Sedang Membaca
Prinsip-prinsip Relasi Laki-laki dan Perempuan
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Prinsip-prinsip Relasi Laki-laki dan Perempuan

Faqihuddin Abdul Kodir

Prinsip-prinsip Relasi Laki-laki dan Perempuan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لا يَظْلِمُهُ وَلا يَخْذُلُهُ وَلا يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَا هُنَا». وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَث مَرَّاتٍ «بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ». رواه مسلم.

Terjemahan:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Sesama muslim adalah saudara, tidak boleh saling menzalimi, mencibir, atau merendahkan. Ketakwaan itu sesungguhnya di sini”, sambil menunjuk dada dan diucapkannya tiga kali. (Rasul melanjutkan): “Seseorang sudah cukup jahat ketika ia sudah menghina sesama saudara muslim. Setiap muslim adalah haram dinodai jiwanya, hartanya, dan kehormatannya”. (Sahih Muslim).

Sumber Hadis:

Hadis ini diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Sahihnya (no. Hadis: 6706), Imam Turmudzi dalam Sunannya (no. Hadis: 2052), dan Imam Ahmad dalam Musnadnya (no. Hadis: 7842, 8218, 8843, dan 16265).

Penjelasan Singkat:

Hadis Abu Hurairah ra ini mengajarkan prinsip yang paling mendasar dalam Islam. Yaitu prinsip kemanusiaan melalui ajaran persaudaraan. Sesama kita adalah saudara. Sehingga, satu sama lain, di antara kita, adalah diharamkan untuk saling merendahkan, mencibir, menghina, apalagi menzalimi. Adalah sudah masuk tindak kejahatan, jika seseorang sudah merendahkan orang lain.

Baca juga:  Siapa Sastrawan Perempuan Setelah Nh. Dini?

Jika merendahkan saja dianggap buruk dan jahat, apalagi tindakan-tindakan yang menodai martabat dan harga diri, melukai jiwa dan kehormatan, serta merusak harta seseorang. Sebagaimana dinyatakan Nabi Saw dalam hadis ini; jiwa, kehormatan, dan harta seseorang adalah suci dan terhormat. Ia haram untuk diganggu, dilecehkan, dan dirampas. Inilah prinsip Islam.

Baca Juga

Prinsip dari teks hadits ini bersifat universal. Yaitu persaudaraan sesama manusia. Tidak terbatas pada sesama Muslim. Sebagaimana ditegaskan oleh teks hadis lain, bahwa keimanan adalah “Mencintai untuk manusia apa yang kamu cintai untuk dirimu, menghindarkan dari mereka apa yang tidak kamu sukai terjadi pada dirimu” (Riwayat Ahmad, no. 16130).

Teks hadis ini menunjukkan betapa Islam hadir untuk kebaikan dan kerahmatan bagi manusia. Ia menegaskan hak-hak dasar manusia; hak hidup (darah), hak ekonomi (harta), dan hak sosial (kehormatan). Jika demikian, maka segala tindakan perendahan perempuan, pelecehan, peminggiran, penzaliman, dan segala bentuk kekerasan terhadap mereka adalah sesuatu yang sama sekali tidak direstui Nabi Saw, sekalipun didukung tafsir-tafsir tertentu. Demikianlah misi Islam hadir untuk kemanusiaan. Baik laki-laki maupun perempuan.

Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top