Berkeislaman dalam Kebudayaan

Gus Dur, Kiai Sahal, dan Arsitektur Sunyi Penjaga Bangsa

Hari ini kita sangat membutuhkan sosok sesepuh yang dapat memberi keteladanan di tengah masyarakat, khususnya warga NU. Sepertihalnya Gus Dur dan Kiai Sahal selama hidup.

Tokoh | 01.01.2026

Ijazah Mushofahah Guru Sekumpul: Spiritualitas yang Menghidupkan Gerak Sosial

Ijazah mushofahah, tidak hanya sekadar berjabat tangan, namun mengandung sanad spiritual dan mampu menggerakkan nilai sosial di masyarakat. Sebuah teladan dari Guru Sekumpul.

Tokoh | 29.12.2025

Mengulur Tali Rekonsiliasi Gus Dur

Konflik, perbedaan pendapat, dalam kehidupan ini tidak bisa dihindari. Bagaimana mengelolanya hingga mendatangkan rahmah, sebagaimana cara Gus Dur dalam menjahit kehidupan berbangsa?

Tokoh | 27.12.2025

Islah sebagai Jalan Pulang NU: Menghidupkan Kembali Warisan Gus Dur

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sedang dihadapkan pada cobaan keretakan organisasi. Islah adalah jalan paling baik untuk menggapai kemaslahatan yang lebih besar, kembali menyatukan energi.

Tokoh | 19.12.2025

Karomah Terbesar Gus Dur

Gus Dur, sosok yang selalu menarik dibicarakan. Baik pemikirannya maupun sisi suluknya dalam mencapai kema'rifatan.

Tokoh | 13.12.2025

Gus Yahya dan Masa Depan NU: Sintesis Fiqih Peradaban dalam Dinamika Nasional–Global

Setiap pemimpin memiliki visi, gaya, dan karakter khasnya. Bagaimana melihat NU sekarang di bawah kepemimpinan Gus Yahya?

Tokoh | 05.12.2025

Diorama Harmonisasi Orde Baru dan Kiai Musta’in Romly Jombang

Siasat Kiai Musta'in selama masa Orde Baru dengan masuk ke Partai Golkar memiliki banyak tujuan. Salah satunya supaya dakwahnya tidak mendapatkan tekanan dari pemerintah.

Tokoh | 26.11.2025

Antara Gus Dur dan Soeharto: Siapa yang Benar-Benar Pahlawan?

Gaung pro-kontra pemberian gelar Soeharto sebagai pahlawan masih menguat. Tetapi tidak dengan Gus Dur. Mengapa demikian, siapakah yang benar-benar pahlawan di mata rakyat?

Tokoh | 13.11.2025

Islam sebagai Doktrin dan Ilmu: Membaca Kembali Pemikiran Kuntowijoyo

Kuntowijoyo mengajak kita untuk kembali menafsirkan agama secara rasional, agar kita tidak hanya berhenti pada doktrin dan mitos. Tetapi menjadikan agama sebagai lelaku dan ngelmu.

Tokoh | 23.10.2025