Berkeislaman dalam Kebudayaan

Merespons Kiai Muhibbul Aman: Keresahan Seputar Pendapat Mu’tabar dan Ghair Mu’tabar

Konsep mu’tabar dan ghair mu’tabar seharusnya tidak dipakai untuk membatasi dinamika fikih secara sempit, melainkan diarahkan menjadi ruang akomodasi ilmiah yang terbuka terhadap pendapat lintas madzhab.

Tokoh | 21.05.2026

Kiai Djahari Mintar: Lelaki yang membuat Belanda Gemetar (2)

Kiai Djahari adalah simpul dari sebuah jaringan persaudaraan ulama yang begitu kuat, hingga mampu menggerakkan orang-orang dari berbagai penjuru.

Tokoh | 02.05.2026

Kiai Djahari Mintar: Lelaki yang Membuat Belanda Gemetar (1)

Sejarah boleh ditulis oleh pemenang, tapi keberanian dipahat oleh mereka yang tidak pernah memilih menyerah.

Tokoh | 28.04.2026

Abu Zar dan Ringkikan Khimar

Kita butuh keteladanan seperti sosok Abu Zar. Dengan keberaniannya memecah kesunyian yang keliru dan kearifannya merendahkan nada yang congkak. Kita tidak membutuhkan ringkikan khimar.

Tokoh | 27.04.2026

Melawan Narasi Barat: Cara Baru Agus Sunyoto Memahami Islam Nusantara

Historiografi Islam Nusantara tidak bisa dibaca secara tunggal, kronologis-dokumentatif. Ia harus dipandang secara utuh dengan melihat sejarah dari dalam; suluk, tembang, prosa, babad, dan hikayat.

Tokoh | 13.04.2026

Syed Naquib Al-Attas dalam Lanskap Wacana Keislaman di Indonesia

Gus Dur pernah menyatakan kalau karya Syed Naquib Al-Attas ini perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Bagaimana sosok dan jejak intelektualnya?

Tokoh | 10.04.2026

Mahbub Djunaidi: Tulisan dan Humor Jurnalistik

Antara Mahbub Djunaidi dan Gus Dur, nama mana yang asing di telinga bagi generasi sekarang?

Tokoh | 06.04.2026

Dunia yang Terpecah, Hilangnya Solidaritas: Jawaban Durkheim dan Syekh Nawawi

Dunia saat ini sedang tidak baik. Perang, konflik, kerusuhan menggejala di semua lini. Ada apa dengan tatanan sosial hari ini?

Tokoh | 29.03.2026

Jürgen Habermas: Ketika Beragama di Depan Kamera, Mengemas Iman Menjadi Konten

Saat ini kita hidup di era post-sekuler. Ketika di mana-mana jargon agama selalu ramai, tapi sepi dalam dialog.

Tokoh | 25.03.2026