Sedang Membaca
Empat Perkara yang Mengusik Pikiran Ibrahim bin Adham
Hosiyanto Ilyas
Penulis Kolom

Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Miftahul Ulum Bangkalan. Pernah menimba ilmu di Ponpes Attaroqqi Karongan Sampang. Pegiat Bahtsul Masail LBM NU.

Empat Perkara yang Mengusik Pikiran Ibrahim bin Adham

Mistikus Sufi.blogspot

Dikisahkah, ada seseorang yang datang menemui Syekh Ibrahim bin Adham dan ia mengajukan permintaan kepada Syekh Ibrahim bin Adham, “Wahai Syekh Ibrahim bin Adham! Andaikan engkau berkenan hadir ke masjid untuk memberikan ceramah atau tausiyah, kami akan setia mendengarkannya.”

Mendengar permintaan itu, Syekh Ibrahim bin Adham menjawab, “Ketahuilah! Bahwasannya aku direpotkan dengan empat perkara, andaikan empat perkara ini tidak mengusikku, tentu saja aku akan datang ke masjid untuk memberikan ceramah atau tausiyah kepada kalian.”

Pernyataan Syekh Ibrahim bin Adham penuh dengan misteri dan teka-teki, maka bertanyalah seseorang itu, kepada Syekh Ibrahim bin Adham, “Apa yang dimaksud dengan empat perkara yang selalu mengusik di pikiranmu.” Syekh Ibrahim bin Adham menjawab pertanyaan itu, dengan tegas.

Adapun empat perkara yang menjadi jawaban Syekh Ibrahim bin Adham diabadikan oleh Syekh Syihabuddin Al-Qulyubi dalam karyanya kitab An-Nawadir. Adapun empat perkara yang mengusik pikiran Syekh Ibrahim bin Adham adalah:

Pertama, ketika Allah mengambil ruh manusia, akan ada golongan yang selamat dan ia akan dimasukkan ke surga, dan ada golongan yang celaka dan ia akan dimasukkan ke neraka, Dan Syekh Ibrahim bin Adham menyatakan, “Aku termasuk golongan yang mana? (selamat atau celaka)

Baca juga:  Syams-e Tabriz, Sufi Misterius di Balik Nama Besar Rumi

Kedua, tentang seorang anak apabila telah ditetapkan Qada’ dan Qadarnya saat berada di dalam kandungan ibunya, kemudian malaikat berkata, “Wahai Tuhanku apakah ia celaka atau bahagia?”

Dan Syekh Ibrahim bin Adham menyatakan, “Aku tidak tahu apakah aku nanti menjadi orang yang celaka atau bahagia.”

Ketiga, ketika malaikat maut datang untuk mencabut nyawa, dan malaikat bertanya, “Apakah engkau dari golongan islam atau kafir?” Syekh Ibrahim bin Adham menyatakan, “Apakah nanti ketika nyawaku di cabut, aku mati dalam keadaan islam atau mati dalam kekafiran.”

Keempat, yang selalu dipikirkan Syekh Ibrahim bin Adham yaitu tentang ayat:

فَرِيْقٌ فِى الْجَنَّةِ وَفَرِيْقٌ فِى السَّعِيْرِ

Artinya: “Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (QS. Asy-Syura: 7)

Ayat di atas, menunjukkan kelak di ahirat akan ada golongan yang dimasukkan surga dan ada golongan yang dimasukkan neraka, oleh sebab itu Syekh Ibrahim bin Adham menyatakan, “Aku tidak mengetahui apakah aku nanti termasuk golongan ahli surga atau golongan ahli neraka.”

Semua yang kita lakukan ketika hidup di dunia, kelak akan dipertanggung jawabkan, dan kita tidak mengetahui apakah kita akan selamat atau celaka, Oleh sebab itu, kerjakanlah perbuatan yang dapat menyelamatkan kita baik di dunia dan ahirat, yaitu, dengan mengamalkan perintah Allah dan menjahui larangannya.

Baca juga:  Kisah Sufi Unik (44): Abu Bakar al-Syibli dan Provokasi Oknum Jamaah Abu Imran

Dengan alasan empat perkara itu, Syekh Ibrahim bin Adham tidak mau datang ke masjid untuk memberikan ceramah atau tausiyah. Tampa kita sadari alasan yang beliau sampaikan tentang empat masalah tersebut, menjadi tausiyah kepada kita, untuk selalu memikirkan masalah kehidupan yang abadi yaitu, kehidupan di ahirat kelak.

Wallahu A’lam Bissawab.

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top