Sedang Membaca
Kiai Wahab dan Rokoknya
Ayung Notonegoro
Penulis Kolom

Penggerak di Komunitas Pegon untuk mendokumentasi, meneliti, dan mempublikasi khazanah pesantren di Banyuwangi. Bisa ditemui di akun Facebook Ayunk Notonegoro

Kiai Wahab dan Rokoknya

Fb Img 1606657303780

Banyak para tokoh bangsa yang memiliki kebiasaan menghisap rokok. Sebut saja, Presiden Soekarno dan Agoes Salim. Keduanya, tersohor dengan kegemarannya merokok dan menjadikannya sebagai bahan diplomasi politik.

Bung Karno, misalnya, terlihat akrab dengan sejumlah pemimpin dunia lewat perantara rokok. Seperti halnya foto ikonik yang mengabadikannya menyambung rokok dengan Perdana Menteri Uni Soviet Nikita Khrushchev saat jamuan makan di istana Tampaksiring, Bali pada 1960. Begitu pula saat ia terlihat merokok dan menyalakan rokok dari pemimpin India, Jawaharlal Nehru, saat berlangsung Konferensi I Gerakan Nonblok di Beograd, Yugoslavia, pada September 1960.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Agoes Salim. Menurut Asvi Warman Adam dalam tulisannya “Manusia Merdeka” di buku Haji Agus Salim (1884-1954): Tentang Perang, Jihad, dan Pluralisme, sewaktu mengajar di Cornell University, Amerika Serikat, Agus Salim tak lupa kebiasaannya mengisap rokok keretek.

Salim pun sempat membuat heboh, saat mewakili Presiden Sukarno menghadiri upacara penobatan Ratu Inggris Elizabeth pada 1953. Menurut Asvi dalam tulisannya itu, Salim agak kesal dengan suami ratu Elizabeth, Pangeran Philip, yang kurang perhatian terhadap tamu yang hadir dari negeri jauh.

“Salim menghampiri dan mengayun-ayunkan rokok kereteknya di sekitar hidung sang pangeran. ‘Apakah paduka mengenali aroma rokok ini?’ Setelah dengan ragu-ragu menghirup rokok itu, sang pangeran mengakui tidak mengenal aroma tersebut. Agus Salim pun dengan tersenyum berujar, ‘Itulah sebabnya 300 atau 400 tahun yang lalu bangsa paduka mengarungi lautan mendatangi negeri saya’,” kata Agus Salim, seperti dikutip dari tulisan Asvi Warman Adam, “Manusia Merdeka” dalam buku Haji Agus Salim (1884-1954): Tentang Perang, Jihad, dan Pluralisme.

Baca juga:  Salman Ahmad dan Jihad Rock ‘n Roll

Selain kedua tokoh tersebut, ada satu tokoh bangsa lainnya yang memiliki kegemaran terhadap rokok. Ia adalah Kiai Wahab Chasbullah. Tokoh Nahdlatul Ulama yang banyak berkontribusi bagi bangsa Indonesia.

Tak seperti sejawatnya di atas yang memiliki kisah-kisah heroik dan ikonik tentang rokok, sependek bacaan saya, Kiai Wahab nyaris tak memiliki. Selain kisah kunjungannya ke kediaman Adviseur voor Inlandsche Zaken, Van der Plaas. Saat itu Kiai Wahab sedang mengurus izin pelaksanaan Muktamar ke-4 NU di Semarang pada 1929.

Sebagaimana ditulis oleh Abdul Mun’im DZ dalam Fragmen Sejarah Nahdlatul Ulama: Menyambung Akar Budaya Nusantara, ia dapat mengobrol santai dengan orientalis terkemuka itu sembari menikmati kopi dan menghisap rokok. Dari obrolan santai diiringi kepulan asap itu, Kiai Wahab berhasil membujuk Van der Plaas. Tak hanya soal izin muktamar, tapi ia juga berhasil melobi sejumlah persoalan lain.

Langkanya kisah Kiai Wahab dengan rokoknya tersebut, juga selaras dengan jarangnya foto beliau dengan lintingan tembakau itu. Konon, hanya ada tiga foto Kiai Wahab yang terlihat merokok. Dua di antaranya saya temukan dalam buku Sedjarah Hidup K.H.A. Wahid Hasjim dan Karangan Tersiar yang diterbitkan pertama kali pada 1957.

Pada halaman 124, terdapat foto Kiai Wahab hendak menghisap rokok. Ia nampak bercengkrama bersama dengan Nyai Solichah Wahid bersama putranya, Gus Im.

Baca juga:  Kiai Mustain Romly, Serumah Dua Partai

Sedangkan foto kedua, sa temukan dalam sebuah kliping surat kabar lawas. Kiai Wahab terlihat menghembuskan asap rokok sembari jemarinya menggapit si rokok. Gambar yang cukup ikonik – sayang dengan kualitas yang kurang oke – ini, ditemukan di halaman depan sk. Abadi, edisi 30 Agustus 1960. “Larangan Kegiatan PKI adalah Wadjar” judul beritanya. “Rois Aam NU Tolak PKI Duduk dalam Kabinet,” lanjutan anak judulnya.

Sementara, satu foto yang lain, saya masih belum memilikinya. Kawan baik saya, M. Faishol dari Jombang sedang mengkompilasi foto-foto Kiai Wahab – juga Kiai Hasyim dan Kiai Bisri -, dalam sebuah buku. Setiap foto yang dikompilasi, lengkap dengan sanad foto dan keterangannya. Jadi, fotonya pun dapat dipertanggungjawabkan. Nah, di buku yang akan segera diterbitkan itulah, foto ketiga dari Kiai Wahab dan rokoknya bisa dilihat.

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top