Sedang Membaca
Bermacam Perilaku Orang Shalat Menurut Aa Gym
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Bermacam Perilaku Orang Shalat Menurut Aa Gym

Img 20210415 101535 802

Pengasuh Pesantren Daarut Tauhiid Bandung KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menjelaskan bermacam perilaku orang ketika sedang menjalankan shalat. Ia menuturkan, syarat utama agar shalat bisa diterima Allah adalah dengan khusyuk.

“Ada shalat yang sah dan ada shalat yang khusyuk. Kalau orang khusyuk itu (shalatnya) sah dan diterima. Tetapi (shalat) sah saja, belum tentu diterima,” tutur Aa Gym dalam Pesantren Ramadhan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT), pada Kamis (6/5).

Pertama, shalat bagi kaum munafik. Menurut Aa Gym, orang-orang yang munafik akan merasakan bahwa shalat itu berat. Kalaupun shalat, mereka akan melaksanakan dengan semaunya saja karena shalat dianggap sebagai beban.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“Bagi kaum munafik, shalat itu berat, jadi mau shalatnya saja sudah berat, wudhu-nya seenaknya, waktunya juga sekenanya, gerakannya juga kalau shalat itu cepat saja, karena beban. Tetapi setelah selesai shalat itu mereka merasa nyaman, karena bebannya sudah hilang,” terang Aa Gym.

Kedua, ada orang yang sudah menjadikan shalat sebagai kebutuhan. Hanya saja, shalat yang dijalankan hanya seperti rutinitas saja. Orang-orang yang dimaksud Aa Gym ini akan selalu semangat shalat berjamaah di masjid dan mushala. Tetapi ketika shalat, pikirannya tidak fokus karena memikirkan berbagai macam persoalan dunia.

“Sampai-sampai dia tidak sadar sedang baca takbir, sedang baca fatihah, sedang rukuk, dan sujud karena pikirannya ke mana-mana. Dia juga tidak sadar ketika sedang doa. Shalat begini seperti keranjang yang banyak bolongnya dikasih air, jebol saja, tidak ada yang nyangkut,” katanya.

Baca juga:  NU Care-LAZISNU Targetkan 15 Juta Penerima Manfaat di Kurban 1440 H

Shalat semacam itu, kata Aa Gym, hanya lewat saja. Tapi orang yang shalat seperti itu biasanya sudah merasa sebagai ahli shalat karena sering berjamaah di masjid dan mushala. Padahal Allah tahu, shalat yang dilakukannya itu kurang baik.

“Mereka shalatnya ngawur sekali pikirannya. Bahkan tidak jarang ada yang ngeres pikirannya, membayangkan yang salah dan memikirkan rencana yang buruk. Ketika selesai, membaca istighfar tidak minta ampun, tidak ada menyesal, semuanya basa-basi,” tutur Aa Gym.

Ketiga, orang yang lebih tenang dalam shalat tetapi hanya fokus pada bacaan surat seperti makharijul huruf dan tajwid. Orang-orang seperti ini, tidak ingat bahwa ada Allah yang sedang menyaksikan.

“Dia tidak ingat bahwa ada Allah yang sedang menyaksikan akrena hanya fokus kepada bacaan saja. Ini sudah lebih baik dibanding yang pertama tadi. Bacaan shalat semuanya dibaca hati-hati. Ini sudah jauh lebih bagus,” katanya.

Keempat, orang yang ketika shalat melakukan tadabbur. Ketika membaca setiap bacaan shalat, hati dan pikiran berpikir tentang makna dari bacaan tersebut. Menurut Aa Gym, shalat yang seperti ini sudah lebih enak karena mengerti apa yang sedang dibaca dan dikatakan.

Kelima, tingkatan perilaku orang shalat yang lebih tinggi yakni menadabburi bacaan sembari merasakan kehadiran Allah, sehingga shalat menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan. Analogi sederhananya, shalat menyenangkan itu seperti bertemu dengan orang tersayang.

Baca juga:  Gus Mus Sampaikan Doa untuk BJ Habibie di Instagram

“Shalat itu seperti kita bertemu dengan orang yang kita sayangi, yang baik sekali dengan kita, yang sangat banyak memberi kepada kita, yang sangat banyak menolong, yang tidak pernah nyakitin kita, kita akan bertemu dengan orang yang ketika bertemu dia akan memberikan yang terbaik kepada kita. Pasti ingin kita bertemu dengan orang seperti itu,” terang Aa Gym.

Pertemuan dengan orang yang baik akan penuh dengan kesenangan. Meminta apa pun akan segera diberikan. Menurut Aa Gym, jika bertemu orang saja sudah asik maka seharusnya shalat pun begitu, harus menjadi sesuatu yang asik dan menyenangkan.

“Kita harus punya cita-cita menjadikan shalat sesuatu yang sangat asik,” pungkas Aa Gym.

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top