Sedang Membaca
Ulama Banjar (75): KH. Mansyur Bin H.Hasan
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (75): KH. Mansyur Bin H.Hasan

Kh. Mansyur Bin Hasan

(L. 5 Desember 1920 – W. 2002)

Ulama kharismatik ini lahir di Desa Tanah Habang Kanan Kecamatan Lampihong Kabupaten Balangan. Beliau lahir pada tanggal 5 Desember 1920. Beliau terlahir dari pasangan suami-isteri, KH. Hasan dan Hj. Norjanah.

Dalam mengarungi kehidupan berumah tangga, KH. Manyur bersama isteri tercinta, dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, yaitu:

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
  1. Hj. Faridah.
  2. Naimah
  3. H.M. Fadhly Mansoer.
  4. M. Majedi Mansoer.
  5. Khairan Faidy.
  6. Norainah, dan
  7. Fadilla

Riwayat beliau dalam menuntut ilmu pengetahuan dimulai dari pendidikan formal Sekolah Rakyat atauVolkschool tahun 1926. Kemudian belajar di Normal Islam Amuntai (1932), dan melanjutkan pendidikannya di Madrasah Shalatiyah Mekkah selama lebih kurang lima tahun, dari tahun 1933 hingga 1938. Di bawah pembinaan dan pengawasan kedua orang tuanya, H. Mansyur tumbuh menjadi anak yang cerdas serta patuh kepada kedua orang tua, hormat kepada keluarga dan taat menjalankan perintah agama.

Di tanah suci Mekkah beliau menimba ilmu pengetahuan agama Islam dengan sungguh-sungguh hingga berhasil menjadi ulama yang berpengetahuan luas. Sekembalinya dari Mekkah, KH. Mansyur aktif menyebarkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat melalui dakwah dan pengajian. Materi dakwah beliau berkisar pada ajaran-ajaran pokok dalam Islam, yaitu seperti Fikih, Tasawuf, Aqidah, Hadits, dan Tafsir Alquran.

Baca juga:  Ulama Banjar (61): H. Mahlan Amin

KH. Mansyur bin Hasan merupakan muballigh yang tidak pernah lelah dalam berdakwah sampai ke pelosok-pelosok desa. Keuletan beliau dalam berdakwah memang sulit ditandingi, karena didasari niat yang ikhlas, tanpa pamrih. Menjelang akhir hayatnya beliau masih aktif melaksanakan pengajian di masjid-masjid dan di langgar-langgar. Beliau setia memberikan pengajian yang dimulainya sejak 20 tahun lalu.

Pekerjaan atau jabatan yang pernah beliau lakoni yaitu menjadi anggota DPRD HSU sejak tahun 1958 bersama H. Anang Busyra dan Abdul Ghani Majedi. Kemudian menjadi anggota DPRD (Fraksi Nahdlatul Ulama) Daerah Swasantara Tk. II Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 1964, Penghulu Tanah Habang Orderdistrict Balangan Selatan sampai dengan tahun 1955.

Selanjutnya menjadi Kepala KUA Kecamatan Lampihong tahun 1961 dan pensiun tahun 1977. Kemudian setelah pensiun pada tahun 1977, beliau aktif sebagai Ketua Majelis Musytasyar DMI, P2A, MUI dan BAZIZ di Lampihong. Beliau meninggal pada tanggal 28 Mei tahun 2002. Sebagai ulama yang berpengetahuan luas dan ikhlas beramal beliau telah memberikan jasa dan kenangan yang tak mudah dilupakan.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top