Sedang Membaca
Ngaji Ihya Ulumuddin, Gus Ulil Ditolak Takmir Masjid Agung Purwokerto
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ngaji Ihya Ulumuddin, Gus Ulil Ditolak Takmir Masjid Agung Purwokerto

Redaksi
Pengalaman Batin di Kopdar Perdana "Ngaji Ihya"

Rencana Dosen Pascasarjana UNUSIA Jakarta, Gus Ulil Abshar Abdallah Ngaji Ihya Ulumuddin di Masjid Agung Purwokerto, terancam batal. Sedianya, ‘Kopdar Ngaji Ihya’ yang difasilitasi PCNU Banyumas itu diadakan Jumat (11/10) malam. Ketua Lembaga Dakwah NU Banyumas, Kyai Abdul Qodir yang pertama kali memberikan informasi.

“Saya dapat kabar dari Ketua PCNU Banyumas H Sabar Munanto. Beliau katanya di hubungi Takmir Masjid yang menyatakan menolak kalau Gus Ulil Ngaji di Masjid Agung,” katanya, Selasa (8/10).

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Untuk diketahui, ‘Ngaji Rutin Malam Sabtu’ memang sudah agenda PCNU Banyumas. Berjalan sudah cukup lama dan disupport semua banom dan lembaga yang ada. Sejauh ini, ngaji rutin berjalan lancar, tidak ada masalah dan pengisi acara murni menjadi tanggungjawab PCNU melalui LDNU. Sedangkan Takmir Masjid Agung Purwokerto hanya memfasilitasi tempat karena merupakan tempat umum.

Gus Ulil yang merupakan Founder Ngaji Ihya Online itu sudah dua kali mengadakan ‘Kopdar Ngaji Ihya’ di Banyumas. Masing-masing di Pendopo Gatra Mandiri (Pamijen, Sokaraja) dan di kediaman tokoh dan budayawan Banyumas, Ahmad Tohari (Jatilawang, Banyumas). Sedianya agenda di Masjid Agung Purwokerto akan menjadi kali ketiga, Gus Ulil ‘Kopdar Ngaji Ihya’ di Banyumas.

“Kalau detil kenapa menolak kami belum dapat kepastian. Rencananya, kami akan perjelas ke Takmir sore ini (8/10) dengan Pak Ahmad Rofik (Ketua LWP NU). Kalau ada penolakan, kita minta surat resmi. Syukur tetap bisa berjalan, toh ini sudah agenda rutin dan pure ngaji, apalagi membaca Kitab Ihya Ulumuddin,” harap Kiai Qodir.

Untuk diketahui juga, ‘Ngaji Ruitn Malam Sabtu’ memang diisi secara bergantian dari sejumlah tokoh di Banyumas. Masing-masing ada sekmen untuk kesepuhan, pengurus struktur NU, pemuda / remaja milenial hingga kajian muslimat. Hal ini penting dilakukan mengingat keluarga besar NU merupakan mayoritas dan sudah memiliki tradisi mengaji yang kuat.

“Kita selalu memilih nara sumber yang jelas kapasitas dan sanad keilmuannya. Karena kebutuhan masyarakat dewsa ini seperti itu. Jangan asal ngaji dari orang yang kadar ilmu dan sanadnya tidak dipertnggungjawabkan,” jelas Abdul Qodir lagi.

Di antara nama pembicara, KH Khariri Shofa (Ponpes Darussalam Dukuhwaluh), KH Mughni Labib (Ponpes Al Ittihad, Pasir), Gus Muhammad Luqman (Ponpes Nurul Iman Pasir), hingga Gus Hadidul Fahmi Lc (Ponpes At Taujieh Al Islamy Leler). Masih ada lagi Habib Abdul Qodir Al Mulaichela (Habib Ading, Sokaraja), Agus Sunaryo MSi (Dosen IAIN dan LBM NU Banyumas) juga Gus Enjang Burhanuddin Yusuf, IAIN Purwokerto.

Hingga Selasa (8/10) pukul 14.00 WIB LDNU belum bertemu Takmis Masjid Agung Purwokerto. Belum diketahui pasti, apa alsan kabar penolakan Ngaji Ihya Gus Ulil.

Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top