Sedang Membaca
Sabilus Salikin (116): Zikir dan Doa Tarekat Alawiyah
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Sabilus Salikin (116): Zikir dan Doa Tarekat Alawiyah

Redaksi

Zikir dan do’a dilakukan setiap hari. Zikir dan doa tersebut meliputi:

  1. lâ ilâ ha illallâh 25000 x
  2. ya Allâh 25000 x
  3. membaca saalawat 25.000 x
  4. setelah ashar membaca hizib bahr (imam al-Syadzili) kemudian membaca 7 surat,
  5. membaca do’a birrul walidain
  6. mandi, memakai wewangian, dan melakasanakan shalat maghrib
  7. mandi setiap shalat fardhu

Tata Cara Baiat atau Tahkim (Pengokohan) dan Talqin (Pemberian Pakaian Sufi)

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

1. Mursyid memerintahkan sâlik untuk membersihkan diri dari hadats dan najis untuk melakukan persiapan menerima talqin dan menghadap tawajjuh (menghadap kepada Allâh Swt.);
2. Mursyid menanyakan kepada sâlik tentang penerimaan talqin dan tawajjuh dengan menggunakan washilah Rasûlullâh Saw.;
3. Mursyid meletakkan tangan kanannya ke tangan kanan sâlik dan meletakkan telapak tangannya di atas telapak tangan sâlik, mursyid memegang ibu jari sâlik dengan jari-jari tangan mursyid;

4. Mursyid memerintahkan sâlik bertaubat dan membaca istighfâr, mursyid menuntun sâlik membaca:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ آمَنْتُ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ مِنَ اللهِ تَعَالَى وَعَذَابِ الْقَبْرِ نَعِيْمِهِ وَسُؤَالِ الْمَلَكَيْنِ وَالْبَعْثِ وَالْمِيْزَانِ وَالْجَنَّةِ وَالنَّارِ رَضِيْتُ بِاللهِ رَبَّا وَبِالْاِسْلَامِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَىْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا وَرَضِيْتُ بِكَ شَيْخًا وَوَاسِطَةِ اِلَى اللهِ تَعَالَى
5. Kemudian mursyid berkata kami bermadzhab fiqih Syafi’iyah, bermadzhab aqidah Abi Hasan al-Asy’ari, Tarekat kita adalah Tarekat ‘Alawiyah, (‘Aqdu al-Yawaqit al-Jauhariyyah wa Samth al-‘Ain al-Dzahabi bi Dzikri al-Thariq al-Sadad al-‘Alawiyah, juz 2, halaman: 147).

Baca juga:  Inilah Ulama Jawa Pertama yang Menulis Kitab Berisi Menolak Wahabi

Tata Cara Pemberian Khirqah (Pakaian Sufi)

Jika mursyid menghendaki pemberian khirqah (pakaian sufi) kepada sâlik maka mursyid memerintahkan sâlik untuk:

  1. Bersuci dan bertawadhu’;
  2. Membaca surat al-Fatihah;
  3. Mursyid memakaikan pakaian (sufi) dengan tujuan pemakaian tersebut sebagai pengganti penyematan dari Allâh Swt. dan Rasul-Nya;
  4. Kemudian mursyid menyebutkan penisbatan khirqah Mursyid berkata: aku menyematkan pakaian ini kepadamu seperti aku menerimanya dari mursyidku (al-Syaikh) sampai pada akhir sanad.
  5. Jika mursyid menginginkan menalqin zikir maka mursyid memerintahkan sâlik untuk duduk di depannya kemudian memerintahkannya memejamkan kedua mata dan menuntunnya membaca lâ ilâ ha illallâh 3x.
  6. Membaca surat al-Ikhlâs dan mu’awwidatain, dan membaca tahlil sampai diberi petunjuk berhenti oleh Allâh Swt. Semua bacaan itu pahalanya dihadiahkan kepada Nabi Muhammad Saw., para nabi, rasul, shalihin, dan seluruh orang muslim, (‘Aqdu al-Yawaqit al-Jauhariyyah wa Samth al-‘Ain al-Dzahabi bi Dzikri al-Thariq al-Sadad al-‘Alawiyah, juz 2, halaman: 147-148).

Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top