Sedang Membaca
Selamat Jalan, Ibu Ani Yudhoyono
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Selamat Jalan, Ibu Ani Yudhoyono

Ali Usman

Tahun 1973, awal mula Ani bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sebuah acara peresmian barak taruna di Magelang. Ani mengaku terpana pada pandangan pertama kepada SBY yang terlihat atletis, tenang, dan berwibawa—sebagaimana diabadikan dalam buku “Kepak Sayap Putri Prajurit” (2010).

Pertemuan berikutnya saat SBY bertamu ke rumah Ani, lalu intensif saling berkirim surat, hingga pada 1974, ketika Letjen TNI Sarwo Edhie Wibowo (yang pada era orde baru terlibat dalam penumpasan G30S PKI tahun 1965), ayah Ani, tokoh militer yang tersohor era Presiden Soeharto, ditugaskan menjadi duta besar di Korea Selatan. Keduanya resmi bertunangan di tahun itu, setelah sebelumnya, SBY lulus sebagai perwira terbaik AKABRI tahun 1973.

Sempat menjalin hubungan jarak jauh (long distance relationship, LDR), sekitar satu setengah tahun, karena Ani ikut ayahnya dinas ke luar negeri. Setelah itu, Ani dan SBY resmi menikah pada bulan Juli 1975.

Sejak itulah keduanya menjadi pasangan suami-istri yang harmonis dan romantis, hingga takdir Tuhan mengantarkan SBY sebagai presiden RI ke-6, dan Ani semakin populer dipanggil Ibu Ani Yudhoyono. Pasangan ini memiliki 2 putra, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhi Baskoro Yudhoyono. AHY sempat berkarir di dunia militer mengikuti jejak SBY, tapi kemudian bersama adiknya, merubah haluan ke jalur politik, menjadi pengurus dan motor penggerak Partai Demokrat (PD) yang dibidani oleh ayahnya.

Baca Juga:  Sowan Mbah Maimun Zubair

Ibu Ani, bernama lengkap Kristiana Herrawati. Ia lahir tanggal 6 Juli 1952 di RS. Bathesda Yogyakarta. Ibunya bernama Sunarti Sri Hadiyah. Saat lahir, bayi mungil itu hanya memiliki berat badan 2 kilogram, namun rupanya tumbuh sehat menjadi pribadi yang kuat.

Nama “Kristiani”, oleh Sarwo Edhi, terinspirasi dari karakter pawayangan Kresna, berkarakter baik, sedangkan “Herawati” berarti kekuatan. Sarwo Edhi kala itu, ndilalah juga bertugas di Batalyon Kresna Yogyakarta. Semasa kecil, Ibu Ani, dikisahkan tumbuh menjadi gadis tomboy, suka panjat pohon cermai dan mangga, pergi ke sekolah menumpangi truk bersama teman-temannya.
Ibu Ani memiliki hobi fotografi. Bahkan saat mendampingi SBY selama 10 tahun menjadi Presiden RI dua periode (2004-2014), Ibu Ani masih terlihat aktif menjalankan hobinya itu dan sesekali diposting di media sosial miliknya.

Hobi fotografi, tentu bukanlah cita-cita primer dalam hidup Ibu Ani, sebab ketika remaja, ia sebenarnya ingin menjadi seorang dokter. Itulah sebabnya, ketika lulus SMA, ia kuliah mengambil jurusan kedokteran di Universitas Kristen Indonesia (UKI), tapi tidak sampai lulus. Di antara alasannya, karena ikut ayahnya pindah tugas ke Korea Selatan.

Baca Juga:  Ketika Rumah Rasulullah Dilempari Kerikil

Lalu, jejak rekam pendidikan Ibu Ani kuliah lagi di Universitas Terbuka, ambil jurusan Ilmu Politik, dan berhasil lulus. Ibu Ani Yudhoyono, mungkin satu-satunya ibu negara yang menyandang gelar sarjana ilmu politik, sehingga ia paham betul kerja-kerja pemerintahan, dan tidak heran ketika pengalaman mendampingi SBY, konon tampak berkontribusi baik langsung maupun tidak langsung terhadap kebijakan pemerintah yang dipimpin oleh suaminya, sampai-sampai budayawan Sujiwo Tejo sering menyindir di berbagai forum, “kunci (pemerintahan) SBY itu di ibu negara”.

Selain di jalur politik praktis, Ibu Ani aktif pula di lembaga-lembaga sosial, seperti Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Persit Kartika Chandra Kirana (Persatuan Istri Tentara), Dharma Pertiwi, Dharma Wanita, Pelindung Nasional Women International Club (WCI), Duta Nasional HIV/AIDS dan ASI, Bunda PAUD Se-Indonesia, dan masih banyak lagi.

Kini, Ibu Ani telah kembali ke Haribaan Sang Pencipta, tepat pada hari lahir Pancasila, 1 Juni 2019. Semasa hidup, ia pasti bahagia, karena telah berkontribusi untuk bangsa, didampingi oleh orang-orang terkasih. Suaminya, tampak setia, sabar, dan tetap romantis mendampingi Ibu Ani sejak divonis sakit kanker darah hingga maut memisah di antara keduanya.

Baca Juga:  Kiai Sahal, Mendayung di antara Liberalisme dan Fundamentalisme (1)

Benar kata orang bijak, bahwa keluarga adalah kunci kesuksesan. Di balik nama besar SBY, ada jasa Ibu Ani yang setia mendampingi dan mendukung karirnya.

Selamat jalan, selamat beristirahat Ibu Ani Yudhoyono. Lahal Fatihah…

Lihat Komentar (0)

Komentari