Sedang Membaca
Ketupat: Keberagaman dalam Makanan Lebaran
Penulis Kolom

Siswa SMAN 1 Sugihwaras

Ketupat: Keberagaman dalam Makanan Lebaran

8d19f663 F663 4cac A041 91dd35b80a67 169

Ketupat menjadi santapan yang tidak boleh tertinggal saat perayaan hari raya Idul Fitri. Banyak yang menyajikannya bersamaan dengan opor ayam maupun rendang. Biasanya, nikmatnya menyantap ketupat setelah bermaaf-maafan pada tanggal 1 Syawal. Ketupat menjadi hidangan andalan di setiap keluarga, terutama keluarga saya yang dari 

Di daerah kami, dengan lidah khas orang Jawa, tradisi makan ketupat lebih familiar disebut sebagai kupat. Kupat akan banyak ditemukan hingga seminggu sejak perayaan hari raya Idul Fitri ditetapkan.

Biasanya, kami akan berkumpul di salah satu mushola terdekat, membawa beberapa ketupat dan lontong sebagai formalitas, beserta sayur lodeh dan sambel. Makanan yang dihidangkan bersamaan dengan ketupat tidak melulu opor ayam, terkadang bisa diganti dengan sayur lodeh, tergantung selera.

Begitu juga dengan sambalnya, komposisinya hampir sama dengan bahan-bahan yang digunakan untuk bumbu urap. Pedas dengan parutan kelapa yang tidak boleh ketinggalan. Paling nikmat saat mencocol kupat ke dalam sambel ini, makanan nikmat lainnya seperti sate, bakso, atau mie ayam sudah tidak ada artinya lagi, kelezatannya kelewat jauh sama urap sambal.  Makanan-makanan ini merupakan salah satu keragaman tradisi yang ada di bumi pertiwi ini.

Selanjutnya, Pak Modin atau Mbah Kaum (seseorang yang dianggap mengerti lebih dalam bidang agama) akan memimpin do’a. Setelah itu ritual membagi-bagikan makanan yang dibawa dari  rumah itu terlaksana. Biasanya, makanan yang kami dapat jumlahnya lebih banyak dari yang kita bawa.

Baca juga:  Pentingnya Literasi Bencana dan Kearifan Lokal

Filosofi Ketupat

Kupat memiliki filosofi “njaluk lepat” atau meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang ada. Sunan Kalijaga memaknai ketupat sebagai representasi sikap manusia. Karena ketupat memiliki empat sisi yang setiap sisinya menggambarkan sikap dari manusia, yaitu: lebaran, luberan, leburan, dan laburan.

Sejarah lebaran ketupat sudah ada sejak zaman pemerintah Sultan Pakubuwono IV. Di laksanakan pada hari ke-8 bulan Syawal. Dengan cara menghidangkan ketupat untuk disantap oleh masyarakat sekitar.

Meskipun asal tradisi ketupat ini dari masyarakat Jawa, ternyata ada beberapa daerah lain yang melakukan lebaran ketupat lho. Cara merayakannya pun berbeda-beda sesuai dengan kearifan lokal masing-masing.

Pandemi Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini membuat semua orang harus menjaga kesehatan dan menjaga jarak satu sama lain (social distancing). Terlebih lagi pemerintah mengeluarkan aturan PSBB yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah atau PP nomor 21 tahun 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PP PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Lalu diturunkan menjadi Permenkes atau Pemerintah Menteri Kesehatan atau nomor 9 tahun 2020. Permenkes merupakan turunan. Sehingga lebaran ketupat yang biasanya dilakukan di berbagai daerah tahun ini dilaksanakan dengan cara berbeda. Kami pun merayakannya di rumah saja.

 

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top