Sedang Membaca
Ihwal Ditemukannya Foto Lama Tentang “Madrasah Pantja Sila Nahdlatul Ulama”
Ayung Notonegoro
Penulis Kolom

Penggerak di Komunitas Pegon untuk mendokumentasi, meneliti, dan mempublikasi khazanah pesantren di Banyuwangi. Bisa ditemui di akun Facebook Ayunk Notonegoro

Ihwal Ditemukannya Foto Lama Tentang “Madrasah Pantja Sila Nahdlatul Ulama”

Img 20200601 Wa0030

Sepanjang hari Senen, 1 Juni, di beranda Facebook maupun lini masa Twitter saya berseliweran foto lawas yang menggambarkan empat orang santri muda berpose di bawah papan nama “Madrasah Pantja Sla Nahdlatul ‘Ulama”. Siapakah mereka?

Nyaris tak ada keterangan sama sekali perihal foto tersebut, selain berbagai kalimat yang mengukuhkan bagaimana eratnya hubungan NU dan Pancasila. Maklum, pada 1 Juni ini diperingati secara kenegaraan Hari Lahir Pancasila.

Informasi penting terkait foto tersebut, baru muncul dari status Facebook kiai muda dari Tambakberas, Jombang. Kiai Ainur Rofiq. Seorang anggota tim sejarah Pesantren Tambakberas, yang baru-baru ini menerbitkan buku edisi revisi berjudul “Tambakberas: Menilisik Sejarah, Memetik Uswah”.

Foto tersebut adalah koleksi dari KH. Maimun Mutho, pengasuh Pesantren Mambaul Ulum, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Ia tak lain adalah cucu dari KH. Abdul Hamid Chasbullah yang tak lain adalah adik kandung KH. Abdul Wahab Chasbullah.

Kiai Maimun mendapatkan foto tersebut dari keluarganya. Foto yang paling kanan (lihat foto di atas) masih familinya yang bernama KH. Irsyad Thohir dari Desa Sukodadi, Paiton, Kabupaten Probolinggo. Kiai Irsyad sendiri merupakan mindoan (duapupu/kakek atau nenek keduanya memiliki hubungan adik kakak) dari ayahanda Kiai Maimun yang bernama KH. Abdullah Abu Hasan.

Baca juga:  Mengapa Rasulullah Singgah di Rumah Abu Ayyub al-Anshari?

Kiai Thohir sendiri pernah mondok di Pesantren Tambakberas yang kala itu dipimpin oleh KH. Abdul Wahab Chasbullah. Ia nyantri pada tahun 1955-1957. Di pesantren tersebut, kiai yang wafat di Mekkah kala menunaikan ibadah haji tersebut, juga bersekolah di “Madrasah Pantja Sila Nahdlatul ‘Ulama” yang fotonya sedang kita bicarakan ini. Madrasah yang didirikan Kiai Wahab itu berada di sisi barat kediaman sang pendiri NU itu.

Sebenarnya, selain foto yang tersebar luas itu, ada foto lain yang dikoleksi oleh Kiai Maimun. Setting tempatnya sama. Sayangnya, papan nama madrasah tersebut hanya terlihat sedikit. Ada tiga orang santri yang berpose di bawahnya.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Img 20200601 Wa0027

Yang berdiri di sebelah kanan adalah Kiai Khoiri, alumnus Pesantren Tambakberas. Kiai Khoiri sendiri tak lain adalah kakak kandung dari KH. Abdullah Abu Hasan, ayahanda Kiai Maimun.

Menurut Nyai Khoiriyah –istri mendiang Kiai Khoiri– suaminya tersebut mondok di Tambakberas sedari 1948 hingga lulus Mualimin. Jika foto tersebut diambil semasa Kiai Khoiri nyantri, bisa jadi madrasah tersebut telah berdiri sejak sebelum 1955.

Sebagaimana diketahui pada 1956-1959, NU sempat menolak Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dalam perdebatan di sidang Konstituante. Hal tersebut dilakukan demi mengamankan Pancasila dari monopoli penafsiran sebagaimana yang dikehendaki oleh PKI. PKI kala itu, berkoalisi dengan PNI untuk menggolkan Pancasila sebagai dasar negara. Sedangkan NU sendiri mengusulkan Islam sebagai dasar negara, meskipun secara prinsipal berbeda dengan usulan Masyumi yang juga sama-sama mengusulkan Islam sebagai dasar negara Republik Indonesia.

Baca juga:  Sejarah Singkat Makanan Muslim

Perdebatan di sidang Konstituante itu, memang berakhir nihil. Karena tak kunjung menghasilkan keputusan, akhirnya oleh Presiden Soekarno, majelis tersebut dibubarkan. UUD 1945 yang di dalamnya terdapat butir-butir Pancasila kembali ditetapkan sebagai dasar negara. Dengan keputusan tersebut, NU berhasil menjalankan dua misinya sekaligus. Menggagalkan upaya PKI menunggangi Pancasila, sekaligus menganulir gagasan negara Islam yang theokratis ala Masyumi. Indonesia tetap berasaskan Pancasila yang kompatibel dengan nilai-nilai Islam sebagaimana keyakinan NU.

Jadi, bisa dipastikan madrasah tersebut, berdiri jauh sebelum 1955 itu. Perlu penelusuran lebih lanjut.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
2
Ingin Tahu
1
Senang
1
Terhibur
0
Terinspirasi
1
Terkejut
1
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top