Sedang Membaca
Ayat-ayat Syair Syiar Anton De Sumartana: Seribu Bulan di Langit Ka’bah
Penulis Kolom

Penyair, Lulusan IKIP Jakarta 1983, Mantan Guru dan Wartawan.

Ayat-ayat Syair Syiar Anton De Sumartana: Seribu Bulan di Langit Ka’bah

Bulan Di Atas Kabah

Ada bentuk baru sastra Indonesia dengan pola 4, 5, 17, dan 8. Pencetus alias kreator dari perpuisian anyar Indonesia ini bernama Anton De Sumartana. Buku demi buku terus mengalir dari tangannya, baik tunggal maupun bersama dalam tajuk “Syair Syiar Aku Suka”.

Syair Syiar terdiri atas 4 baris. Baris pertama berisi 4 suku kata, baris kedua 5 kata, baris ketiga 17 suku kata dan baris keempat 8 suku kata. Kelahirannya menurut Anton terjadi pada saat menunggu berbuka puasa, waktu takjil, dan diteruskan pada saat sahur pada puasa tahun ini 1437 Hijriah.

Awalnya diberi nama Syair Kasuka, kependekan dari kata dan suku kata, lalu diformulakan menjadi Syair Aku Suka. Kemudian, setelah direnung dan dibicarakan, ditetapkan menjadi bentuk Syair Syiar, disertai dengan semboyan Aku Suka.

‘Seribu Bulan di Langit Ka’Bah’ adalah 139 Ayat-ayat Syair Syiar Anton De Sumartana. Ada 12 nama besar di dunia seni yang memberikan komentar dan kritik atas puisi modern Indonesia ini.

Buku ini diterbitkan dan sungguh menyentuh. Dari judulnya orang bisa tahu bahwa itu rangkuman pengalaman diri dan batin Anton selama di tanah suci. Informasi dan kedalaman penyajian yang pantas dibaca dalam bentuk Syair Syiar.

Jika selama ini orang berhaji/berumroh menceritakan segala semua kisahnya dengan prosa, maka Anton berpuisi. Jadi, unik, penuh pesona, dan bisa disimak dari empat Syair Syiar yang aku kutipkan di halaman 27:

Baca juga:  Melirik Sastra Arab di Djibouti

SYAIR SYIAR, 4-1437 H:

4 : Syair Syiar

5 : bersamanya bola dunia dalam genggaman

17 : Hampar alam bentang samudra tata surya depan mata

8 : Iqro’ Tuhan bimbing kita

(ANTON DE SUMARTANA)

SYAIR SYIAR, 3-1437 H:

4 : Daya diri

5 : Demi tujuan belai Rahmatan lilalamin

17 : Kembang potensi di zaman krisis tata daya spirit

8 : Meraih khusnul khatimah

(ANTON DE SUMARTANA)

di halaman 66:

SYAIR SYIAR, 4-1437 H:

4 : Terang baca

5 : Surga diwajahmu bukan syahwat berkelebat

17 : Hati pancarkan kecantikan Iman pancarkan keteduhan

8 : Kedamaian bagai surga

(ANTON DE SUMARTANA)

SYAIR SYIAR, Bogor 23 Juni 2016:

4 : Tapak Surga

5 : Surga indah diantara Taman Surga

17 : Dibuat di akhirat Surga bagi ketaqwaan tinggi

8 : surga Surga Allah cipota

(ANTON DE SUMARTANA)

 

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top