Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Sajian Khusus: Kita dan Tragedi 65

Whatsapp Image 2020 09 30 At 6.56.13 Pm

Jasmerah, Jasmerah, Jasmerah..

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah. Demikian semboyan yang terkenal yang pernah diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Kita semua tentu mengingat peristiwa kelam 65-66 bukan? ketika ratusan ribu nyawa terbunuh dan jutaan lainnya mendekam dipenjara tanpa pengadilan.

Kita mengingat peristiwa itu tidak untuk saling membalas dendam. Karena banyak saksi pada peristiwa 65–terutama benturan antara NU dengan PKI–yang menyatakan, bahwa keduanya sama-sama menjadi ‘korban’. Bagi pembaca sejarah yang baik, tentu akan mafhum siapa yang dikorbankan dan siapa dalang dibalik peristiwa itu? Oleh karenanya, edisi kali ini kami hanya ingin merawat ingatan itu supaya bangsa ini belajar, jika kita pernah melewati masa kritis ketika semua orang terjerat dalam ketakutan serta terkoyaknya persatuan, demi kekuasaan.

Dan kini, kami ingin merawat peristiwa itu dengan memberikan narasi kita dan tragedi 65, apa kabar rekonsiliasi? Gus Dur pernah menyatakan bahwa minta maaf tidak otomatis mengakui bersalah. Hanya inilah cara yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban sejarah masa lalu.

Edisi spesial 30 September kali ini ditulis oleh para peneliti yang memiki concern pada peristiwa tragedi 65, seperti Amin Mudzakkir, Rijal Mumazziq, dan Makinuddin Samin. Bahkan ada aktivis NU yang sampai sekarang terus menerus membangun jembatan persahabatan dengan eks Tapol. Mereka ini yang melakukan pendampingan dengan para penyintas di wilayah Batang-Jawa Tengah, seperti Arif Rahman Hakim dan Herry Anggoro.

Baca juga:  Pemenang Lomba Menulis Ramadan Berkah (7): Salat Jemaah Ramah Korona, Menggagas Fikih Adaptif

Terima kasih banyak kepada para penulis atas kiriman tulisannya. Semoga bisa menjernihkan kotoran-kotoran kebencian terhadap stigmatisasi PKI.

Kepada pembaca setia Alif, kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas dukunganya selama ini di tengah badai pandemi. Semoga kami bisa selalu menyajikan bacaan yang mencerahkan serta memberi pengetahuan baru untuk pembaca. Salam takzim dari kami.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Selamat membaca!

Redaksi.

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
1
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top