Sedang Membaca
Teriakan “Alae”, Tradisi di Maluku untuk Menyemangati Salat Tarawih
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Teriakan “Alae”, Tradisi di Maluku untuk Menyemangati Salat Tarawih

M Kashai Ramdhani Pelupessy
  • Teriakan “alae..!” biasanya dilakukan sepanjang salat tarawih oleh para jamaah secara bersama-sama. Teriakan ini dilakukan usai salam dan setelah lantunan-lantunan selawat serta bacaan taradhdhi.

Siri-Sori Islam adalah kampung yang berada di kecamatan Saparua Timur, Maluku Tengah, Maluku. Di Pulau Saparua terdapat 116 desa. Siri-Sori Islam adalah desa yang penduduknya beragama Islam, di samping ada dua desa lainnya yang juga berpenduduk Islam. Jadi, bisa dikatakan bahwa hanya ada tiga desa di pulau Saparua yang penduduknya beragama Islam.

Uniknya, desa Siri-Sori Islam ini memiliki saudara “gandong” (saudara beda agama) dengan Siri-Sori Kristen. Di samping itu, Siri-Sori Islam juga punya tali persaudaraan (“pela”) dengan desa Haria. Hal ini menunjukkan adanya keberagaman lintas agama yang harmonis di pulau Saparua.

Sampai saat ini, masih belum jelas kapan penduduk Siri-Sori memeluk agama Islam. Namun yang pasti, sesuai keyakinan masyarakat setempat bahwa ada satu ulama besar yang berasal dari Baghdad pada masa kekhalifahan Abbasiyah sempat menyiarkan agama Islam di Siri-Sori.

Ulama tersebut bernama Maulana Syaikh Abdurrahman Assagaf. Di samping itu, ada juga ulama dari Tuban Jawa Timur yang sempat singgah di desa Siri-Sori mengajarkan agama Islam. Masyarakat setempat memanggil nama ulama asal Tuban tersebut dengan Abdullah.

Berkat para ulama-ulama tersebut, akhirnya penduduk Siri-Sori memeluk agama Islam. Pengajaran agama Islam terus dilanjutkan oleh para mubalig setempat, seperti Tuan Guru Haji Nawawe Saimima, Tuan Guru Haji Bakari Pelupessy, Tuan Guru Haji Anas Holle, Tuan Guru Haji Said Pelupessy, dan Tuan Guru Haji Hasan Kaplale. Para Tuan-tuan guru inilah yang melanjutkan perjuangan dalam mengajarkan agama Islam di desa Siri-Sori. Alfatihah untuk mereka semua.

Ada satu pengajaran yang dititipkan oleh para tuan guru untuk masyarakat Siri-Sori Islam ialah teriakan “alaee..!” Sampai detik ini, belum ditemukan data yang jelas kapan konsepsi teriakan “alaee..!” mulai dipraktikkan masyarakat setempat. Di samping itu, belum ditemukan juga apa yang mendasari masyarakat setempat meneriakkan kata “alae..!” tersebut.

Teriakan “alae..!” biasanya dilakukan sepanjang salat tarawih oleh para jamaah secara bersama-sama. Teriakan ini dilakukan usai salam dan setelah lantunan-lantunan selawat serta bacaan taradhdhi.

Baca Juga

Teriakan “alae..!” biasanya dengan suara yang keras dan menggema sampai ke seantero negeri Siri-Sori Islam.

Uniknya, bagi siapa yang mendengar teriakan “alae..!” ini pasti tersentak dan lebih semangat mengerjakan salat tarawih 20 rakaat (dikerjakan tiap dua rakaat) plus witir 3 rakaat (dua plus satu rakaat. Mungkin inilah yang mendasari teriakan “alae..!” harus dilakukan untuk membangkitkan semangat jamaah salat tarawih. Semoga tradisi teriakan “alae..!” masih tetap terjaga sampai anak-cucu kelak. Aamiin.

 

Lihat Komentar (0)

Komentari