Sedang Membaca
Sinta Nuriyah: Tidak Ada Sepak Bola yang Dibayar dengan Nyawa
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Sinta Nuriyah: Tidak Ada Sepak Bola yang Dibayar dengan Nyawa

Whatsapp Image 2022 10 15 At 10.42.40

Peristiwa memilukan di dunia sepak bola tanah air baru saja terjadi. Peristiwa itu terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang dalam lanjutan Liga 1 yang berujung kerusuhan berdarah pada Sabtu (01/10/22) lalu.

Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 132 korban dan ratusan korban luka tersebut mendapat perhatian khusus dari Ny. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Hal ini disampaikan oleh Ny. Sinta Nuriyah ketika menghadiri undangan welcoming dinner dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Kota Surabaya pada Jum’at (14/10/22) malam.

Menurut Sinta Nuriyah, tragedi tersebut tidak terduga dan sangat tidak manusiawi.

“Saya sampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas peristiwa di Kanjuruhan Malang. Suatu tragedi yang sangat luar biasa. Betul-betul tidak manusiawi,” ungkap istri Gus Dur tersebut.

“Tidak ada sepak bola yang dibayar dengan nyawa. Memang iya, ini tragedi kemanusiaan yang tidak terduga-duga,” lanjutnya.

Ibu Negara Presiden ke-4 Republik Indonesia ini menegaskan bahwa peristiwa ini harus jadi bahan pelajaran dan evaluasi menyeluruh bagi seluruh pihak yang berkecimpung di dunia sepak bola Indonesia.

“Ini menjadi pelajaran buat kita semua. Pelajaran buat penyelenggara dan orang-orang yang bertanggungjawab (terlibat) terutama di sepak bola dan seluruh kelompok olah raga lainnya,” tegas Sinta Nuriyah.

Baca juga:  Hairus Salim: Pribumisasi Islam itu Strategi atau Bukan?

Sinta Nuriyah berharap agar sepak bola Indonesia membaik dan tidak terjadi lagi kejadian seperti tragedi Kanjuruhan Malang.

“Semoga bisa dilakukan (evaluasi) lebih baik lagi dan tidak sampai membawa korban nyawa,” tutup ibu Shinta.

Untuk diketahui, kedatangan Ny. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ke Surabaya Jawa Timur adalah dalam rangka menghadiri Temu Nasional (TUNAS) GUSDURian 2022 di Asrama Haji Surabaya.

Ibu dari Alissa Wahid, Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian tersebut telah dijadwalkan untuk membuka TUNAS GUSDURian pada hari pertama (14/10/2022), dan agenda dilanjutkan dengan menghadiri undangan dari Gubernur Jawa Timur pada malam harinya bersama beberapa perwakilan panitia dan peserta TUNAS GUSDURian.

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top