Sedang Membaca
Tafsir Kerinduan (6/Bagian Akhir): Perempuan Jiwa yang Sempurna
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Tafsir Kerinduan (6/Bagian Akhir): Perempuan Jiwa yang Sempurna

Husein Muhammad

Dibagiaan akhir ini, penulis ingin sedikit mencatat, apa sebetulnya yang ingin dikemukakan Ibnu Arabi tentang perempuan?

Penyebutkan nama-nama perempuan, oleh Ibnu Arabi, sebenarna ingin memperlihatkan juga pandangannya tentang relasi laki-laki dan perempuan dalam perspektif gender.

Perempuan, katanya dalam al-Futuhat al-Makkiyah, adalah jiwa yang sempurna. Antara laki-laki dan perempuan memang ada perbedaan keunggulan satu atas yang lain. Meski demikian, keduanya adalah setara (sama) dalam kesempurnaannya. Ini identik dengan makna firman Tuhan, “Tilka al-rusul fadhdhalnâ ba’dhahum ‘alâ ba’dh” (Para utusan Tuhan itu satu atas yang lain Aku lebihkan).

Dari aspek kerasulannya keduanya sama, tidak ada yang lebih unggul. Tetapi dari aspek tugas kerasulannya, memang ada perbedaan keunggulan satu atas yang lain. Memang demikian, karena pada saat lain Tuhan juga mengatakan, “Lâ nufarriqu bayna ahad min rusulih” (Kami tidak membeda-bedakan di antara utusan Kami).

Sampai di sini orang lalu menemukan pandangannya tentang tentang relasi laki-laki dan perempuan. Kedua jenis kelamin ini adalah setara dalam aspek universalitas kemanusiannya, tetapi berbeda dalam tugas kemanusiannya dengan kadar yang relatif, tergantung konteks sosialnya.

Dalam “al-Futuhat al-Makkiyah”, Ibnu Arabi menyatakan pandangannya dengan lebih jelas:

إن النساء شقائق الذكران
فى عالم الارواح والابدان
والحكم متحد الوجود عليهما
وهو المعبر عنه بالانسان
وتفرقا عنه بامر عارض
فصل الاناث به من الذكران

Baca juga:  Dakwah Sebagai Media Transformasi Sosial (1)

Perempuan adalah saudara kandung laki-laki
Di alam ruh dan dalam tubuh kasar
Keduanya satu dalam eksistensinya
Ialah manusia
Perbedaan antara mereka aksiden semata
Perempuan dan laki-laki memang beda

Puisi Ibnu Arabi ini mengingatkan kita pada hadits Nabi :

Baca Juga

ان النساء شقاءق الرجال

“Sejatinya perempuan itu saudara kandung laki-laki”.

Demikian enam seri tentang satu karya Ibnu Arabi. Semoga bermanfaat.

16.05.19

Lihat Komentar (0)

Komentari