Sedang Membaca
Mengintip Baju Sakti dari Kerajaan Persia

Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Lahir di Birmingham, 31 Maret 2000. Sekarang sedang menempuh pendidikan Bahasa Arab dan Terjemah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Mengintip Baju Sakti dari Kerajaan Persia

Img 20200221 Wa0024

Salah satu museum terbesar yang ada di Mesir adalah “Museum of Islamic Art” yang telah dibuka sejak 1903 M. Di dalamnya berisikan ribuan peninggalan Islam yang diurutkan berdasarkan zaman dan dinastinya (kronoligis).

Di antara begitu banyaknya barang yang dipajang, mata saya tak bisa berpaling dari salah satu “Masterpiece” yang berada di sana, yaitu “baju sakti”.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Baju sakti atau juga disebut dengan baju sihir oleh para peneliti Barat ini terpampang dengan gagahnya di tengah ruang kedokteran. Hal yang membuatnya menarik adalah barang-barang yang ada di sekitarnya adalah buku dan dan alat-alat kedokteran.

Bagaimana bisa sebuah baju katun dapat tergabung dengan barang-barang tersebut? Setelah ditelisik ternyata konon baju itu bisa menghilangkan penyakit dan mendatangkan kekuatan bagi pemakainya.

Dahulu, jimat, atau disebut dengan rajah memiliki pengaruh besar di tengah-tengah masyarakat Islam sejak zaman dahulu. Islam pun memperbolehkan penggunaan rajah ataupun jimat asalkan diambilkan dari ayat-ayat Al-Qur’an ataupun doa-doa pilihan yang tidak menyalahi ketentuan syariat Islam.

Baju sakti ini berasal dari Dinasti Safawiyah di negeri Iran yang dibangun pada tahun 1501 M. Sebenarnya baju sakti ini hanyalah baju yang terbuat dari bahan katun. Akan tetapi, yang membuatnya istimewa adalah tulisan potongan-potongan ayat Al-Qur’an disertai kaligrafi yang menyimpan makna doa dan tersusun rapi menggunakan tinta merah dan hitam.

Baca juga:  Nasehat KH. M. Hasyim Asy'ari untuk Pengurus dan Jamaah NU

Baju sakti ini sangat terkenal di kalangan kerajaan. Tak ayal baju sakti ini juga dapat ditemukan pada peninggalan dinasti Mamlukiyah di Mesir dan dinasti Utsmaniyah di Turki. Biasanya baju ini dimiliki oleh para sultan dan raja. Konon pemakainya akan terbebas atau tersembuhkan dari segala macam penyakit dan mampu memberikan kewibawaan bagi pemiliknya. Andai waktu itu ada virus Corona, apakah baju itu ampuh juga?

Oleh karenanya, barang ini menjadi sangat langka dan diperebutkan di kalangan elit kerajaan dan bahkan menjadi barang pusaka yang diturunkan secara turun-temurun. Kalau di Jawa mungkin semacam senjata besutan Empu Gandring, yang juga diperebutkan.

Pada masa peperangan, baju ini juga menjadi tren di kalangan para prajurit karena baju ini dipercaya dapat memberikan kekebalan dan pemakainya akan terbebas dari segala macam luka dan sakit saat perang berlangsung.

Baju yang terpampang di Museum Kesenian Islam ini diklaim milik Sam Mirza atau dikenal dengan Safi II yaitu pangeran Persia pada zamannya. Sam Mirza (lahir tahun 1517 Masehi dan wafat tahun 1567 Masehi) juga dikenal sebagai pangeran yang sering terkena sial dan sering sakit-sakitan. Uniknya, karena kesialannya ia dijuluki “Pangeran Sial” di lingkup kerajaan Safawiyyah. Konon, jika ia selalu memakai baju ini agar terhindar dari segenap marabahaya.

Baca juga:  Dokumen Rahasia Penjatuhan Gus Dur: Mengungkap Peran AR

Konon juga, katanya baju ini hanya bisa berpindah tangan jika sang pemilik melepaskan atau mengikhlaskannya. Alkisah, salah satu pemiliknya yang bernama Mustofa Bey Syamsuddin memutuskan untuk mengikhlaskan bajunya tersebut untuk dibeli dengan harga berapa pun. Karena ia tahu bahwa sangat beresiko jika berlama-lama menyimpan baju ini. Ia takut terjadi hal buruk bagi dirinya.

Konon, salah satu pemilik sebelumnya yang terbunuh oleh orang yang ingin merebut baju tersebut. Pada akhirnya baju sakti ini dimilik oleh Max Herz, seorang aktifis Mesir kelahiran Swiss hanya dengan seharga 5 pound Mesir. Kemudian tak beberapa lama ia sumbangkan baju sakti ini ke Museum Kesenian Islam Mesir di Kairo.

Sampai saat ini dikatakan baju sihir sejenis ini hanya berjumlah sembilan di seluruh dunia. Kesemuanya tersebar di berbagai museum ternama dunia seperti Museum Metropolitan Amerika Serikat dan juga Museum Topkapi yang berada di Turki.

Merupakan suatu kesempatan besar bagi saya untuk bisa melihat langsung salah satu produk sihir yang sangat fenomenal dan sangat diperebutkan pada masanya.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
1
Senang
2
Terhibur
0
Terinspirasi
4
Terkejut
2
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top