjual-beli binatang secara bebas di pinggir-pinggir jalan atau di tempat umum lain menjelang Idul Adha.

Baca juga:  Anjing yang Mengislamkan Puluhan Ribu Orang

Selanjutnya, setelah jual-beli selesai, kami diberitahu oleh panitia perihal kapan dan di mana kami akan bisa melihat kembali sapi-sapi yang telah dibeli, yakni terkait waktu dan tempat penyembelihannya.

Tempat penyembelihan hewan kurban biasanya dipusatkan di tempat tertentu. Seringkali, tempat tersebut adalah tempat jagal di perkampungan yang dihuni oleh mayoritas warga muslim. Sekalipun di perkampungan muslim, lokasi penyembelihan akan ditutup oleh kain setinggi rumah dan dijaga ketat oleh polisi bersenjata. Untuk menjangkau lokasi tersebut, kami harus menempuh jarak sejauh 40-an kilometer dengan kereta api lokal, disambung dengan bajaj.

Setelah menyaksikan penyembelihan hewan kurban, tugas kami dalam mengatur pelaksanaan kurban bagi warga Indonesia relatif selesai. Selanjutnya, pengurus masjid akan menyerahkan sebagian daging kurban ke tempat di mana kami tinggal. Sebagai warga negara asing, kami tidak diperkenankan mengambil sendiri daging sapi (jantan) yang hendak diterimakan. Hal ini karena menenteng daging kurban tanpa paham aturan berpotensi dapat membahayakan keselamatan orang yang bersangkutan. Biasanya kami diberitahu terlebih dahulu tentang kapan daging kurban akan diantar.

Di tengah masyarakat yang menaruh hormat tinggi terhadap nyawa binatang, penyembelihan kurban selalu menjadi isu sensitif di India. Isu ini sensitif karena selain ritual kurban dinilai sebagai bentuk kekejaman terhadap binatang, ia juga dapat menyakiti hati umat Hindu yang mengkultuskan binatang sapi. Itulah mengapa setiap kali menjelang hari raya Idul Adha, selalu ada demonstrasi oleh kalangan terpelajar di India, terutama para aktivis perlindungan binatang dan aktifis lingkungan yang mengeluhkan masalah limbah hewan kurban.

Baca juga:  Gerakan Islam di Tanah Banjar: Tuan Guru, Media Sosial, dan Pergumulan Paham Keagamaan

Sebagaimana diatur oleh Pemerintah India, penyembelihan binatang apa pun untuk keperluan kurban harus memenuhi sejumlah persyaratan. Antara lain, penyembelihan harus dilakukan di tempat yang telah berlisensi atau berizin resmi dari otoritas setempat. Binatang yang disembelih juga harus sudah cukup usia (di atas tiga bulan), memiliki sertifikat sehat dari dokter hewan, tidak dalam keadaan hamil dan tidak memiliki keturunan yang usianya kurang dari tiga bulan.

Itulah mengapa sapi yang dipilih untuk ritual kurban adalah jenis sapi jantan (Inggris: ox), bukan sapi betina (Inggris: cow). Pemilihan sapi jantan ini adalah semacam kompromi atau jalan tengan (?) oleh umat muslim di India agar tidak terlalu menyinggung perasaan umat Hindu. Salah seorang teman Hindu di India pernah suatu ketika mengatakan bahwa, menyembelih sapi betina merupakan bentuk kekejaman yang berlipat karena hal ini dinilai dapat memutus keturunan atau kehidupan sapi berikutnya.

Selain aturan di atas, jumlah maksimum hewan yang boleh disembelih juga harus proporsional merujuk pada rasio populasi masyarakat muslim di mana tempat pemotongan hewan (slaughter house) berada. Hanya ada beberapa slaughter house saja di wilayah setingkat kabupaten, sesuai yang telah ditunjuk oleh otoritas setempat.

Meski penyembelihan binatang sapi (jantan) masih jamak dilakukan oleh masyarakat Muslim India pada saat Idul Adha, tidak sedikit ulama-ulama lokal di beberapa negara bagian (state) yang menyeru untuk tidak menyembelih sapi atau kerbau, namun mencukupkannya dengan kambing, domba atau unta saja. Menurut mereka, yang demikian ini dimaksudkan untuk menjaga persaudaraan dan kerukunan dengan umat Hindu.

Baca juga:  Politik Iqbal & Puisi Kematiannya

Menurut laporan yang dirilis oleh Pew Research Center, jumlah penduduk Muslim di India pada tahun 2015 mencapai 194 juta jiwa, atau hampir 15% dari total penduduk India. Jumlah ini menempatkan India di peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia, setelah Indonesia (219 juta jiwa) dan disusul Pakistan (184 juta jiwa). Di India, Islam adalah agama terbesar kedua setelah Hindu. Agama-agama lain yang juga banyak dianut oleh masyarakat India adalah Kristen, Sikh, Buddha dan Jain.

Whatsapp Image 2020 07 25 At 7.40.21 Pm
Penulis bersama dau kawan (Foto: Jauhari)
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
1
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top