Sedang Membaca
Nasruddin Hoja dan Keledainya

Nasruddin Hoja dan Keledainya

Hajriansyah

Tak lengkap mengisahkan Nasruddin jika tak menyinggung keledainya. Hewan yang paling disayanginya, temannya yang paling setia.

Suatu hari seorang tetangga yang pemalas dan ringan tangan datang kepada Nasruddin untuk meminjam keledainya, untuk menyelesaikan pekerjaannya. Nasruddin tahu orang itu bukan tipe yang sabaran dan akan memukul dan menyakiti keledainya, jika hewan itu tidak menuruti keinginannya.

Nasruddin beralasan bahwa keledainya sedang dipinjam tetangga yang lain, untuk menolaknya secara halus. Orang itu pun mengiyakan dan akan segera berlalu, ketika didengarnya bunyi suara keledai dari belakang rumah. Orang ini segera naik pitam dan membentak Nasruddin.

“Kau bilang keledaimu dipinjamkan, tapi itu suara apa!”

Dengan tenang Nasruddin menjawab, “Kau lebih percaya keledaiku atau orang tua yang sudah beruban ini?” Orang itu pun pulang dengan dongkolnya.

Hari berikutnya tetangganya yang lain datang pula ingin meminjam keledai yang sama. Tak ingin dipermalukan dua kali, Nasruddin meminta orang ini menunggu sejenak.

Baca Juga

Nasruddin masuk ke rumahnya, dan tak terlalu lama ia kembali seraya bilang, “Mohon maaf saudaraku. Aku telah mengemukakan maksudmu kepada keledaiku, tapi ia menolak dan bilang ‘aku sebenarnya suka melayani manusia dan meringankan beban mereka, tapi mereka sering menyakitiku dengan memukul dan mencaciku’.”

Tetangganya dengan heran berkata, “Sejak kapan keledai bisa bicara dan mempunyai pandangan seperti manusia?” Tak kurang akal Nasruddin membalasnya,

“Demikianlah kenyataannya, saudaraku. Begitu banyak keledai yang bisa (asal) bicara, bermusyawarah dan mengemukakan pendapat…”

Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top