Sedang Membaca
Kembali Bertunas, Jaringan GUSDURian Perkuat Strategi dan Gerakan untuk Kemaslahatan Bangsa
Redaksi
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Kembali Bertunas, Jaringan GUSDURian Perkuat Strategi dan Gerakan untuk Kemaslahatan Bangsa

Whatsapp Image 2020 12 07 At 8.02.24 Pm

Alif.id—Dengan mengangkat tema “Menggerakkan Masyarakat, Memperkuat Indonesia”, acara pembukaan Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2020 berhasil diselenggarakan secara daring. Pembukaan dipandu oleh Iffah dan Arik Arjuna sebagai MC. Pertemuan ini dimeriahkan oleh pembacaan puisi yang berjudul “Lading Sajadah” oleh D. Zawawi Imron, sastrawan sekaligus pengarang buku “Mata Badik Mata Puisi”.

Sebagai salah satu Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Ilmu Giri (Yogyakarta), Zawawi berpesan untuk tetap menjaga keutuhan dan generasi ahlussunnah wal jama’ah.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“Generasi aswaja harus terus menjaga keutuhan bangsa bersama-sama.” pesan Zawawi setelah mengumandangkan puisi.

Tunas GUSDURian merupakan agenda dua tahun sekali yang dihadiri oleh penggerak jaringan GUSDURian di seluruh dunia. Rangkaian agenda TUNAS membahas tentang isu prioritas dalam lingkup nasional: seperti HAM, Demokrasi, Korupsi, dan lain-lain. Tahun ini, Temu Nasional dikonsep berbeda dengan adanya pandemi yang masih berlanjut.

Acara ini diikuti lebih dari 500 orang dari seluruh Jaringan GUSDURian di berbagai penjuru arah mata angin, baik dalam negeri maupun luar negeri. Dalam laporan ketua panitia, Mukhibullah Ahmad, menyatakan, saat ini Jaringan GUSDURian telah berjumlah lebih dari 140 komunitas dan lebih dari 20 lembaga yang terinspirasi dari nilai dan keteladanan Gus Dur.

“Besar harapan kami para peserta bisa mengikuti seluruh agenda dari awal sampai akhir.” sambut Mukhib.

Baca juga:  Susi Pudjiastuti: Gus Dur Memandang Laut Sebagai Sesuatu Yang Sangat Penting

TUNAS 2020 mempunyai beberapa rangkaian acara, yaitu pembukaan, forum penggerak, festival GUSDURian, Konferensi Pers, Penutupan sekaligus haul Gus Dur. Semua rangkaian acara tersebut berlangsung dari tanggal 7 sampai 16 Desember 2020. Acara ini bekerjasama dengan beberapa media populer seperti islami.co, alif.id, 164 channel, Bincang Syariah, dan TV9. Selain sebagai tempat berbagi gagasan, TUNAS 2020 digunakan sebagai ajang silaturahim anggota jaringan.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Koordinator Sekretariat Nasional GUSDURian, Jay Akhmad menegaskan bahwa pandemi bukan menjadi halangan untuk menghentikan temu nasional. Ia juga mengingatkan kepada khalayak bahwa GUSDURian bukan tempat untuk membesar-besarkan nama Gus Dur. Menurutnya, karena nama Gus Dur sudah besar.

GUSDURian adalah jaringan yang berbasis nilai yang diserap dari pemikiran Gus Dur, yang dikristalisasi menjadi 9 nilai. Gerakan GUSDURian ada di berbagai lini, termasuk juga bergerak dalam menghadapi pandemi yang saat ini berlangsung.

“Saat ini, total donasi yang sudah dikumpulkan melalui Jaringan GUSDURian mencapai kurang lebih Rp 8 miliyar.” ungkap Jay Akhmad dalam sambutannya.

TUNAS 2020 dibuka oleh Koordinator GUSDURian, Alissa Wahid, disusul dengan orasi kebangsaan. Dalam orasinya, Alissa mengingatkan peserta bahwa pandemi tidak menghalangi terajutnya jaringan yang semakin meluas.

“9 tahun GUSDURian berdiri membuktikan kita bisa bergerak bersama-sama.” ungkap Alissa.

Baca juga:  Diaspora Santri (9): Djauhari Oratmangun: NU Berperan Signifikan dalam Diplomasi Internasional

Menurutnya, Jaringan GUSDURian hari ini telah mempunyai anggota mulai dari akar rumput sampai pengambil kebijakan. Hal tersebut menjadi keunggulan tersendiri dalam jaringan untuk terus memperkokoh hubungan.

“Jaringan GUSDURian bukan jaringan untuk memperkuat keutuhan bangsa, bukan pengagum bahkan penyembah baliho Gus Dur. Jaringan GUSDURian bukan jaringan yang bisa digunakan sebagai jaringan untuk meraih kekuasaan yang menggerogoti uang rakyat.” ujar Alissa.

Alissa Wahid, sebagai Koordinator sekaligus putri Gus Dur mengajak seluruh peserta untuk mengikuti nilai dan pemikiran Gus Dur. Mulai dari personanya, cara meneladani pemikirannya, dan meneladani gerakannya.

“Ketika seseorang sudah memutuskan untuk bergabung ke jaringan, maka orang tersebut sudah memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual. Gus Dur sudah meneladankan, saatnya kita melanjutkan.” pungkasnya.

Pembukaan TUNAS Jaringan GUSDURian 2020 ditutup dengan do’a dari 7 agama. (Mundhir/Alif.id).

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
1
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top