Sedang Membaca
Otak-atik Ayat Alquran
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Otak-atik Ayat Alquran

Achmad Munjid

Ada seseorang yang mengirim pesan dengan nada provokatif. Dia bilang, apa yang terjadi di Jakarta sudah diisyaratkan dalam Alquran, katanya. Lihat baik-baik angkanya. Semuanya sudah jelas. Ribut hasil pemilu itu sesuai dengan Alquran surat 44:50:

“Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya.”

Dengan begitu, seolah-olah sekarang ini kita sedang menunggu adzab Tuhan yang segera datang. Akan terjadi rusuh dan itu sudah dibenarkan oleh kitab suci.

Astaghfirullah…!

Bulan puasa, bulan ketika kitab suci ini diturunkan Allah sebagai petunjuk untuk mencari kebenaran kok ya tega-teganya ada yang main-main manipulasi ayat Alquran untuk tujuan yang begitu negatif ya? Tanpa ilmu pengetahuan yang cukup pula.

Aku tahu, pengirim itu hanya main otak-atik dalam penafsiran ayat. Karena otak-atik, yang diacari ya yang cocok-cocok saja, tanpa mempedulikan asbabun nuzul, alias konteks penurunan ayat-ayat Alquran, bahkan tanpa mempedulikan ayat-ayat lain di sekitarnya, apalagi keseluruhan pesan dari suatu surat yang samasekali berbeda arahnya. Tuntutan ini terlalu besar, pakai asbabun nuzul segala. Wong niat mereka jahat kok dituntut pakai ilmu.

Orang begini, kalau diajak mikir, apalagi memahami setiap ayat sebagai bagian dari keseluruhan surat dan semuanya itu punya konteks biasanya akan melengos. Terlalu rumit. Maka, kujawab secara iseng juga, pakai metode otak-atik yang jadi jurusnya. Biar klop.

Baca juga:  Tafsir Surah Al-Maun (Bagian 4)

Kujawab, kenapa yang dibuka Surat 44:50? Kan hasil pemilu itu bukan 44:50, tapi 44:55? Coba buka Alquran 44:55, bunyinya beda loh, yakni:

“Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran)”. Loh, bagus sekali, positif sekali kan?

Atau, bisa juga buka Surat 55 ayat 44, yang berbunyi: “Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya.”

Baca Juga

Waduh, siapa sekarang yang sedang bergerombol di Jakarta? Hati-hati loh, Alquran sudah mengisyaratkan bahwa mereka berkerumun di dekat air mendidih yang memuncak panasnya. Bahaya sekali itu.

Tadi ketika aku mengajak si pengirim pesan pakai metode otak-atik untuk membuka ayat-ayat itu niatnya ya iseng saja. Ternyata ia bisa juga dipakai untuk membalik argumen si pengirim pesan secara telak.

Agama ini memang merangkum segala sesuata. Lengkap, komplit, pepak. Tapi ya jangan terus kita perlakukan agama seperti mal, hanya diambil bagian-bagian yang kita sukai, lalu tinggalkan yang lain yang kita tidak sukai. Itu namanya beragama dengan nafsu.

Ketika praktik agama sudah dikendalikan oleh nafsu, jika dasarnya orang yang mempraktekkan memang dasarnya ingin berkelahi ya dia hanya mencari dari agama apasaja yang bisa dipakainya untuk membenarkan nafsu amarahnya untuk berkelahi. Semua jadi repot.

Baca juga:  Generasi Milenial Arab Lebih Suka Bicara Bahasa Inggris

Na’udzubillahi min dzalik.

Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top