Sedang Membaca
Tarjamatul Mukhtar: Syarah Kitab Taqrib Sunda Pegon Karangan Syaikh Muhammad Ghazali Majalengka (1900)

Tarjamatul Mukhtar: Syarah Kitab Taqrib Sunda Pegon Karangan Syaikh Muhammad Ghazali Majalengka (1900)

Ahmad Ginanjar Sya'ban

Ini merupakan naskah tulis tangan (manuskrip/makhthuth) dari kitab berjudul Tarjamatul  Mukhtar Syarahna Ghayatul Ikhtishar. Kitab ini ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab dan diselesaikan penulisannya pada Sabtu, 1 Dzulkaedah 1317 H (3 Maret 1900 M).

 

Pengarang karya ini adalah seorang ulama dari Majalengka, Jawa Barat, yang bernama Syaikh Muhammad Ghazali bin Zainal Arif. Pada halaman sampul kitab, tertulis teks sebagai berikut;

 

إي كتاب ترجمة المختار شرحنا غاية الاختصار كراغاننا شيخ أبي شجاع بغس مذهب إمامنا الشافعي أنو غومفولاكي كان اي شرح فقير الحقير محمد غزالي بن زين العارف مجالغكا غفر الله لهما

كيغغنا غويتان نرجمهكن نليكا فووي سفت اولنا بولن ذو القعدة تهون 1317

 

Ieu kitab “Tarjamah al-Mukhtar” syarahna “Ghayah al-Ikhtishar” karangana Syaikh Abi Syuja’ bangsa madzhab imamuna al-Syafi’i. Anu ngumpulakeun kana ieu syarah (al-)faqir al-haqir Muhammad Ghazali bin Zainul Arif Majalengka. Ghafarallahu lahuma. Kenging ngawitan nerjemahkeuna nalika poe Saptu, Awalna bulan Dzulkaedah tahun 1317 (Hijri).

 

Terjemahan teks di atas dalam bahasa Indonesia kurang lebih sebagai berikut: ”Ini adalah kitab ‘Tarjamatul Mukhtar’ yang merupakan syarah (penjelasan) atas kitab ‘Ghayatul Ikhtishar’ karangan Syaikh Abi Syuja’ seorang ulama madzhab Imam Syafi’i. Yang menghimpun syarah ini adalah seorang hamba yang fakir lagi hina Muhammad Ghazali bin Zainul Arif Majalengka. Semoga Allah mengampuni keduanya. Dimulai menerjemahkan (syarah ini) pada hari Sabtu, awal bukan Dzulkaedah tahun 1317 (Hijri)”.

Baca juga:  Sabilus Salikin (70): Tata Cara Baiat Tarekat Qadiriyah

 

Saya mendapatkan informasi awal keberadaan naskah kitab ini dari buku Penelusuran Naskah-Naskah Kuno Keagamaan di Cirebon dan Indramayuyang ditulis oleh Tim Peneliti Balai Litbang Agama Jakarta dan diterbitkan pada November 2016 .

 

Sebagaimana disebutkan dalam buku tersebut, naskah Tarjamatul Mukhtar karya Syaikh Muhammad Ghazali bin Zainul Arif Majalengka ini tersimpan sebagai koleksi Keraton Kacirebonan, Cirebon (Jawa Barat).

 

Naskah ini juga sudah didigitalkan dalam laman projek digitalisasi naskah-nasakah Nusantara yang dilakukan oleh Universitas Leipzig bekerjasama dengan beberapa lembaga penyimpan naskah di Nusantara. Pada versi inventarisasi dan digitalisasi Leizig, naskah ini tersimpan dengan nomor kode Crb/KCR/11/2012. Naskah ini juga telah didigitalisasi oleh British Library, dengan nomor kode EAP211/1/3/1.

 

Jumlah keseluruhan naskah kitab ini 216 halaman, ditambah 16 halaman bagian depan yang berupa daftar isi dan tidak ada nomor halamannya. Setiap halaman rata-rata memuat 13 baris tulisan. Jenis kertas yang digunakan dalam penulisan naskah ini adalah kertas Eropa dengan watermark (cap kertas) Concordia van Gelder Zoonen. Tinta yang digunakan dalam penulisan berwarna hitam.

