Sedang Membaca
Afiyah al-Musytaqah dari Bashrah
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Afiyah al-Musytaqah dari Bashrah

Muhammad Iqbal

Afiyah al-Musytaqah terus-menerus terpesona (walihah) dan lebur dalam cinta kepada Tuhan (ha’imah). Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk berzikir kepada Allah swt, dan ia jarang berakrab-akrab dengan seseorang.

Ibrahim ibnu al-Junaid menyebutkan bahwa Afiyah bisa terjaga sepanjang malam, dan di siang hari ia mencari perlindungan dari kontak manusia dengan cara berlindung ke pemakaman. Ia pernah mengatakan,

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“Si pecinta tak pernah lelah menyeru Kekasihnya, dan tak ada sesuatu pun yang menarik hatinya, selain Kekasihnya itu. Oh… betapa rindunya! Betapa rindunya!”

Sumber: Abu ‘Abdurrahman as-Sulami, Early Sufi Women (Fons Vitae, Louisville, Kentucky, USA, 1999), dialihbahasakan oleh Rkia F. Cornell, dari kitab Dzikr an-Naswah al-Muta’abbidat ash-Shufiyat.

Baca juga:  Belajar Akhlak dari Dua Sufi Agung
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top