Sedang Membaca
Ulama Banjar (141): KH. Muchtar HS
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (141): KH. Muchtar HS

Kh. Muchtar Hs

(L. 25 September 1942 / 15 Ramadhan 1931)

KH. Muchtar HS dilahirkan pada tanggal 15 Ramadhan 1931 H. Bertepatan tanggal 25 September 1942 di Desa Mundar, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ayahnya bernama H. Salman dan ibunya Hj. Andaluh. KH. Muchtar HS merupakan generasi penerus Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih, karena sejak tahun 1958 ia sudah aktif mengelola dan membina pondok Salafiah tersebut bersama-sama KH. Mahfuz Amin.

Dalam biografi singkat KH. Mahfuz Amin dan Sejarah Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih pada halaman 115 dikutip sebagian pidato Abah Pengasuh dalam rangka perpisahan beliau dengan para Alumni di Mekkah Al Mukarramah pada tanggal 4 Muharram 1403 H, yaitu pada saat kepulangan beliau ke Tanah Air setelah menunaikan ibadah haji pada tahun 1982. Dalam pidato itu antara lain disebutkan peran H. Muchtar HS. Sebagai berikut :

Wasiat dari dua guru ayahda khabarkan kepada beberapa murid ayahda yang berada di waktu itu ialah sekitar lima belas atau tujuh belas dan ayahda musyawarahkan dengan beliau-beliau supaya pesantren dapat dibangun.

Alhamdulillah dengan sebab membangun pesantren ini bertujuan hanya Lii’la Kalimatillah dengan modal murid lima belas orang atau tujuh belas tadi terbangunlah Pondok Pesantren kita Ibnul Amin, yang mula-mula membantu dalam pelaksanaan ayahda ini dan benar-benar mengikuti sepak terjang ayahda ialah saudara H. Zuhdi, kemudian sesudah pesantren ini mulai berjalan tidak beberapa lama anakda H. Muchtar trut masuk Pesantren dan juga turut mengikuti ayahda dalam mengusahakan majunya pondok, berhubung H. Muchtar ini tidak mempunyai anak, dan H. Zuhdi sudah punya anak, jadi ayahda ke hulu hilir dalam mengusahakan kemajuan pondok banyak dengan H. Muchtar dengan cara apa juapun.

Latar Belakang pendidikan H. Muchtar sendiri adalah Sekolah Rakyat 3 Tahun dan dilanjutkan dengan Sekolah Rakyat 6 Tahun. Setelah itu ia masuk Diniyah Muallimin Barabai, an terakhir menuntut ilmu di Pondok Pesantren Ibnul Amin.

Baca juga:  122 Tahun Tebuireng dan Gus Dur (2): Mendirikan Perpustakaan

Tokoh ini berwasiat ‘siapa banyak berjuang dan ikhlas untuk kepentingan agama, maka banyak pula ganjaran Allah kepadanya kelak’, sampai hari ini masih menangani berbagai tugas dalam rangka mengemban amanah yang diberikan kepadanya yaitu melanjutkan kelangsungan Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih.

Semua tugas dan pengabdianya pada Pesantren Ibnul Amin dapat terlaksana berkat dukungan isterinya Hj. Hikmah yang selalu setia dan ikhlas mendampinginya.

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top