Sedang Membaca
Ulama Banjar (106): H. Abu Hurairah
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (106): H. Abu Hurairah

H. Abu Hurairah

(L. 1931 – W. 1999)

H. Abu Hurairah adalah putera dari H. M. Aini Marwan, dilahirkan di desa Pandai, Kandangan pada tahun 1931. Beliau mempunyai isteri bernama Hj. Kamsiah dan dikaruniai 9 orang anak masing-masing bernama: Hj. Kaspiah, Wahbah, Hj. Mursyidah, H. Najmuddin, M. Nasruddin, Hj. Mahbubah, Hj. Noraspia, M. Lutpi Rahman dan Hj. Maisyarah. Bertempat tinggal di Jalan Singakarsa Pandai.

Pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat Darul Ulum Pandai, pekerjaan yang ditekuninya adalah sebagai Guru Agama Swasta dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum. Di luar pekerjaannya, ia pernah menjadi penyelenggara urusan Haji dan Pengasuh TPA Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta menjadi guru Alquran di rumahnya sendiri. H. Abu Hurairah terbilang qari yang fasih membaca Alquran.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Dari pekerjaan yang ditekuninya, ia mendapat penghargaan berupa LPP TPA Kalimantan Selatan. Semboyan hidupnya adalah “Jadilah orang yang pemaaf, jadilah orang yang berdaya guna dengan sesama”. Tausiah yang dikemukakannya adalah, lihatlah orang yang ada di bawah. H. Abu Hurairah wafat pada tanggal 15 Jumadil Awal dalam usia 68 tahun dan dimakamkan di Alkah Keluarga di desa Pandai Kandangan.

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca juga:  Ulama Banjar (103): H. Syafriansyah, BA
Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top