Sedang Membaca
Dahsyatnya Sholawat atas Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Primbon dan Do’a
Avatar
Penulis Kolom

Mahasiswa S1 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, asal Bima NTB.

Dahsyatnya Sholawat atas Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Primbon dan Do’a

Sholawat

Sholawat merupakan pujian atas kemuliaan Nabi Muhammad SAW. Shalawat  juga sama halnya dengan berdo’a dan zikir kepada Allah SWT. Antara do’a dan zikir memiliki keterikatan yang sangat erat, karena dalam berdo’a diharuskan mengiringinya dengan sholawat atas Nabi Muhammad SAW.

Pada umumnya, sholawat dipanjatkan bukan dalam bacaan sholat saja, akan tetapi juga dipanjatkan ketika hendak melakukan aktivitas maupun setelahnya. Karena kunci dan pembuka dari segala sesuatu adalah Sholawat. Sudah menjadi keyakinan setiap orang khususnya orang muslim bahwa Sholawat mampu membawa Aura positif  bagi setiap orang yang menuturkannya. Selain itu sholawat juga dapat menentramkan jiwa dan kedamaian hati.

Seperti  dalam sebuah manuskrip yang berjudul Kitab Primbon dan Doa Naskah ini disimpan di Pondok Pesantren Al-Mansur, Popongan, Klaten, Jawa Tengah dan menjadi koleksi KH. Nasrun, salah seorang pengasuh di pesantren tersebut. Kondisi fisiknya masih cukup baik, utuh serta teksnya masih bisa terbaca dengan baik. Hanya saja di beberapa bagian warna kertas sudah berubah, lusuh, dan kotor, tapi tulisannya masih bisa dibaca.

Manuskrip ini sekarang telah digitalisasi oleh Kementerian Agama RI. Langkah digitalisasi ini Tentu bertujuan untuk melestarikan serta memperkenalkan kebudayaan kepada anak cucunya sekarang serta kepada khalayak umum tentang adanya warisan literasi dari para pendahulu yang dapat dikaji lebih dalam, terutama Manuskrip – manuskrip keislaman sebagai pedoman dalam beribadah kepada sang khalik.

Baca juga:  Fikih Kuliner: Aisyul Bahri, Kitab Ulama Batang yang Hilang

Dalam manuskrip ini, Aksara yang dipakai adalah aksara Pegon dan Arab, adapun bahasa yang dipakai adalah bahasa Jawa dan Bahasa Arab. Lalu untuk Jenis khath yang dipakai adalah khat Naskhi disertai dengan tanda baca, sehingga dapat membantu pembaca dalam memahami teksnya. Isi naskah secara umum membahas tentang aneka ragam doa, serta fungsi dan fadhilahnya. Salah satunya berisi tentang surah Yasin dan fadlilahnya.  Naskah ini memakai alas kertas modern bergaris. Dijilid dengan benang, hanya terdiri dari satu kuras, serta tidak ada sampulnya. Tebal naskah 64 halaman dengan ukuran 20 x 16 cm. Pada setiap halaman terdiri dari 10 baris, tidak disertai nomor halaman dan juga tidak disertai kata alihan.

Yang menarik dari Manuskrip kitab Primbon dan Do’a  adalah terletak pada surat Yaasin seperti pada kutipan dibawah ini:

Yāsín yāsín yāsín yāsín yāsín yāsín yāsín ʘ wa al-Qur’āni al-ḥakími innaka lamina al-mursalína ʘ ‘alā shirāthin mustaqímin ʘ tanzíla al-‘azízi al-raḥími ʘ litunżira qauman mā unżira ābāuhum fahum ghāfilūna ʘ la qad haqqa al-qaulu ‘alā aksyarihim fa hum muqmahūna ʘ wa ja’alnā min baini aidíhim saddān wa min khalfihim saddān fa aghsyaināhum fa hum lā yubshirūna ʘ Allāhumma shallii ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad wa bārik wa sallim Allāhumma yā man nūru fí sirrihí fí khalfihí aḥfainā min a’yūni al-nāirína…

Dapat kita lihat dengan jelas, di ayat ke 9 setelah  “wa ja’alnā min baini aidíhim saddān wa min khalfihim saddān fa aghsyaināhum fa hum lā yubshirūna” penulis menuliskan  “Allāhumma shallii ‘alā Muhammadin wa ‘alā āli Muhammad wa bārik wa sallim Allāhumma yā man nūru fí sirrihí fí khalfihí aḥfainā min a’yūni al-nāirína…”yaitu berupa do’a yang diawali dengan sholawat keatas Nabi Muhammad SAW. Dalam Hal ini penulis menunjukkan kepada kita semua tentang bagaimana pentingnya membaca sholawat keatas nabi, karena itu merupakan salah satu wasilah akan terkabulnya do’a seorang hamba.

Baca juga:  Buku dan Minggu Berlalu

Bayangkan saja, betapa senang dan tenangnya kita sebagai seorang hamba jika setidaknya minimal satu saja do’a kita yang terkabul karena bersholawat kepada nabi Muhammad SAW. tidak sepatutnya kita mengeluh dan sombong karena hanya mengerjakan hal sederhana saja Allah membalasnya dengan ganjaran yang lebih dari apa yang kita minta.

Keutamaan sholawat  tidak hanya sebatas demikian, masih banyak lagi keutamaan lainya, seperti yang diterangkan dalam sebuah hadits  bahwa Rasulullah Shalallah Alaihi Wa Sallam bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mengucapkan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan ia diangkat sepuluh derajat untuknya.” (HR. Nasai) [ No. 1297 Maktabatu Al Maarif Riyadh] Shahih).

Banyak sekali hal yang dijanjikan oleh Allah kepada orang yang dengan keikhlasan hatinya  bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.  jika kita ingin meminta sesuatu kepada Allah maka rayulah ia dengan ucapan-ucapan yang terbaik, ucapan-ucapan yang mulia, sehingga dengan keridhoannya banyak hal-hal baik yang tidak kita sangka terjadi. Karena permintaan kita kepada Allah tidak hanya dengan mulut saja, akan tetapi Allah maha mengetahui apa yang tidak sempat kita ucapkan melalui perantara mulut melainkan ia lebih mengetahui apa yang dibisikkan oleh  hati.

Oleh karena itu,  untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Marilah kita membiasakan diri untuk bersholawat sebelum dan sesudah melakukan aktivitas maupun berdo’a yang demikian akan menjadi pembuka serta penutup untuk setiap keinginan kita. Wallahu a’lam.

Baca juga:  Mengenal Kitab Pesantren (83): Sullam al-Munajah dan Rahasia Bilangan Rakaat Salat
Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
2
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top