Sedang Membaca
Kisah Lelaki Mati Terhina karena Sering Merendahkan Wanita
Hosiyanto Ilyas
Penulis Kolom

Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Miftahul Ulum Bangkalan. Pernah menimba ilmu di Ponpes Attaroqqi Karongan Sampang. Pegiat Bahtsul Masail LBM NU.

Kisah Lelaki Mati Terhina karena Sering Merendahkan Wanita

Dalam ajaran Islam wanita memiliki kedudukan yang mulia. Dalam tata cara berpakaian, wanita diperintahkan menutup aurat. Ini bagian dari penghormatan dan penghargaan Islam terhadap mereka. Sekaligus, mereka akan merasa terjaga dan terpelihara kehormatan dirinya.

Di bawah ini adalah kisah seorang lelaki yang merendahkan wanita, hingga akhirnya ia mati dalam keadaan terhina atau Suul Khatimah. Kisah ini disarikan dari kitab, Al-Jauhar Al-Farid Syarah Ala Al-Manhaj As-Sadid (Juz, 1 Hlm. 226) kitab tersebut karya ulama asal pulau garam Madura yang produktif sampai saat ini menulis kitab dengan berbahasa Arab. Beliau adalah KH. Ahmad Ghazali Muhammad Fathullah.

Adapun kisahnya sebagai berikut: Ada seorang lelaki yang sering berbuat maksiat, ia berdiri di depan rumahnya. Lelaki itu, mendesain rumahnya sangat mirip dengan pintu kamar mandi pada umumnya, sehingga orang yang tidak mengetahuinya akan mengira bahwa rumah lelaki itu, adalah kamar mandi umum.

Pada suatu hari lewatlah wanita cantik jelita di depan rumah si lelaki. Wanita cantik jelita itu, menanyakan kamar mandi, ia bermaksud untuk buang air kecil atau air besar. Tampa pikir panjang si lelaki itu menunjukkan rumahnya, ia berujar, “Ini kamar mandinya silahkan langsung masuk”

Wanita cantik jelita itu tampa keraguan langsung masuk, ia tidak menyadari bahwa yang dimasuki bukan kamar mandi melaikan rumah si lelaki itu. Wanita cantik jelita itu, tidak menaruh curiga karena rumah lelaki itu, sangat mirip dengan kamar mandi umum.

Baca juga:  Renungan 10 Hari Terakhir Puasa Kita

Ketika wanita cantik jelita itu masuk si lelaki mengikutinya dari belakang. Si wanita cantik jelita terkejut ketika memasukinya ternyata bukan kamar mandi melainkan sebuah Rumah. Akhirnya wanita cantik jelita itu sadar bahwa ia ditipu. Si lelaki akan merencanakan sesuatu yang buruk pada wanita cantik jelita itu.

Dalam keadaan ketakutan wanita cantik jelita itu, berfikir bagaimana caranya bisa lepas dari keburukan perilaku si lelaki. Wanita cantik jelita itu, berpura-pura senang bisa bersama dan berduaan dengan lelaki itu.

Wanita cantik jelita itu, berujar sambil menggoda, “Untuk semakin enak, semakin mesra, dan bersemangat berduaan, harus ada makanan yang enak, saat ini aku lapar sekali, dari kemarin aku belum makan, dan juga harus ada minyak wangi supaya tambah romantis”

Lekaki itu, tergoda dan gembira, ia merasa sangat beruntung, karena ia menganggap wanita cantik jelita itu mempunyai pikiran yang sama, sama-sama menyukai. Lelaki itu berkata, “Baik kalau begitu tunggu sebentar aku akan mencari makanan yang lezat dan minyak wangi terbaik, bahkan yang termahal di daerah ini.”

Tampa pikir panjang si lelaki itu segera keluar rumahnya, dengan hati yang sangat senang sekali, saking senangnya ia lupa mengunci pintu rumahnnya dan ia pergi meninggalkan wanita cantik jelita itu sendirian.

Baca juga:  Gus Baha Mengajak Kita Beragama dengan Gembira

Kesempatan emas itu tidak di sia-siakan oleh wanita cantik jelita, ia segera keluar dan berlari meninggalkan rumah si lelaki itu. Setelah lelaki itu datang dengan membawa semua pesanan si wanita cantik jelita, alangkah terkejutnya ia tidak menemukan wanita cantik jelita itu, di dalam rumahnya.

Akhirnya lelaki itu kebingungan karena sudah terlanjur mencintai, dan mengagumi kecantikannya, ia tidak tau harus kemana mencarinya sehingga ia frustasi dan ia mengalami gangguan jiwa (gila).

Setiap hari menyusuri jalan sambil menyebut nama wanita itu, bahkan sampai akhir hayatnya ia tidak bisa mengucapkan kalimat, “Laa ilaha illallahu” Ia mati dalam keadaan Suul Khatimah karena seringkali merendahkan kehormatan wanita.

Wallahu A’lam Bissawab.

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top