Sedang Membaca
Cara al-Ghazali Mendidik Anak Membedakan Hewan dan Manusia
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Cara al-Ghazali Mendidik Anak Membedakan Hewan dan Manusia

Redaksi

Pelajaran berikutnya dari Imam al-Ghazali untuk anak-anak kita adalah pengetahuan mengenai hewan dan manusia. Anak-anak kita di rumah biasanya memiliki hewan peliharaan, bisa kelinci atau kucing dan lainnya. Atau kadang kita sering mengantarkan anak-anak kita berkunjung ke kebun binatang untuk melihat dan mengenal jenis hewan.

Di saat itu, kita bisa memulai untuk melakukan dialog dengan anak-anak kita, misalnya:

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“Bisakah kamu menebak mengapa manusia lebih baik dari pada hewan? Mengapa bisa seperti itu? Bukankah gajah berukuran jauh lebih besar? Bukankah unta, yang membawa beban berat untuk jarak yang jauh, lebih kuat dari kamu? Bukankah singa lebih gagah dan berani dari pada kamu? Jika fakta-fakta ini adalah benar, maka bagaimana manusia lebih baik dari pada hewan?”

Dari sini kita menumbuhkan kesadaran pada anak, bahwa walaupun hewan-hewan itu lebih besar, lebih kuat, lebih gagah dan lebih berani, namun tetap manusia lebih unggul. Kenapa? Karena manusia dikaruniai hati spiritual yang khusus.

Hanya manusia yang dapat belajar untuk mendekatkan diri ke Allah SWT dan dicintai oleh-Nya. Yang terpenting adalah kita mengetahui, bukan seberapa besar atau seberapa kuat kita, tetapi bagaimana kita menggunakan dan merawat hati spiritual yang kita punyai.

Bagaimana merawat hati spiritual ini?
Layaknya tubuh kita yang membutuhkan makanan, hati kita juga butuh makanan.

Baca juga:  Mampu Memahami dan Menghormati Dengan Membaca

Kita bisa sedikit berhenti dalam pelajaran ini karena yang kita hadapi adalah anak-anak yang masih belajar hal-hal yang dasar. Alih-alih menjawab, kita bisa mengajukan pertanyaan ke anak-anak kita untuk mereka coba pikirkan. Mereka bisa kita minta untuk memikirkan makanan apa saja yang tubuh mereka perlukan sehari-hari.

Lalu kita berikan satu kunci untuk makanan hati, yakni selalu menunjukkan cara untuk menjadi orang baik serta terus belajar alQuran untuk mengetahui apa yang Allah SWT inginkan dari kita semua.

Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top