Sedang Membaca
Festival Halal Fashion sebagai Wadah Pemberdayaan dan Membuka Peluang Desainer Pemula
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Festival Halal Fashion sebagai Wadah Pemberdayaan dan Membuka Peluang Desainer Pemula

Whatsapp Image 2021 09 28 At 06.49.51

Seluruh santri di Indonesia merayakan gegap gempita perayaan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober. Gemuruh peringatan Hari Santri menggema ke pelosok negeri salah satunya melalui rangkaian acara Duta Santri Nasional yang tahun ini sudah masuk di tahun ketiga (sebelumnya di tahun 2016 dan 2018).

Ada yang istimewa dengan rangkaian acara Duta Santri Nasional tahun ini, ajang yang diinisiasi oleh PW Fatayat DIY bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), Garda Fatayat NU DIY, Muslim Kreatif, PT Sri Rejeki Isman (Sritex), dan Mardliyah Islamic Center UGM tidak hanya menyelenggarakan ajang pemilihan role model santri saja, tetapi juga mengadakan Festival Halal Fashion.

Festival Halal Fashion merupakan wadah bagi para desainer pemula untuk mengembangkan dan menunjukkan karya busana muslim terbaiknya. Fesival Halal Fashion ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi kreatif dengan mengangkat dan memperkenalkan karya desainer pemula kepada masyarakat luas, memberikan apresiasi sekaligus kesempatan edukasi kepada desainer pemula yang didukung langsung oleh desainer kawakan untuk show up di atas panggung terbuka.

Istilah “Halal Fashion” merupakan penyebutan untuk industri fashion yang memperhatikan kaidah halal secara syar’i dari hulu ke hilir dengan prinsip halalan toyyiban mulai dari bahan yang digunakan, proses produksi hingga busana siap dikenakan. Festival Halal Fashion berorientasi pada sustainability fashion atau fashion yang memperhatikan keberlanjutan kehidupan hayati alam semesta yang selaras dengan tema yang diangkat pada rangkaian acara Duta Santri Nasional tahun ini yaitu “ Santri Menjaga Bumu, Menebar Rahmat untuk Semesta.”

Baca juga:  MAARIF Award 2018: Mencari Pejuang Kemanusiaan Tangguh

Cerita di Balik Festival Halal Fashion

Penyelenggaraan Festival Halal Fashion, bermula ketika UNU Yogyakarta dan Sritex berkolaborasi dalam pengembangan pendidikan. Salah satu ide yang akan dikembangkan adalah halal fashion. UNU Yogyakarta akhirnya menggandeng PW Fatayat DIY yang memang sudah memiliki kelompok binaan UMKM. Kolaborasi tersebut menyepakati kegiatan “Festival Halal Fashion” yang dijadikan satu rangkaian dengan acara Duta Santri Nasional 2021. Kolaborasi berbagai pihak inilah yang merupakan kebaruan dalam Duta Santri Nasional, tidak hanya mencari role model santri tetapi juga sekaligus memberdayakan dan menguatkan UMKM desainer pemula agar bisa melesat naik.

Perkembangan zaman saat ini telah mendorong produk halal sebagai life style. Potensi produk halal yang ada di ranah fashion tertangkap oleh UNU Yogyakarta. “Perkembangan global menunjukkan halal fashion menjadi life style yang memiliki opportunity besar. Sehingga harapan terbesar dengan adanya Festival Halal Fashion ini, da7at menginspirasi kaum milenial bahwa halal produk sudah menjadi life style,” ungkap Aris Kusumo selaku pic Festival Halal Fashion dari pihak UNU)

UNU Yogyakarta memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak dalam bidang fashion sekaligus memiliki Fakultas Industri Halal. Pengalaman UNU Yogyakarta yang sudah paham dengan seluk beluk dunia halal fashion menjadikan kolaborasi kegiatan “Festival Halal Fashion” menjanjikan bagi peserta desainer pemula, tentunya selain untuk proses mentoring juga menambah jejaring. Terbukti dengan animo desainer pemula yang mendaftar Festival Halal Fashion tercatat 40 desainer dari berbagai wilayah di Pulau Jawa.

Baca juga:  Gus Mus akan Terima Yap Thiam Hien Award

Selain UNU Yogyakarta, Sritex juga memiliki peran besar dalam acara Festival Halal Fashion. Sritex mensponsori bahan baku kain untuk 25 desainer yang lolos seleksi berkas. “Kami mengambil motif kain yang membawa unsur etnik seperti motif Toraja, Papua dan sebagainya. Kami mencoba merepresentasikan budaya berbagai daerah yang ada di Indonesia,” ungkap Dyah Iskandar selaku pic Festival Halal Fashion dari PW Fatayat NU DIY.

Nantinya ke-25 desainer tersebut akan membuat 3 busana untuk kegiatan kurasi dengan rincian 1 busana laki-laki dan 2 busana perempuan. Proses produksi baju berlangsung dari tanggal 11 September sampai 19 Oktober 2021. Ketiga baju produksi desainer tersebut akan masuk proses kurasi untuk menyeleksi menjadi 14 desainer yang nantinya akan dikarantina pada 21-22 Oktober 2021. 14 besar desainer inilah yang akan menampilkan karya busananya live di acara semi final Pemilihan Duta santri Nasional pada 21 Oktober 2021. Para santri dari acara Pemilihan Duta Santri Nasional yang lolos ke tahap semi final akan catwalk menampilkan karya ke-14 besar desainer.

Banyak sekali benefit yang akan didapakan oleh desainer pemula dalam ajang Festival Halal Fashion ini yaitu karya desainer pemula akan diliput oleh media partner Duta Santri Nasional baik televisi nasional maupun media massa, mempromosikan brand yang dimiliki dalam ajang pencarian bakat nasional dan  semua peserta akan gabung dalam Online Business Class Toko Sritex. “Festival Halal Fashion menjadi medan baru bagi para desainer pemula untuk mengepakkan sayap kejayaan,” ungkap Fetra Nur Hikmah selaku Ketua Umum Rangkaian Acara Duta Santri Nasional.

Baca juga:  Covid-19 di Pesantren: RMI NU Mengharap Pesantren Menjalankan Protokol Covid-19
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top