Sedang Membaca
Konser Amal Virtual “Suara Anak Indonesia”, dari Anak untuk Anak

Konser Amal Virtual “Suara Anak Indonesia”, dari Anak untuk Anak

Whatsapp Image 2020 09 04 At 11.18.42 Am

Anak-anak usia sekolah adalah kelompok masyarakat yang paling merasakan dampak buruk pandemi Covid19. Ada 70 juta anak Indonesia mengalami pembatasan dan harus menjalankan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sejak Maret 2020.  PJJ sebagai solusi agar anak-anak Indonesia tetap bisa melanjutkan pendidikan ternyata membawa masalah khususnya bagi anak-anak yang berada didaerah tertinggal.

Menurut survey yang dipublikasikan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI) pada Juli 2020, ada 30% anak-anak yang tidak bisa menjalankan PJJ. Alasan utama adalah : tidak adanya akses internet memadai di daerahnya, tidak ada dana  untuk membeli gawai, tidak ada uang untuk membeli kuota internet.

Anak-anak ini sangat rawan putus sekolah. Sebagian dari mereka malah kini menjadi pekerja anak membantu orang tua. Kondisi ekonomi sulit yang dialami orang tua mereka juga mengancam kesehatan dan keselamatan anak-anak ini.

Pemerintah RI saat ini telah berusaha untuk menangani kondisi sulit yang tidak terbayangkan sebelumnya ini. Upaya ini tentunya perlu juga ditanggapi oleh masyarakat. Saat ini semangat gotong royong sangat diperlukan.

Semua elemen bangsa harus bersatu padu mengatasi pandemi Covid19. Semua  bergerak, tidak cukup jika pemerintah saja yang bergerak. Para pelajar, meski menjadi satu di antara banyak “korban” pandemi Covid19, mereka  memiliki potensi dalam hal memberi sumbangan positif bagi penanganan pandemi ini, khususnya membantu teman-teman pelajar yang mengalami kesulitan.

Seorang pelajar kelas XII SMM (Sekolah Menengah Musik) Yogyakarta bernama Ethanael Ricky (Ricky) berinisiatif mengadakan “Konser Amal Virtual” yang diberi judul “Suara Anak Indonesia”.

Baca juga:  Jokha Alharthi, Perbudakan, dan Penghargaan Man Booker

Sebagai pelajar, Ricky merasa bahwa dia dan teman-temannya merasa prihatin dengan kondisi teman-teman pelajar di daerah tertinggal yang semakin kesusahan akibat pandemi Covid19.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Ricky yang menekuni musik ingin berbuat sesuatu melalui musik dan percaya bahwa melalui musik dia bisa membuat suatu aktivitas guna membantu teman-teman pelajar yang kesusahan.

Inisiatif ini kemudian didukung oleh Elok Shinta Meilina koordinator Ansambel Anak dan Remaja Indonesia Jogja (Amari Jogja) bersama suaminya Fafan Isfandyar dan juga Iwan Setiawan Dani, koordinator program “Saya Suka Musik”.

Whatsapp Image 2020 09 04 At 11.37.56 Am
Suara Anak Indonesia berlatih dan rekaman di Padepokan Bagong Kusudiardjo Yogyakarta (Foto: Susi Ivvaty)

Selanjutnya mereka mengajak para pelajar yang memiliki keterampilan musik untuk bergotong-royong mewujudkan Konser Amal Virtual ini. Ada 54 orang pelajar yang terlibat dalam konser ini. Mereka datang dari berbagai SD hingga SMA/SMK di Yogyakarta.

Pesan Kerudung Bergo

Sudah banyak konser amal yang dilaksanakan oleh para musisi, namun konser amal virtual “Suara Anak Indonesia” ini memiliki perbedaan:

  1. Konser ini murni digagas dan diwujudkan oleh pelajar bukan musisi profesional

Gagasan awal konser ini berasal dari seorang pelajar, Ethanael Ricky, siswa kelas XII SMKN 2 Kasihan Bantul (SMM Yogyakarta). Pada awalnya Ricky hanya ingin membuat cover lagu anak-anak zaman dulu seperti karya A.T. Mahmud, Pak Kasur, dan Ibu Soed, serta membuat versi orkestrasinya.

