Sedang Membaca
Andaikan Nabi Muhammad Hidup di Zaman Sekarang, Kira-kira Sedang Apa Ya?

Aktif di komunitas JAKATARUB (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama) dan mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Andaikan Nabi Muhammad Hidup di Zaman Sekarang, Kira-kira Sedang Apa Ya?

Sekitar beberapa bulan yang lalu, tepatnya saat perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad, aku dan teman-temanku berkumpul untuk menghadiri acara muludan. Seperti biasa pertemuan diawali dengan cerita-cerita sambil membagikan pengalamannya dalam berkegiatan selama satu tahun belakang.  

Pertemuan memang sudah direncanakan bahwa kita akan kumpul di kampung halaman ketika perayaan muludan, tepatnya pada maulid nabi tahun lalu, bulan Oktober 2021 di Jakarta.

Namun ada yang tak biasa dalam pertemuan kali ini, hal ini berawal dari seorang temanku yang dengan tiba-tiba melontarkan pertanyaan secara tiba-tiba: “hai aku punya pertanyan nih, kalian coba bayangkan jika Nabi Muhammad hidup di zaman ini, kira-kira sedang apa ya beliau?

Spontan kita semua melirik dia atas pertanyaannya yang cukup menggelitik. Beberapa saat teman yang lain terdiam sambil memikirkan jawaban atas pertanyaan tadi.

Akhirnya temanku yang lain menjawab, “Menurutku jika Nabi Muhammad hidup di jaman sekarang pasti beliau bakal menjadi aktivis kemanusiaan, membantu yang lemah dan melawan ketidakadilan tanpa memandang latar belakangnya seperti saat ia menghapuskan perbudakan dan mengangkat derajat perempuan di jaman jahiliah” ucapnya sambil menyeruput kopi dan memakan makanan yang dihidangkan, maklum acaranya muludan memang memakan durasi yang lama, kadang bisa sampai berjam-jam ditambah mulut yang terus besuara sehingga wajar jika perut terasa lapar.

Baca juga:  Ulama Banjar (67): KH. Djamaluddin

Teman yang lain memberi tanggapan: “menurutku, jika Nabi Muhammad hidup di jaman sekarang mungkin ia sedang berjualan di tengah pasar sambil mengajarkan ajaran agama yang ramah dengan penampilan yang sederhana dan disenangi banyak orang,” ucapnya. Kita semua sangat menikmakti obrolan ini sambil menghisap batang rokok yang disediakan tuan rumah dan ditaruh di dalam gelas.

Terakhir percapakan kita ditutup ketika seorang teman yang satu lagi tiba-tiba langsung menyambar dan berkata “tapi kalau menurutku jika Nabi Muhammad benar lahir di zaman ini, pasti ia menjadi seorang pemimpin yang sangat dihargai karena kebijaksaannya kalo dalam konteks negara bisa seperti Gubernur atau Presiden.” Setelah itu kita semua langung bersiap untuk memakan nasi kebuli yang ditunggu, di beberapa tempat seperti Jakarta yang bersuku betawi ini sudah tidak asing lagi dengan makanan yang satu ini, semua ini tak lepas dari pengaruh orang keturuan Timur Tengah yang datang saat dulu datang ke Jakarta, sehingga mempengaruhi budaya yang ada.

Cukup banyak tanggapan dan reaksi dari teman-teman yang lain, ada yang berkata kalau percakapan tadi itu terlalu keterlaluan, kerena membawa tokoh agama. Tetapi ada yang menganggap itu menjadi percakapan yang bagus dan produktif sambil refleksi cerita-cerita dan sifat-sifat Nabi Muhammad yang diterjemahkan pada era sekarang. Kalau menurut kamu sendiri gimana?

Baca juga:  Ulama yang Mulai Serius Belajar di Usia Tua (1): Imam Al-Kisa’i
Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top