Humor Katolik: Siapa Lebih Tinggi, SJ atau Projo?

Yoze Lembong

Dalam tradisi agama Katolik, ada beberapa jenis ordo atau kongregasi para Imam, Biarawan, Biarawati. Perbedaaan Ordo, kata beberapa literatur, disebabkan berbagai macam latar belakang, seperti zaman pendirian beserta prinsip bagaimana mengabdi kepada Tuhan dan Yesus.

Di abad ke-18, para Imam berbagai Ordo pun datang dari luar negeri ke Indonesia. Dengan berkembangnya gereja di Indonesia, muncullah imam pribumi, yang dikenal Ordo Projo.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Sudah biasa, antarordo ini pun saling “melirik”, ordo mana yang paling jago, paling bergengsi. Salah satu ordo yang dikenal elit dab bergengsi adalah Serikat Jesus, yang ditulis dibelakang nama. Sekedar contoh romo dari Serikat Jesus: Romo Kardinal Julius Darmaatmadja, S.J. atau Romo Frans Magnis-Suseno, S.J.

Ledekan atau joke atau obrolan yang menunjukkan saling “melirik” begini, antara Imam Projo dengan Imam SJ.

“Kalian ini sombong ya, suka menganggap kalian paling jago. Mentang-mentang datang dari luar negeri dan pintar-pintar. Kami ini tapi lebih banyak meluas di semua bidang, membantu petani, karya sosial, pendidikan juga ada, bahkan sampai masuk ke militer. Kami ini lebih down to earth, lebih merakyat,” kara imam dari Projo mulai “mengegas”.

“Ya, tapi kita kan memang pintar-pintar, kita mendirikan dan membina sekolah yang hebat, yang menghasilkan pemikir dan tokoh bangsa,” romo dari S.J. menimpali.

Baca juga:  Cara Gus Dur Memilih Media untuk Tulisannya

“Sombong ya… Saya berdoa, agar saya bisa ke surga sebentar untuk bertanya langsung ke Tuhan Allah kami. Tunggu,” kata romo dari Projo.

Dalam saat itu juga, doanya terkabulkan, dan sang Imam Projo berada di hadapan Allah.

Allah: Anakku tercinta, kamu berdoa untuk bisa bertemu saya. Apa yang bisa saya bantu?

Projo: Ya Allah Bapakku, kami Ordo Projo ini sering di rendahkan oleh para SJ ya. Saya rasa mereka itu sombong

sekali. Perlu diluruskan. Kalau menurut Bapakku, Ordo mana yang paling berkenan di hati Allah?

Allah: Loh, kan kalian tahu, saya cinta dengan semua Ordo. Kalian semua berbakti, menyebarkan ajaran kemanusiaan yang baik, dan semua Ordo adalah sama baiknya di mata-Ku.

Projo: Beneran nih, ya Allah Bapakku?

Allah: Iya, beneran.

Projo: Kalau begitu, sebelum saya dikembalikan ke bumi, mohon bisa meberikan pernyataan tersebut secara tertulis ya Tuhanku, agar saya bisa menunjukkan pada seluruh ordo di muka bumi.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Allah: baik, akan saya siapkan:

Kepada anak-anakku terkasih,
Semua Ordo yang berada di muka bumi,

Saya menghargai semua bakti dan perjuangan kalian, memperjuangkan agar manusia menjadi lebih baik dan perdamaian di bumi.

Mau apapun nama Ordonya, dengan cara kalian masing-masing, saya sungguh mencintai dan menghargai kalian sepenuhnya, dan semua Ordo di mata saya adalah sama baiknya.

Salam sayang,

Tuhan Allah, SJ

Baca juga:  Musyrik Menurut Kiai Bisri Mustofa
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top