Alumni Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut Tulungagung, Jawa Timur. Tinggal di Magelang, Jawa Tengah.

Obituari: Kenangan Pertama Bertemu dengan Gus Im

Gus Im

Bulan Januari 1998 (atau Desember 1997, mohon koreksi jika salah) kami dipertemukan dg Gus Iim bersama kawan kawan mahasiswa di Gambiran Yogyakarta. Dimoderatori Sahabat Ngatawi Al-Zastrouw, kami mendengarkan paparan beliau tentang situasi Jakarta yg mengeras dan menyudut pada kelompok kelompok sipil dan militer di mana di semua kelompok ada tokoh militernya.

Dari situ beliau memaparkan bahwa masing-masing kelompok punya korelasi aktif dengan kelompok politik ekonomi global.

Seminggu kemudian kami dipertemukan dengan Sahabat Sultonul Huda dan Savic Ali, senior kami yang sudah aktivis di Jakarta, yg bercerita tentang situasi politik mahasiswa dengan kesimpulan serupa dg deskripsinya Gus Iim.

Baik Gus Iim, Mas Sulton, maupun Bung Savic menjelaskan gambaran terkini (saat itu terkenal istilah “sitnas”) adalah untuk menerangkan detail-detail bagaimana dan di mana posisi politik para aktivis dan NU-nya. Perasaan saya waktu itu situasinya sangat genting dan harus selalu waspada.

Itulah momen Gus Iim (Hasyim Wahid) memperkenalkan kepada kami tentang teori politik konspirasi global, sebuah perspektif ilmu pengetahuan sosial yg menjelaskan bagaimana sebuah dunia membentuk peradabannya.

Di kemudian hari dari berbagai diskusi dg Gus Iim terbitlah buku berjudul “Telikungan kapitalisme Global”. Tidak sampai 2 tahun kemudian, pada Oktober 1999 Gus Dur diambil sumpah jabatan sebagai Presiden RI ke-4.

Baca juga:  Kalimah Mutiara dari Malcolm X

Gus Iim dan Gus Dur adalah putra KH Wahid Hasyim, Menteri Agama era Presiden Soekarno.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Hari ini Gus Iim Wafat. Jenazahnya akan dimakamkan di Jombang, Jawa Timur. Semoga husnul hatimah, Lahul Alfatihah….

Pesan Kerudung Bergo
Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top