Baca juga:  Menaker Sambut Kepulangan Sembilan ABK yang Tertipu Calo

Ide ini kemudian berkembang karena dia berpikir jika hanya membuat cover apa manfaatnya buat orang lain. Kemudian dia mengajak rekan-rekan pelajar untuk bergabung bergotong-royong mewujudkan ide membuat sebuah Konser Amal.

Dalam konser ini akan disajikan 8 komposisi yang diaransemen sendiri oleh pelajar. Para arranger tersebut adalah : Ethanael Ricky, David Octavian, Eleazar Christian (SMKN 2 Kasihan Bantul) dan Owen Nathanael (Berklee College of Music).

  1. Tema konser ini adalah lagu anak-anak

Tujuan lain dari konser ini adalah untuk mengingatkan kembali anak-anak Indonesia dengan lagu-lagu anak Indonesia. Di masa pandemi ini penggunaan gawai di kalangan anak-anak meningkat pesat namun sayangnya penggunaan untuk hiburan lebih dominan ketimbang untuk pendidikan.

Untuk mengusir kebosanan karena harus di rumah, anak-anak lebih banyak mengakses aplikasi video daring atau games di gawai mereka sehingga mereka lebih sering terpapar lagu-lagu dari luar negeri seperti Korea, Jepang dan Amerika/Eropa ketimbang lagu-lagu dari Indonesia sendiri.

Konser ini juga ingin mengangkat kembali lagu-lagu Indonesia yang ketika diaransemen ulang bisa menghasilkan musik yang bermutu. Demo lagu yang akan ditampilkan bisa diakses di : https://shorturl.at/aoxAF

  1. Donasi yang terkumpul untuk membantu anak-anak di daerah tertinggal

Penyelenggara konser bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) sebagai lembaga sosial yang memiliki program bantuan bagi anak-anak di daerah tertinggal. WVI telah memiliki pengalaman puluhan tahun dalam kegiatan sosial terutama menolong anak-anak di daerah tertinggal di Indonesia melalui program : penyediaan air bersih, perbaikan gizi anak maupun membantu pendidikan bagi anak-anak.

Baca juga:  Jaringan Lintas Iman Tanggap Covid-19 Salurkan 5.350 Paket Sembako dari Sobat Ambyar Didi Kempot

Pada masa pandemi ini WVI sudah bergerak cepat membantu para pelajar melalui pengadaan buku dan siaran radio agar anak-anak yang tidak memiliki akses internet tetap bisa belajar.

Konser virtual akan disiarkan secara dari melalui kanal Youtube Kompas.com dan Kompas TV,  yang secara perdana akan tayang tanggal 8 September 2020 bersamaan dengan peringatan Hari Aksara Internasional. Bintang tamu konser ini adalah Monita Tahalea, finalis Indonesian Idol Session 2.

Inisiatif yang baik ini tentu memerlukan dukungan media massa agar semakin banyak orang yang diingatkan melalui tayangan konser ini. Pandemi Covid19 belum berakhir dan di luar sana masih banyak anak-anak yang berjuang untuk mendapatkan pendidikan.

Kita perlu mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong-royong. Negara ini bisa merdeka dan sekarang berumur 75 tahun salah satunya karena rakyatnya gemar bergotong-royong dan saling membantu. Inilah semangat yang ingin tetap dikobarkan oleh para pelajar ini.

Semoga melalui kegiatan Konser Amal Virtual “Suara Anak Indonesia” semakin banyak orang yang tergerak untuk saling membantu.

Informasi lebih lanjut mengenai konser ini dapat diperoleh dengan menghubungi Iwan Setiawan Dani (Pimpinan Konser). Nomor telpon : 0817 716328. Email : iwan.dani285@gmail.com

 

Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top