Sedang Membaca
Humor Kiai Ghazali: Beda Cara Berbuka Puasa Santri
Saidun Fiddaraini
Penulis Kolom

Lahir di Sumenep 22 Februari 1996, sempat nyantri di PP Nurul Jadid, Paiton, dan sekarang Tinggal di Kepulauan Kangean, Sumenep. Minat Kajian adalah keislaman dan filsafat.

Humor Kiai Ghazali: Beda Cara Berbuka Puasa Santri

Humor Santri

Seperti biasa, saban berceramah Kiai Ghazali tak pernah lupa menyisipkan selera humor di dalamnya yang selalu mengundang gelak tawa dari para mustamik. Kali ini dalam salah satu acara pembukaan Nuzulul Quran dan lomba, tepatnya di lembaga Pesantren Zainul Huda asuhan Kiai Ghazali sendiri. Beliau, kebetulan, dijadikan sebagai penceramah dalam acara tersebut.

Sepatah dua kata pun mulai disampaikan oleh Kiai Ghazali. Kemudian, beliau menyampaikan makanan yang dianjurkan ketika berbuka puasa.

“Dalam kitab-kitab dijelaskan bahwa dianjurkan untuk berbuka puasa dengan yang manis-manis seperti kurma”.

“Dan, Nabi ketika berbuka puasa juga ala kadarnya, maksudnya tidak banyak”.

“Tetapi, berbeda dengan santri ketika berbuka puasa”.

“Santri berbuka puasa dengan yang manis-manis, namun bukan kurma” tegas Kiai Ghazali.

“Santri berbuka dengan tajin dan kolek (bubur sun pisang), kemudian minumnya suhem (susu dan hemaviton)”.

“Setelah itu ditambah lagi dengan makan nasi rawon”.

“Akibatnya, ia sulit untuk berdiri” pungkas Kiai Ghazali.

Seketika, santri yang menjadi mustamik pun tertawa terbahak-bahak.

Hahaaha…..

 

Baca juga:  Ihwal Makanan Lezat di Bulan Puasa
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top