Sedang Membaca
Di Bali, Jokowi Sebut Film, Gus Dur Sebut Kondisi Matanya
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Di Bali, Jokowi Sebut Film, Gus Dur Sebut Kondisi Matanya

Hamzah Sahal

Ramai sekali pembicaraan ihwal Presiden Joko Widodo mengutip sebuah film, Game of Thrones, dilengkapi beberapa kisahnya. Sampai-sampai jika kita ketika kata kunci “Jokowi dan Film” di Google, yang keluar di halaman pertama bukan bukan film nasional, melainkan tautan tentang pidato presiden ketujuh itu di International Monetary Fund-Bank Dunia di Bali, Kemarin.

Mensesneg Pratikno menjelaskkan, pro Jokowi-Ma’ruf memuji. Pro Prabowo-Sandi memviralkan dengan nada minor. Meme pujian, meme ejekan, kalimat pujian, kalimat ejekan, tumpah ruang di media sosial.

Seorang presiden tentu saja tidak main-main mengutip sebuah film, mengutip sebuah pernyataan tokoh, atau menceritakan sejarah atau hanya cerita ringan. Hampir pasti telah dipikirkan masak-masak, termasuk resikonya dipertimbangkan. Apa tujuan Presiden Jokowi mengutip film serial televisi yang diputar di saluran HBO?

Macam-macam tujuannya. Bisa saja agar dinilai kekinian, agar pidatonya mudah dipahami, agar diperhatikan anak-anak muda, hingga bertujuan mencairkan forum resmi tingkat dunia yang umumnya formal dan kering. (Baca: Humor Gus Dur dan Tiang Listrik)

Tapi yang pasti, lazimnya seorang pemimpin pidato di forum internasional, jika mengutip sesuatu, pastilah ingin dinilai bagus dan akhirnya mendapat pujian. Mungkin hanya Presiden Abdurrahman Wahid yang pidato di depan forum internasional kutipannya adalah mengejek diri sendiri. Apa yang dikatakan Presiden Gus Dur?

Baca Juga
Petualangan Gus Dur Muda di Kairo

Presiden Gus Dur di depan para tamu asing, juga terjadi di Bali, mengungkapkan kelemahan dirinya, juga wakilnya, Megawati:

“Saya dan Megawati adalah pasangan presiden dan wakil presiden yang lengkap: saya tidak bisa melihat, dia tidak bisa ngomong.”

Lihat Komentar (0)

Komentari