Sedang Membaca
Guruku Orang-Orang dari Pesantren Dikoleksi 100 Perpustakaan di Jepang
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Guruku Orang-Orang dari Pesantren Dikoleksi 100 Perpustakaan di Jepang

Redaksi
Guruku Orang-Orang dari Pesantren dalam bahasa Jepang di Chuo University Tokyo (Foto: Twitter/@lukmansaifuddin)

Menteri Agama tahun 1962-1967 KH Saifuddin Zuhri dikenal sebagai seorang penulis yang produktif. Salah satu karya masterpiecenya adalah Guruku Orang-Orang dari Pesantren.

Buku yang berkisah kehidupan santri dalam perjuangan bangsa ini ternyata dikoleksi 100 perpustakaan di Jepang.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Kato, Guru Besar Antropologi Universitas Chuo di Tokyo. Menurutnya buku karya KH Saifuddin Zuhri merupakan buku penting oleh para akademisi di Jepang.

Situs kemenag.go.id melansir bahwa Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin merasa terharu dan sekaligus senang mendapati fakta ini.

“Saya sungguh berterima kasih, ternyata buku ini sangat dihargai oleh kalangan akademisi di Jepang. Terus terang saya surprise,” katanya.

Menag mengaku sudah lama mendengar informasi terkait penerbitan buku ayahnya tersebut, namun baru kali ini mendengarkan secara langsung.

Dalam edisi bahasa Jepang buku Guruku Orang–Orang Pesantren diterbitkan dengan sampul warna hijau kekuningan. Buku ini sendiri berkisah tentang kehidupan pesantren.

Baca Juga
Petualangan Gus Dur Muda di Kairo

Buku ini sangat fenomenal kaena dicetak beberapa edisi dalam tiga dasawarsa. Pertama kali diterbitkan pada tahun 1974 oleh Penerbit Al-Ma’arif Bandung.

Saifuddin zuhri
Saifuddin Zuhri (Foto: Wikimedia)

Buku ini bisa jadi merupakan buku otobiografinya KH Saifuddin Zuhri. Awal penulisannya justru digagas oleh sahabatnya, Drs. H. Asrul Sani. Budayawan ini membujuk KH Saifuddin Zuhri untuk menulis sebuah novel tentang alam pesantren dan orang-orangnya yang telah berbuat sesuatu atas nama pesantren. Maka tidaklah heran kalau penulisan buku ini terasa ringan dan enak dibaca.

Baca juga:  Kitab Tasawuf: Al-Hikam Jawa ala Kiai Soleh Darat Semarang

Sumber: jendelakita.id

Lihat Komentar (0)

Komentari