 

Dalam kata pengantarnya, Syaikh Muhammad Ghazali bin Zainal Arif Majalengka mengatakan bahwa kitab Ghayatul Ikhtisar karangan Syaikh Abi Syuja’, juga kitab  Muqaddimah Ba-Fadhal (atau Masa’il al-Ta’lim) karangan Syaikh Abdullah Ba-Fadhal al-Hadhrami merupakan dua kitab yang sangat penting kandungan isinya dan banyak dipedomani oleh mayoritas umat Muslim sebagai tuntunan ilmu fikih madzhab Syafi’i.

Baca juga:  Apa yang Dilakukan Kiai Ahmad Sanusi Sukabumi Saat Dikafirkan

 

Syaikh Muhammad Ghazali bin Zainal Arif Majalengka pun berhasrat untuk menuliskan syarah (penjelasan) dan terjemah atas dua kitab tersebut dalam bahasa Sunda, agar kemanfaatan dan kandungan isi kitab tersebut dapat dipahami secara lebih mudah dan luas oleh kalangan pembaca Sunda.

 

Pada pengantarnya, Syaikh Muhammad Ghazali bin Zainal Arif Majalengka juga menyinggung sosok gurunya, yaitu Syaikh Muhammad Shalih ibn ‘Umar al-Samarani (Syaikh Soleh Darat Semarang). Sang guru menasihati dirinya akan pentingnya kemanfaatan ilmu sebagai salah satu bekal keabadian setelah mati, dan nasehat itu diingat dan dijalankan dengan baik oleh beliau.

 

Syaikh Muhammad Ghazali bin Zainal Arif Majalengka menulis;

Baca Juga

 

تنا ايت جسيم كوريغ فقير حقير انو لغكوغ ضعيف فون محمد غزالي بن زين العارف مجالغكا حاجة بدي نرجمهكن كلاين غغكي باس سندا انمغ جسيم كوريغ هنت ايا فسن سئتك رومهوس تياس غدمل كراغن أتو أهل غدمل ترجمة.

 

Tina eta jisim kuring fakir hakir anu langkung doip pun Muhammad Ghazali bin Zainal Arif Majalengka hajat bade nerjemahkeun kalayan ngangge basa Sunda, anamung jisim kuring genteu aya pisan saeutik rumahos tiasa ngadamel karangan atawa ahli ngadamel tarjamah.

 

Baca juga:  Eksistensialisme Manusia Jawa

Terjemahan bahasa Indonesia dari teks di atas adalah sebagai berikut: “Darinya, saya yang fakir, hina, dan sangat lemah ini, yaitu Muhammad Ghazali bin Zainal Arif Majalengka berkehendak untuk menerjemahkan dengan menggunakan bahasa Sunda. Namun demikian, saya sama sekali tidak merasa sebagai seorang yang ahli menulis karangan atau pun menerjemahkan).

 

Karya syarah dan terjemahan berbahasa Sunda ini kemudian dinamakan Tarjamatul  Mukhtar. Dalam menulis karyanya ini, Syaikh Muhammad Ghazali bin Zainal Arif Majalengka merujuk kepada beberapa sumber-sumber kitab, seperti Fathul Mukhtar, Hasyiyatul Bajuri (karangan Syaikh Ibrahim al-Bajuri), Minhajul Qawwim (karangan Syaikh Ibn Hajar al-Haitami), kitab karangan Sulaiman al-Kurdi (kemungkinan al-Hawasyil Madaniyyah), Murqatus Shu’ud, Kasyifatus Saja, Muraqil ‘Ubudiyyah (ketiganya karangan Syaikh Nawawi Banten), al-Durarul Bahiyyah (karangan Sayyid Bakri Syatha), dan Fathul Mu’in (karangan Syaikh Zainuddin al-Malibari).

 

Keberadaan kitab ini tentu memberikan data dan informasi yang kaya sekaligus penting terkait khazanah ulama Majalengka. Data dan informasi tambahan lainnya, beliau merupakan murid dari Syaikh Soleh Darat Semarang.

 

Sayangnya, saya belum mendapatkan informasi lanjutan siapakah gerangan sosok Syaikh Muhammad Ghazali bin Zainal Arif ini, dan di daerah Majalengka manakah tepatnya sang penulis karya ini berasal.

 

Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top