Sedang Membaca
Pujian Kepada Nabi Menempel di Stempel Orientalis Inggris
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Pujian Kepada Nabi Menempel di Stempel Orientalis Inggris

Ahmad Ginanjar Sya'ban
Pujian Kepada Nabi Menempel di Stempel Orientalis Inggris 1

Claudius James Rich (1787-1821 M) tercatat sebagai salah satu orientalis asal Inggris paling masyhur. Ia membangun karir intelektualnya di awal abad ke-19 M. Ia menggeluti banyak bidang penting dalam studi agama samawi.

Rich terkenal dengan reputasinya sebagai ahli bahasa-bahasa Semit (ia menguasai bahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, dan Suryani dengan fasih, selain bahasa Yunani dan Latin), arkeolog dan kolektor naskah-naskah Timur, sekaligus pelancong yang menjelajahi beberapa wilayah di Timur Tengah.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Rich dilahirkan di Dijon pada 1787 dari keluarga yang dekat dengan tradisi ilmu pengetahuan. Ia tumbuh dan belajar di Bristol. Sejak usia belia, Rich sudah tertarik mempelajari bahasa-bahasa Timur.

Pada akhir abad ke-18 M, kajian dunia Timur dan utamanya Arab-Islam (orientalisme) sedang berkembang dengan pesat. Di antara orientalis Inggris pada masa itu yang terkenal adalah tokoh yang kita bahas ini.

Rich kemudian pergi ke Istanbul dan Izmir (Smyrna) pada tahun 1804. Di sana ia belajar bahasa Turki-Usmani. Rich lalu melanjutkan pengembaraannya ke Alexandria di Mesir, dan bekerja pada kantor konsulat Inggris di kota itu. Di sana, Rich juga memperdalam kemahirannya dalam bahasa Arab.

Beberapa tahun berikutnya, Rich lalu pergi menyusuri semenanjung Arabia, kawasan Teluk, dan juga Suriah dengan menyamar sebagai seorang “mamluk” (kelas aristokrat Mesir yang berasal dari Kaukasia). Rich mengunjungi Damaskus dan menjelajahi masjid Umawi yang bersejarah itu. Tak ada seorang pun yang sadar jika Rich adalah seorang Inggris.

Baca juga:  Sejarah Singkat KH. M Hasyim Asy'ari

Pengembaraan Rich berlanjut ke Bombay, India. Di kota itu ia menikah dengan Marry, putri dari Sir James Mackintosh, seorang bangsawan Inggris yang bekerja di Bombay. Dari Bombay, Rich kemudian pergi ke Bagdad dan bermukim beberapa lama di sana.

Dari Baghdad, Rich mengembara ke kawasan Kurdistan. Catatannya tentang wilayah itu, termasuk potret kehidupan umat Kristen Ortodox di Mesopotamia dan penganut Yazidis (Shabi’ah) di kawasan itu, menjadi sumber data dan informasi yang sangat kaya dan penting, baik pada zamannya, atau setelahnya. Dan kemudian menjadi sumber utama bagi para pengkasi Islam sesudahnya.

Sebagai seorang orientalis, Rich juga memiliki banyak koleksi manuskrip kitab-kitab berbahasa Arab, Persia, dan Turki. Koleksi manuskrip milik Rich tersebut kini tersimpan di British Library, London.

Pada tiap manuskrip koleksinya, terdapat stempel pribadi atas nama Rich. Salah satunya adalah manuskrip bernomor kode Add MS 7476, f. 1v, berjudul Syarhul Majisthi  karangan al-Hasan ibnu Muhammad an-Nisaburi, yang merupakan komentar an-Nisaburi atas kitab sains karangan Claudius Ptolemi (Kitubul Majisthi).

Wujud manuskirp

Stempel pribadi milik Rich menjadi sesuatu yang amat menarik untuk diperhatikan. Stempel tersebut berbentuk persegi delapan.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Nama Rich tertatah di bagian tengah stempel tersebut dan tertulis dalam aksara Arab model Naskh-Tsulust. Menariknya lagi, di sekeliling nama Rich pada stempel tertulis pula kasidah pujian berbahasa Arab atas Nabi Muhammad.

Baca juga:  Sabilus Salikin (27) Perilaku Orang Takwa

Pada stempel tersebut, nama Rich tertulis dengan (كلوديس جميس رج) atau Claudius James Rich. Adapun puisi pujian untuk Nabi tertulis mengelilingi nama Rich pada stempel tersebut adalah sebagai berikut:

بلغ العلا بكماله # كشف الدجي بجماله

حسنت جميع خصاله # صلوا عليه وآله

(Keluhuran tercapai oleh kesempurnaannya [Nabi Muhammad]

Kegelapan tersingkap oleh keelokannya

Semua budi pekertinya demikian indah

Bershalawatkah kalian untuknya dan keluarganya)

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Saya belum bisa memastikan karangan siapakah penggalan bait puisi di atas. Namun sepanjang perhatian saya terkait selawat, bait puisi tersebut dinisbatkan kepada Sa’di al-Shirizi (w. 1291 M), seorang pujangga besar Persia yang hidup di abad ke-13 Masehi, dan terdapat dalam kitab puisi karangan beliau, “Gulistan” (Taman Mawar).

Claudius James Rich wafat di Syiraz, Iran 5 Oktober 1821 dengan meninggalkan karya penting yang kemudian menjadi sumber utama dalam kajian orientalisme.

Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top