Sedang Membaca
Wanita Penyebab Pengangguran?
Ma'ruf Khozin
Penulis Kolom

Alumni pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri. Aktif mengisi ceramah umum.

Wanita Penyebab Pengangguran?

16587187 10208638768195226 458670791607846269 O

Ada seorang ustaz menulis di FBnya tentang faktor penyebab pengangguran adalah karena wanita yang bekerja di luar rumah.

Saya berkeyakinan sebenarnya wanita banyak yang ingin mengasuh anaknya dan bisa tercukupi dengan nafkah suaminya. Buktinya? Banyak suami yang tidak memiliki skil kerja, enak-enakan menelantarkan kelurga, memberi nafkah kurang, akhirnya wanitalah yang menjadi tulang punggung keluarga yang semestinya para wanita bisa menggugat cerai karena tidak memberi nafkah berbulan-bulan.

Saya menilai wanita yang sampai rela bekerja jutsru karena kemurahan hati mereka turut membantu keuangan suami demi keutuhan keluarga. Anehnya, di posisi seperti ini masih ada lelaki yang mau nambah lagi?

Bagaimana dengan ayat yang memerintahkan wanita berdiam diri di dalam rumah?

وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ

“Dan hendaklah kamu tetap berada dalam rumahmu…”

Al-Ahzab: 33.

Ayat ini memang terdapat khilafiyah dari para ulama. Saya kutip dari Syekh Athiyyah dari Mesir:

ﻓﻬﻮ ﺧﺎﺹ ﺑﻨﺴﺎء اﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ

“Ayat ini tertentu bagi istri-istri Nabi shalallahu alaihi wa sallam”. Bisa dilihat dari runtutan redaksi ayatnya, baik sebelum atau sesudahnya.

Mufti Al-Azhar menyampaikan 2 dalil hadis:

” ﺇﻥ اﻟﻠﻪ ﺃﺫﻥ ﻟﻜﻦ ﺃﻥ ﺗﺨﺮﺟﻦ ﻟﻘﻀﺎء ﺣﻮاﺋﺠﻜﻦ “

“Sungguh Allah telah mengizinkan kalian (para wanita) keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan kalian” (HR Bukhari)

Baca juga:  Selir, Gundik, atau Harem dalam Pandangan Islam

ﻭاﻟﺤﻮاﺋﺞ ﻋﺎﻣﺔ ﻏﻴﺮ ﻣﺨﺼﻮﺻﺔ ﺑﻌﻤﻞ ﻣﻌﻴﻦ، ﻭﻛﺎﻥ اﻟﻨﺴﺎء ﻳﺒﺎﺷﺮﻥ ﺃﻋﻤﺎﻻ ﺧﺎﺭﺝ اﻟﺒﻴﺖ، ﻛﻄﻠﺐ اﻟﻌﻠﻢ ﻭﻛﺴﺐ اﻟﻌﻴﺶ، ﺃﻳﺎﻡ اﻟﻨﺒﻰ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻭﺭﻭﻯ اﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺭﺃﻯ ﺃﺳﻤﺎء ﺑﻨﺖ ﺃﺑﻰ ﺑﻜﺮ، ﺯﻭﺟﺔ اﻟﺰﺑﻴﺮ ﺗﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺭﺃﺳﻬﺎ اﻟﻨﻮﻯ ﻟﺘﻌﻠﻒ ﺑﻪ اﻟﻨﺎﺿﺢ – اﻟﺠﻤﻞ ﺃﻭ اﻟﻔﺮﺱ -ﻓﻠﻢ ﻳﻨﻜﺮ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﺑﻞ ﺩﻋﺎﻫﺎ ﺇﻟﻰ اﻟﺮﻛﻮﺏ ﺧﻠﻔﻪ ﺷﻔﻘﺔ ﻋﻠﻴﻬﺎ.

Kebutuhan itu sifatnya umum, tidak tertentu dengan pekerjaan khusus. Wanita yang berkerja di luar rumah seperti mencari ilmu dan mencari penghidupan di masa Nabi shalallahu alaihi wa sallam sudah bisa dijumpai. al-Bukhari meriwayatkan hadis bahwa Nabi melihat Asma’ binti Abu Bakar, istri Zubair bin Awwam, mengangkut rumput sebagai makanan unta atau kuda. Nabi tidak mengingkarinya. Bahkan Nabi menyuruh naik di belakangnya karena kasihan padanya

ﻓﻠﻠﻤﺮﺃﺓ ﺃﻥ ﺗﺰاﻭﻝ ﻋﻤﻼ ﺧﺎﺭﺝ اﻟﺒﻴﺖ، ﻭﺑﺨﺎﺻﺔ ﺇﺫا اﺣﺘﺎﺟﺖ ﺇﻟﻴﻪ، ﺃﻭ ﻛﺎﻥ اﻟﻌﻤﻞ ﻣﺤﺘﺎﺟﺎ ﺇﻟﻴﻬﺎ، ﺑﻞ ﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﻭاﺟﺒﺎ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻻﺣﻘﺎ ﻟﻬﺎ

Boleh bagi wanita bekerja di luar rumah, khususnya jika ia memerlukan pekerjaan tersebut atau ia dibutuhkan untuk perkejaan tertentu, bahkan kadang bersifat wajib baginya.

Namun ketika wanita bekerja di luar rumah harus tetap menjaga beberapa keharusan dalam agama:

ﻭﻗﺪ ﻗﺮﺭ اﻟﻌﻠﻤﺎء: ﺃﻥ ﺧﺮﻭﺟﻬﺎ ﻟﻠﻌﻤﻞ ﻣﺮﻫﻮﻥ ﺑﻌﺪﻡ اﻟﺘﻘﺼﻴﺮ ﻓﻰ اﻟﻮاﺟﺐ اﻷﺳﺎﺳﻰ ﻭﻫﻮ اﻟﻤﻨﺰﻝ اﻟﺬﻯ ﻳﻮﻓﺮ اﻟﺴﻜﻦ ﻭاﻟﻤﻮﺩﺓ ﻭﻳﺮﺑﻰ اﻟﻨﺶء ﻭﻳﻌﺪﻩ ﻻﺳﺘﻤﺮاﺭ اﻟﺤﻴﺎﺓ اﻻﺟﺘﻤﺎﻋﻴﺔ ﻭاﻹﻧﺴﺎﻧﻴﺔ، ﻭﺫﻟﻚ ﻣﺮﻫﻮﻥ ﺑﺈﺫﻥ اﻟﺰﻭﺝ ﻟﻬﺎ

Baca juga:  Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan (3): Menyoal Pesantren dan Impunitas dalam Kasus Kekerasan Seksual

Para ulama telah menetapkan bahwa keluarnya istri untuk berkerja harus ada jaminan tidak mengabaikan tugas pokok yaitu rumah untuk dijadikan tempat tinggal, kecintaan dan mendidik untuk kelangsungan kehidupan sosial dan kemanusiaan. Semuanya bergantung pada izin suaminya (Fatawa Al Azhar, 8/450).

 

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top